
πππ
...HAPPY READING β₯...
"Hei kamu punya mata nggak sih"
"Maaf tapi kamu yang nabrak duluan tadi"
"Hei kamu tu udah salah, malah nyalahin saya lagi"
"Maaf ya sekali lagi aku ulangin, yang nabrak itu kamu bukanya aku, makanya kalau jalan itu liat depan bukan liat HP" Jawab imelda santai.
"Dasar kamuu yah"
"CLARAA" Tegur Gio yang sudah berada di belakang Clara.
"Kamu apaan sih cla, ini cuma masalah sepele bisa kan nggak teriak-teriak dan di besarin kayak gini"
"Tapi liat baju aku jadi kotor dan basah gini sayang, baju ini kan juga mahal"
"Kan bisa beli lagi cla, nggak usah lebay deh"
"Maaf ya mas kalau saya lancang, saya cuma heran aja kenapa mas mau punya pacar cewek manja kayak dia" Ujar Imelda menunjuk Clara lalu berjalan meninggalkan sepasang kekasih itu.
"Iih sembarangan banget sih bilang aku manja, awasss aja ya" Ujar Clara yang akan menghampiri perempuan yang bertabrakan denganya tadi. tapi langkahnya terhenti saat mendengar gio berbicara.
"Clara Stop, Ikut aku keluar sekarang!"
"Tapi perempuan itu udah keterlaluan sayang, kamu bukanya marahin dia malah marahin aku" Ucap Clara dengan kesal.
"Gio jangan narik-narik kayak gini dong"
πππ
"Clara cukup ya, apa yang di bilang perempuan tadi itu benar" Ucap gio saat sudah berada di depan Cafe.
"Kamu apaan sih gio kenapa malah belain perempuan nggak jelas kayak dia"
__ADS_1
"Clara kamu tau aku tu udah capek banget ya ngehadapin sifat kamu yang kekanakan kayak gini, selalu seenaknya sama orang. Dan kalau aku perhatiin terus kamu sama sekali nggak ada berubahnya. Mending mulai sekarang kita akhiri hubungan ini aku udah muak sama semua sikap kamu"
"Sayang kok kamu ngomongnya kayak gitu sih, aku cinta sama kamu gio"
"bullshit tentang cinta"
"Aku udah nggak mau ada hubungan apapun sama kamu, ngerti!! KITA PUTUSS!!!"
"Oke kita liat aja aku yakin kamu nggak akan bisa dapetin perempuan yang lebih cantik dari aku"
"Clara, kalau kamu pikir sebuah hubungan hanya memandang fisik kamu salah. Sebuah hubungan itu juga karena adanya kenyamanan kalau aku nggak nyaman walaupun kamu cantik itu nggak akan berpengaruh sedikit pun. Camkan itu!! "
"hahahhha, tapi bukanya selama ini kamu selalu melihat secara fisik semua mantan kamu itu cantik-cantik bukan, lalu apa kata kamu kenyamanan? Bullshit gio"
"Ya kamu benar mantan aku memang cantik, tapi kamu harus tau satu hal dari semua perempuan itu aku nggak ada satu pun yang cinta, itu hanya untuk sekedar kesenangan ku saja dalam menemukan yang akan benar-benar menjadi istriku kelak"
"Giioooo"
***
Gio pergi begitu saja meninggalkam Clara di depan Cafe, Clara pun masuk kembali ke dalam Cafe dan mencari perempuan yang menabraknya tadi. Saat sudah melihat perempuan itu ia pun seperti teringat sesuatu, yah dia mengenali Gilang wajahnya nampak tak asing namun ia juga tak begitu ingat pernah bertemu dimana. Dengan senyuman smriknya ia berjalan keluar Cafe dan memesan taksi online untuk mengikuti perempuan yang menabraknya dengan kekasihnya itu.
.
.
.
Sedangkan Gio melajukan mobilnya tak tentu arah, dia merasa senang karena memiliki alasan untuk memutuskan Clara. Sebenarnya sudah lama ia ingin putus dengan Clara karena perempuan itu selalu seeenaknya dan sikapnya yang manja membuat ia ilfil namun setiap akan di putuskan oleh Gio ia selalu merengek membuat jijik jika harus mengingatnya. untung saja ada kejadian tadi jadi dia bisa meluapkan kekesalanya selama ini. Saat matanya fokus ke jalanan tanpa sengaja matanya menangkap sosok perempuan yang tak asing sedang berdiri di dekat mobil sepertinya terjadi sesuatu dengan mobilnya.
lalu Gio pun menepi dan menghampiri perempuan itu.
"Salsa" Panggil Gio setelah keluar dari mobilnya.
"eh Gio"
"Mobil kamu kenapa? "
__ADS_1
"Aku juga nggak tau, tiba-tiba mati sendiri"
"Oh iya boleh aku cek ?"
"Memang kamu ngerti soal mobil? "
"iitts kamu ngeremehin aku ya, tentu bisa dong. Paman ku punya bengkel mobil aku dari sd sudah belajar denganya" Ucap Gio dengan bangga.
"Wah keren ya kamu, Udah ganteng,baik, perhatian, pinter lagi"
"B aja, jangan muji gitu nanti kepala ku jadi besar gimana" Canda Gio dan langsung mengecek mobil Salsa setelah mendapatkan persetujuan dari perempuan itu.
***
Setelah mengecek keseluruhan Gio tak menemukan kerusakan apapun lalu ia pun melihat ke dalam mobil, ternyata bensin mobil salsa habis seketika dia pun menepuk jidatnya sendiri.
"Pantes aja gua cek lainya baik semua" gumam Gio pelan.
"Gimana apanya yang rusak gio? "
"Nggak ada yang rusak salsa"
"Terus kenapa mogok gini ?"
"Karena bensinya habis coba deh lu liat"
"Masak sih"
"Heheheh iya maaf ya, malah wajah kamu jadi berantakan gini. sini aku lap pakai tisu ya"
"Iya" Gio tersenyum girang dalam hati saat Salsa membersihkan wajahnya dengan tissu ia bisa mencium wangi parfum yang di gunakan perempuan di depanya. dan tanpa mereka sadari apa yang mereka lakukan di lihat oleh Clara saat tak sengaja melewati mereka.
"Dasar Playboy, nggak bisa nggak liat cewek bening dikit"
πππ
Dukung author dengan like,komentar dan Votenya π
__ADS_1
Thanks for reading gaess, Salam hangatβ₯
SUNC π