
πππ
...HAPPY READING β₯...
"Apa harus tinggal disini tuan ?"
"Harus, jika di waktu tertentu aku memintamu untuk memasak apa iya aku harus mengampiri ke rumahmu dulu"
"emm iya juga ya"
"Tapi aku harus pulang untuk mengambil pakaianku dulu"
"Baiklah ayo aku antarkan"
"Tidak usah tuan nanti malah merepotkan"
"Tidak repot kok"
"Baiklah, terimakasih "
Setelah menghabiskan menu yang sangat enak itu, emir mengantar imelda ke rumahnya untuk mengemasi pakaian dan barang penting lainya. Saat sudah sampai di rumah imelda, imelda meminta emir untuk menunggu di dalam mobil saja. Sampai setengah jam berlalu, terlihat seorang gadis keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobilnya.
"Sudah ? "
"Iya sudah, tapi aku hanya membawa beberapa pakaian saja dan barang penting lainya"
"Baiklah itu terserah kau saja"
Setelah menempuh perjalanan yang cukup padat karena bertepatan dengan jam makan siang akhirnya mereka sampai di kediaman emir, pria itu langsung mengantarkan imelda ke kamar gadis itu namun aneh bukan di kamar pembantu justru di kamar tamu. Imelda merasa sungkan ia tak ingin di perlakukan istimewa apalagi ia hanya juru masak yang tak lain juga seorang asisten rumah tangga, setelah cukup berdebat akhirnya emir mengalah dan mengantarkan imelda ke kamar asisten rumah tangganya yang ada di dekat dapur lalu meminta gadis itu untuk beristirahat terlebih dahulu"
***
Malam harinya..
__ADS_1
Imelda sibuk menyiapkan makan malam di bantu oleh mbog inah asisten rumah tangga di rumah itu. Mereka asik bercerita sampai tak terasa masakan mereka pun jadi dan imelda menata semua menu makananya di meja makan. Lalu memanggil emir untuk makan malam.
Tok tok
"tuan makan malamnya sudah siap"
"Iya sebentar"
"baik tuan"
Imelda pun berjalan lebih dulu saat sudah sampai di meja makan terlihat imelda dan mbog inah yang akan beranjak pergi, namun di cegat oleh emir.
"Kalian mau kemana? ayo ikut makan sekalian ya"
"Tapi tuan" Ucap imelda dan mbog inah bersamaan.
*****
ππLos Angeles ππ
Sebenarnya keinginan untuk melanjutkan pendidikanya di luar negeri kalau itu adalah keinginan papa nya dan ia hanya menurut saja, karena menurutnya papa nya sudah sangat bekerja keras dan merawat dirinya dari bayi hingga sebesar ini, dia tak ingin mengecewakan papa nya barang sedikit pun.
Bahkan papanya sudah menyiapkan apartemen dan segala kebutuhanya di negeri Paman sam itu dari sopir pribadi hingga asisten rumah tangga yang akan menjaga dan mengawasi putra semata wayangnya itu. Bahkan ia akan menelpon dirinya di pagi sebelum berangkat sekolah dan malam harinya untuk memastikan putranya sehat. Apapun untuk putranya itulah Emir.
*
*
*
πIndonesia π
Tak terasa sudah 1 tahun ini imelda bekerja menjadi juru masak di rumah emir gadis itu selalu menghidangkam berbagi menu dan inovasi yang selalu mengunggah selera emir, seperti saat ini kentang goreng tumbuk dengan saus mozarella. Seperti kesepakatan awal imelda akan memasak sebelum berangkat kuliah karena dia mengambil Kuliah Pagi walau terkadang siang atau sore namun sangat jarang dan ketika malam pun ia menyiapkan sembari menunggu kabar dari emir karena pria itu sering pulang telat, banyaknya pekerjaan di kantor membuatnya harus menghabiskan waktu di kantor bahkan beberapa kali ia tak pulang makan siang di rumah dan meminta imelda yang mengantarnya. Namun saat sudah pukul 9 maka Imelda tak perlu menunggunya, cukup hidangkan menu di meja makan maka ia akan meminta mbog inah untuk menghangatkan makanan yang sudah tersaji jika ia pulang larut. Tak sekalipun ia melewatkan masakan imelda sesibuk apapun pekerjaanya, kecuali jika harus di luar kota mau tak mau ia harus makan makanan cepat saji, sangat pantang untuknya memakan makanan seperti itu namun karena tak akan setiap hari maka ia tak masalah. Asal setelahnya ia harus menggantinya dengan makanan bergizi.
