Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Apa yang terjadi ?


__ADS_3

...HAPPY READING β™₯...


πŸƒπŸƒπŸƒ


Hari ini Emir bertolak ke Indonesia, karena kondisi ayahnya yang sudah stabil dan bisa di tinggal. jadi ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Selain karena kerinduan terhadap istrinya juga rasa kian bersalah pada istri kecilnya, Bohong jika selama di sana ia tak memikirkan nya bahkan nyaris tiap malam ia tidur dengan gelisah. Tetapi jika harus memilih antara tetap di sini bersama istrinya atau menjaga ayahnya yang dalam kondisi kritis. Sudah pasti ia akan memilih ayahnya walaupun harus mengorbankan perasaan istrinya. Sebenarnya bisa saja ia meminta asisten pribadinya untuk membawa istrinya kesini namun ia merasa tak tega jika harua melihat istrinya kelelahan.


Setelah membuang waktu di perjalanan akhirnya Emir sudah sampai di rumah mewah yang sudah lama ia tinggal. ia tersenyum tipis lalu melangkah dengan mantap serta memegang erat buket bunga yang sudah di siapkan untuk istrinya.


Namun saat sudah sampai di ruang tamu, rumah itu nampak sepi seperti tak berpenghuni. biasanya di jam segini ia masih melihat istrinya berada di taman samping tetapi tadi ia juga tak melihatnya. ia pun melangkah menaiki tangga menuju kamar nya yang di tempati oleh nya juga istrinya di lantai dua.


Sepi...


Tak ada siapapun di dalam bahkan ia mencari di kamar mandi dan walk closet pun tak ada. lalu ia meletakan buket bunga di atas nakas dan mengendurkn sedikit dasinya sambil kakinya terus terayun turun ke bawah. ya tujuanya kali ini adalah di dapur ia berpikir mungkin istrinya sedang membuat kue atau memasak sesuatu karena itu merupakan hobinya. Namun saat sudah sampai di dapur pun tak ada siapapun, hingga ia mendengar suara asisten rumah tangganya.

__ADS_1


"Tuan Emir" panggil asisten rumahnya tangganya dengan sedikit terkejut, pasalnya tak ada kabar akan kepulangan tuanya ke Indonesia.


"Iya bi, ini saya. Bi istriku kemana? Raka juga kemana ? Kenapa rumah terlihat sepi seperti ini bi?" Emir langsung membrondong pertanyaan pada asisten rumah tangganya yang bernama Bi Asih.


"Nyonya pergi dengan den Raka dari semalam tapi belum kembali hingga sekarang" Ucapnya tak berani menatap mata Tuanya.


Kening Emir berkerut..


Pergi dari semalam? hingga hampir siang belum juga kembali? Apa terjadi sesuatu?


"Apa mereka bilang ada pergi kemana bi ?"


"Sepertinya mereka pamit dengan bi Imah, karena semalam saya sedang di belakang tuan"

__ADS_1


"Lalu kemana bi Imah ?"


"Bi Imah sedang ke Supermarket dengan Pak Tarkim Tuan mungkin sebentar lagi pulang karena sudah sedari tadi"


"Baiklah jika nanti bi Imah sudah pulang suruh langsung menemui saya, saya tunggu di kamar dan satu lagi saya minta tolong buatkan saya teh ya bi"


"Baik Tuan"


***


Imelda menyetop taksi yang sedari tadi menemaninya berkeliling tanpa tujuan, ia turun dan berjalan gontai. rasa sakit yang terasa di pangkal pahanya tak seberapa di bandingkan rasa sakit di hatinya. pandanganya kosong. air matanya sedari tadi luruh. rasanya hancur, apa yang sudah ia jaga selama ini harus di ambil oleh pria yang menjadi anak tirinya. berniat mengakrabkan diri dengan sang anak tiri malah menjadi malapetaka untuknya. ia menepuk dadanya yang kian terasa sesak. Bagaimana jika Emir tau? Bagaimana caranya ia mengatakan ini semua pada pria yang berhasil memenuhi seluruh relung hatinya. ia menangis tersedu - sedu tak peduli dengan tatapan aneh dari orang sekitar. yang ia pikirkan bagaimana cara meluapkan rasa sakit juga sesak di hatinya.


...****************...

__ADS_1


Sapa yang narok bawang di sini hiks hiks 😭


Sloww update yagesya πŸ˜…


__ADS_2