Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Tragedi


__ADS_3

...HAPPY READING♥...


🍀🍀🍀


"Wow kau sungguh gadis pemberani rupanya. kalau begitu lompatlah aku akan melihatnya"


Kini Imelda berdiri di dekat balkon kamar tangan nya mencengkram erat pagar yang jadi pembatasnya. Keringat dingin bercucuran di keningnya, sebenarnya ia sangat takut tapi jika harus mengkhianati Emir, Cinta pertamanya itu tidak mungkin. Ia menengok ke belakang lalu melihat ke bawah, betapa tinggi gedung ini, ia merasa ngilu dan ngeri secara bersamaan.


"Bagaimana tidur bersamaku atau lompat dari atas gedung ini hmm?"


"Hanya tidur saja kan nggak ada lain - lainya kan?" Imelda bertanya dengan polosnya. Tentu saja itu mengundang tawa Raka gadis di depan nya ini sebenarnya polos atau bodoh sih.


"Menidurimu" singkat Raka.


"Maksudnya hanya tidur bersama kan?"


"Melakukan hubungan suami istri" Raka mengucapkanya dengan enteng tanpa embel - embel ataupun rasa bersalah sedikit pun.


"Apaaa!?" Imelda membulatkan kedua matanya, bagaimana bisa Raka berpikir sampai sejauh itu. Bahkan dengan Emir saja ia belum sempat melakukanya.


"Kau sungguh gila, aku tidak mengerti kenapa dulu aku bisa bertemu denganmu bahkan sekarang pun"


"Memang aku gila dan orang gila ini jatuh cinta sangat dalam kepadamu Imelda Salsabila"


"Aku tidak mau, lebih baik aku mati saja"

__ADS_1


"Ya sudah kenapa tidak melompat sekarang saja atau mau ku bantu"


"Akk...... "


"Kau takut?" Raka berjalan pelan ke arah imelda berada, ia semakin dekat dan Imelda bingung harus bagaimana, melompat dari lantai paling atas sudah pasti tubuhnya tidak berbentuk tetapi memyerahkan mahkota kepada pria yang bukan suaminya juga tidak mungkin.


"Kau sungguh jahat Raka"


"Kau sungguh keterlaluan." Teriak Imelda.


"Kau sama sekali tidak memiliki hati nurani"


"Lalu apa yang akan kau katakan pada ayahmu, jika ini benar terjadi ha. kau durhaka Raka. "


"Seharusnya kau membiarkan aku bahagia, mengikhlaskan aku bukan malah merebut dan melakukan cara licik seperti ini" Imelda mulai menangis ia tak bisa memilih dua hal ini. Ia takut ketinggian sebenarnya, tapi ia tutupi agar Raka tidak bisa bersikap seenaknya. Tetapi Raka tetaplah Raka bukan. Seorang yang Ambisius apapun akan ia dapatkan meskipun dengan cara yang sangat extrem sekalipun.


"Kau hanya punya dua pilihan melakukanya denganku atau melompat dari lantai 11 ini ?"


"Aku beri waktu untukmu 10 menit untuk berpikir, karena aku tak ingin membuang waktuku hanya untuk mendengar tangisanmu itu"


hiks hiks hiks


"Kau tega"


"Kau jahat, aku ini mama tiri. kenapa kamu melakukan ini padaku"

__ADS_1


"Ak____ aku sangat mencintai ayahmu"


"Raka aku mohon, bi___biarkan aku pergi, ku mohon"


"Waktumu habis" Raka langsung menggendong Imelda ala bridle style tak peduli dengan berontaknya gadis itu dan ia langsung menggempaskan gadis itu ke ranjang lalu ia menutup pintu balkon dan menguncinya.


"Raka ku mohon jangan lakukan ini pada ku"


"Raka lepaskan"


"Terserah aku terserah, aku sudah berusaha membuatmu jatuh cinta tetapi kau sama sekali tidak melirikku sedikit pun dan malah selalu menganggapku putramu"


"Memang itu kenyataanya" Teriak Imelda tepat di depan wajah Raka yang kini berada di atas tubuhnya.


"Kau itu tak pantas di sebut mama tiriku, kau lebih cocok jadi istriku mengerti!!" Teriak Raka tak kalah kerasnya. lalu ia melucuti seluruh pakaian Imelda secara paksa bahkan bajunya robek di bagian lengan dan dadanya, ia tak peduli yang dia inginkan malam ini perempuan yang berada di bawahnya menjadi milikinya.


Seluruh pakaian imelda sudah terlepas dan kini hanyak menyisakan dua kain yang menutupi bagian sensitifnya saja, tangan perempuan itu terus memberontak namun tenaganya yang tak seberapa membuatnya semakin lemah. Raka melepas seluruh pakaian nya tanpa menyisakan sehelai benang pun. lalu ia merangkak dan melepas kain terakhir Imelda. gadis itu terus saja menangis, tapi Raka sama sekali tak peduli. Raka mulai mencium secara paksa, menggigit dan mengakses setiap rongga yang ada dalam mulut gadis itu.


Setelah pergelutan panas keduanya kini Imelda terlelap, sedangkan Raka ia terus memandangi wajah cantik itu, matanya sembab karena gadis itu eh ralat wanita itu banyak menangis. rasa bersalah menyeruak dalam relung hatinya. sebenarnya tadi ia ingin berhenti saat melihat wanita itu terus menangis tapi tekadnya sudah bulat dan ia berjanji akan membahagiakan wanita yang saat ini berada dalam pelukan nya.


-


-


-

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2