__ADS_1
Kring kring
Handphone Imelda berbunyi cukup lama menandakan ada panggilan masuk, ia meletakan menu makanya di atas meja makan, kebetulan mbog inah sedang di rumah sakit karena anaknya kemarin kecelakaan saat berada di Jakarta. Jadi ia meminta ijin untuk beberapa hari ini. Imelda langsung mengangkat telepon setelah mengetahui siapa yang menelponya.
"Hallo tuan"
"Bisa kau nanti antarkan menu nya ke kamarku saja, aku sedang mengurus beberapa berkas jadi mungkin aku tidak keluar kamar"
"Baik tuan akan segera saya antarkan"
"Bagus"
Imelda bergegas menata menu masakanya untuk di bawa ke kamar emir, setelah semua siap lalu dia membawanya perlahan menaiki tangga. Saat sampai di kamar nya emir, kebetulan pintu tidak tertutup rapat jadi dia memutuskan untuk langsung masuk karena jika pun pintu di tutup ia pun akan kesulitan karena kedua tanganya memegang nampan yang penuh makanan dan minuman, saat ia masuk ia di buat terkejut dengan pemandangan yang ada di depanya, lalu tanpa sengaja menjatuhkan nampan yang berisi makanan dan minuman yang ia bawa, matanya ternodai oleh pemandangan yang tak seharusnya di lihat lalu ia berteriak dan membalikan badanya.
"Akkhhhh"
Prang prang
{ Anggap itu suara piring dan gelasnya jatuh ya gaes π }
"Maaf aku tidak sengaja, pintunya juga tidak tertutup rapat tadi"
"Keluarlah dulu"
"Tapi ini bagaimana ?" Ucapnya panik.
"Itu nanti saja, apa kau mau melihatnya lagi? Goda emir pada gadis polos itu. Ia nampak santai meskipun awalnya ia juga terkejut dengan kedatangan imelda di kamarnya yang tiba - tiba.
"Ha ? iya maaf aku akan keluar" ucap Imelda dengan jalan terburu - buru sampai kakinya tersandung pintu hingga ia terjatuh.
"Aduh" keningnya terbentur lantai dan kakinya memar. Emir yang melihat itu bergegas menghampirinya dan tanpa terduga ia terpleset oleh air minum yang di bawa imelda tadi dan menindih tubuh imelda yang sudah terduduk membenarkan posisi dirinya hingga kini ia malah jatuh lagi dengan posisi terlentang dan emir berada di atasnya.
"Aaaakkkkkhhhhhhhhh" teriak Imelda saat emir menindih tubuhnya dengan handuk yang sudah terlepas. Emir menjadi panik dan mengambil handuknya yang tergeletak di lantai lalu memakainya dan segera membantu imelda untuk bangun dan segera menutup pintunya untuk berganti pakaian. Sedangkan imelda masih diam mematung di depan pintu ia tak menyangka akan hal tak terduga yang baru saja terjadi dua kali ia harus melihat aset milik pria itu, sungguh ia merutuki dirinya sendiri. Matanya ternodai sudah oleh hal yang seharusnya belum di lihatnya. Dengan cepat ia turun ke lantai bawah dan masuk ke kamarnya, mengunci diri di sana toh makan malam masih ada sebagian di meja makan. Jadi ia tak perlu menampakan dirinya di depan emir, untung besok ada kuliah pukul 7 pagi hingga ia bisa memasak lebih awal dan berangkat lebih awal untuk menghindari emir sementara, karena sungguh ia sangat melu dengan kejadian yang baru terjadi.
__ADS_1
πππ
Thanks for reading gaes β₯