
πππ
...HAPPY READING β₯...
"Yang tadi beneran cuma teman kamu? "
"Iya kak"
"Pasti laki laki tadi menyukaimu?"
"Memang ! Dia pernah menyatakan cinta padaku, tapi ku tolak "
"Kenapa? "
"Saat itu aku hanya ingin fokus belajar bahkan sampai SMA pun aku tak pernah dekat dengan laki laki, pasti mereka yang akan mendekatiku"
"Itu karena kamu cantik" Ucap Emir dengan nada kesal.
"Iya aku tau"
"Dasar narsis"
"hahaha, kakak ini lucu sekali ya"
"Apa kakak sedang cemburu ?" Ucap imelda dengan senyuman mengejek ke arah emir.
"Sok tahu"
"Oh iya? " imelda terus menggoda emir hingga membuat pria itu merasa kesal dan berjalan cepat meninggalkanya, hal itu berhasil membuat Imelda tertawa karena ternyata emir pria yang selama ini menunjukan sisi dewasanya juga bisa bersikap seperti anak anak. Ia pun berlari kecil untuk menyeimbangkan langkahnya dengan langkah emir.
"Kak tunggu! "
"Aku bukan kakak mu jangan memanggilku kakak! "
"Lalu aku harus manggil apa, masak iya Emir saja begitu? "
"Terserah"
"Apa saat ini kekasihku sedang ngambek hmm? "
__ADS_1
"Kak pelan pelan dong jalan nya, aku capek dari tadi lari terus ngikutin kakak" rengek imelda yang masih tertinggal beberapa langkah dari emir.
"Kak! "
"Sayang " Ucap imelda lagi dan seketika Emir menghentikan langkahnya dan tersenyum tipis tanpa membalikan tubuhnya.
"Kamu bilang apa tadi? "
"Bilang apa? " Ucap Imelda dengan pura pura tak tahu, padahal ia tahu apa yang di maksud kekasihnya itu.
"Yang barusan "
"Memang aku bilang apa? "
"Ck, jangan pura pura tidak tahu"
"Sayang maksud kamu? "
"Iya itu" Sahut emir dan ia pun membalikan tubuhnya dan menatap dalam mata imelda.
Hening
Hening
"Iya, apa kau keberatan? "
"Tidak lah kak, tidak sama sekali"
"Tapi aku mungkin belum terbiasa jadi ketika nanti aku tak sengaja memanggilmu kak, jangan marah ya " lanjut imelda.
"Iya sayang" jawab emir dan itu membuat rona merah menyembul di kedua pipi gadis itu. Lalu ia pun mengalihkan pandanganya dan mengajak pria itu untuk pulang sekarang.
"Kalau begitu kita pulang sekarang, aku sudah mengantuk"
"Baiklah tuan putri"
"Jangan berlebihan, nanti kalau di dengar orang bagaimana? "
"Iya tidak apa dong kan dunia milik kita sayang"
__ADS_1
"Sudah ah, Kamu gombal terus, yang ada kita nggak jadi pulang" Ucap imelda dengan berjalan lebih dulu meninggalkan emir yang masih tersenyum sendiri karena berhasil menggoda calon istrinya.
"Tunggu sayang " Ucap Emir setelah imelda telah berjalan tiga langkah di depan nya.
***
Los Angeles
Ting tong
Suara bell terus berbunyi, mau tak mau Raka beranjak dari ranjangnya sebelumnya ia mencuci wajahnya terlebih dahulu. Namun saat ia membuka pintu kamar ia sudah melihat Gio yang akan memegang gagang pintu depan hingga ia pun memutuskan untuk masuk kembali ke kamarnya.
"Siapa sih pagi ~ pagi begini ganggu orang aja" gerutu Gio sambil tanganya hendak menyentuh pintu.
"Good morning" Ucap gadis berambut pirang itu. Namun ia terkejut karena yang membuka kan pintunya bukan Raka melainkan pria lain.
"Who are you ?" { Kamu siapa? }
" I should be the one asking who are you"
{ Harusnya aku yang bertanya kamu siapa ? }
"Hah "
"can you speak Indonesian? because I don't know much about English" { bisa bahasa indonesia? karena saya tidak tahu banyak tentang bahasa Inggris }
"Ya ya aku bisa"
"Ck kenapa nggak dari tadi! "
"Ya terserah aku bawel" Ucap gadis itu dengan memutar bola matanya jengah.
"Kau bilang apa? "
πππ
Jangan lupa buat ninggalin jejak ya gaess, biar author makin semangat π
Thanks for reading gaess, Salam hangatβ₯
__ADS_1
SUNC π