
...HAPPY READING♥...
🍀🍀🍀
"Jam berapa ini ?" gumam nya setelah menetralkan pengelihatan nya lalu duduk bersandar dengan kepala yang berada di kepala ranjang, ia belum sadar bahwa di sampingnya ada seorang perempuan yang masih terlelap sebab semalam perempuan itu terbangun beberapa kali membuat tidurnya terganggu dan tak maksimal. Sampai akhirnya ia akan beranjak barulah ia sadar ada perempuan yang tidur di sampingnya semalam, Gio hanya belum terbiasa dan merasa aneh untuk itu ia sering tak sadar jika ada perempuan yang tidur di sampingnya mengingat dua minggu yang lalu istrinya lebih dulu bangun dari pada dirinya.
Aku lupa jika sudah memiliki istri. gumam Gio dengan menepuk jidatnya sendiri.
"Hai bangun, apa kau tak kuliah" bisik Gio tepat di telinga Adelia. Dan caranya langsung membuat perempuan itu terbangun dan tersenyum ke arahnya.
"Maaf aku terlambat bangun, semalam aku tak bisa tidur" lirih Adelia dengan suara serak.
"Hmm, kau hanya belum terbiasa tinggal di sini kan. it's okey dan aku harus bersiap karena ada urusan penting pagi ini"
"emm tunggu"
"Apa?"
"Boleh tidak berangkatnya aku sekalian bareng kamu"
"Mana bisa, arah kantorku dan Kampusmu itu berbeda"
"Hmm baiklah" lirihnya dengan rasa kecewa.
Terlihat Gio menarik nafasnya sedalam mungkin, ia tak tega tapi malas berurusan dengan perempuan itu. apalagi hari ini ia akan sangat padat, belum lagi lusa ada kunjungan ke Kota Bogor untuk meninjau langsung Pembangun Hotel kedua yang ia miliki.
"Baiklah akan ku antar"
"Tidak usah aku bisa naik taksi"
__ADS_1
"Jangan sok kamu, tadi saja meminta di antar sekarang menolak. aku sudah menawarikan dengan baik dan tidak ada penawaran untuk kedua kalinya. lebih baik kau bersiap selagi aku membersihkan diri"
"Hmm tapi.... "
"Oh iya satu lagi Lusa aku harus ke Bogor mungkin menginap tiga hingga empat hari, tinggalah dulu sendiri di sini atau kau kembali ke rumah juga aku tak masalah" belum juga Adelia menyelesaikan perkataan nya sudah lebih dulu di potong oleh ucapan Gio.
"Apa selama itu?"
"Hmm"
"Apa aku boleh ikut? "
"Mana bisa begitu kau pikir aku sedang liburan" sungutnya kesal.
"Tapi aku tak ingin sendiri, Ayahku juga besok akan berangkat ke Perancis"
"Tidak" Ketusnya lalu berlalu meninggalkan Adelia.
"Ini masa tenang, anggap saja ini honeymon kita"
"Sekali aku bilang tidak ya tidak, jangan karena aku bersikap baik padamu lalu kau bisa seenaknya ya"
"Maaf" lirih Adelia dengan suara tercekat entah mengapa ia merasa ingin menangis padahal dalam dua minggu lalu ia sudah lebih dari cukup mendengarkan perkataan suaminya yang cenderung ketus dan dingin itu.
"Jangan menangis, ini masih pagi jangan membuatku kesal"
"Iya"
"Good girl"
__ADS_1
.
.
.
"Ayah tadi menelpon ku, menanyakan kabarmu. aneh bukan, kan dia pasti sering menelponmu lalu mengapa menanyakan kabarmu padaku. seperti tak pernah berkomunikasi denganmu saja" Ucap Raka saat mereka berada di taman belakang.
"Hmm" Imelda hanya menanggapi perkataan Raka dengan deheman saja. kata kan saja jika ia egois dengan mematikan Handphonenya agar sang suami tak bisa menghubunginya entah mengapa ia masih merasa sangat kesal walaupun mungkin ini sudah berjalan hampir satu bulan ia mendiamkan suaminya.
"Aku ke kamar dulu ya"
"Kenapa ? "
"Hanya ingin beristirahat saja"
"Kau sedang tak nyaman? atau kau bosan?"
"Tidak, aku hanya ingin di kamar saja"
"Bagaimana jika kita jalan - jalan saja. Hari ini juga kebetulan aku libur kan jadi kita bisa pergi" tawar Raka.
"Emm mungkin lain kali saja ya Raka, aku hanya ingin sendiri dulu"
"Baiklah" Raka memilih mengalah dan membiarkan pujaan hatinya untuk sendiri dulu. Aneh! ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh pujaan hatinya itu, apalagi saat tadi Raka tak sengaja melihat perubahan mimik wajah pujaanya setelah mengatakan tentang ayahnya. Apa mereka sedang bertengkar, pikir Raka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf ya Readerss authornya bandel jarang update 😁
__ADS_1
Slow update 🙏