
πππ
...HAPPY READING β₯...
"Makasih ya sal"
"Aku kalik yang makasih udah di bantuin, eh tapi ntar mobil aku gimana nih tetep nggak bisa jalan dong"
"Tenang aja aku udah telponin temen gue buat kesini bawa bensin buat mobil kamu btw emang kamu mau kemana? "
"aku mau ke butik tante ku"
"Ya udah aku antar ya nanti biar mobilmu temen aku yang bawa ke butik tante kamu"
"Tapi temen kamu bisa di percaya nggak? "
"Bisa lah kamu tenang aja"
"Nah ini temen aku"
"Mana kuncinya sal, biar langsung sama temen aku aja" Sambung Gio
"bro titip mobil temen gue, langsung ikutin gue dari belakang aja"
"Oke siip"
"Ya sudah ayo sal"
Di dalam mobil mereka banyak sekali berbincang hingga tak terasa mobil yang mereka kendarai sudah sampai di Butik tantenya Salsa. Gio pun langsung pamit untuk mengantarkan teman nya setelah menyerahkan kunci mobil salsa.
***
Lain lagi dengan dua sejoli yang seperti sepasang kekasih ini. yah mereka adalah Gilang dan imelda, setelah acara makan di Cafe mereka langsung ingin pulang tepatnya itu adalah keinginan imelda karena ia tak ingin pergi berlama-lama dengan pria lain. Mereka saling berdiam diri, imelda yang fokus menatap jalanan di sampingnya dan Gilang yang fokus pada jalanan di depanya dengan sesekali melirik ke arah Imelda yang nampak asik dengan melamunya. Sampai tak terasa mereka telah sampai di rumah imelda. Imelda pun langsung pamit dan mengucapkan terimakasih. Dari kejauhan terlihat sebuah mobil sedang mengintai mereka.
"Ooh jadi ini rumah tu cewe, emm besar juga ya anak orang kaya dong berarti ya" gumam perempuan itu dalam hati.
"Pak kita ikutin mobil itu ya"
__ADS_1
"Baik mbak"
*****
"loh ini kan arah rumah gue? "
"ini rumah mbaknya ?"
"Iya rumah saya deket sini tapi kita ikutin mobil itu dulu ya pak"
"Baik mbak"
"Lah ini kan rumahnya tante monik, wah jangan bilang kalau itu kak Gilang"
" ini jadi gampang buat gue misahin mereka berdua dong hahaha" gumam perempuan itu dalam hati dengan senyuman yang merekah.
.
.
.
"Iya bi maaf ya bi sore banget tadi habis ngerayain bareng temen"
"Iya gapapa non, tadi tuan nelpon nanyain nona"
"Ha iyakah bi, kok nggak telepon imel aja"
"Katanya sudah telpon nona, tapi sama nona nggak di angkat"
"Masak sih bi, bentar aku cek Handphone ku dulu"
"Ya Allah bi, Handphone nya aku silent jadi nggak kedengaran. Banyak banget lagi bi telepon dari Emir"
"Dia marah nggak ya bi ?"
"Tuan nggak mungkin marah atuh non"
__ADS_1
"hehe aku takut aja bi, ya sudah aku masuk dulu ya bi sekalian aku mau langsung telepon emir nya"
"Iya non"
"emm non"
"Iya bi ? "
"Nanti mau di masakin apa sama bibi? "
"nggak usah repot bi, nanti imel masak sendiri aja"
"ya sudah kalau begitu non, bibi ke dalam dulu ya"
"Iya bi"
Imelda langsung naik ke atas ke kamar nya, ia pun menghubungi emir berkali-kali tapi tidak di angkat. Chatnya pun juga tak kunjung di balas.
"Gimana ini, kok kak emir nggak angkat telepon aku ya"
"Apa dia marah ya atau dia tau aku jalan sama Gilang terus dia cemburu"
"Haduhh, gimana nih"
"Ayo kak angkat dong jangan bikin aku cemas kayak gini"
"Chatku juga nggak di balas lagi"
Imelda merasa lelah sendiri akhirnya ia pun memutuskan untuk mandi dan salat ashar sebelum waktunuya habis.
πππ
Dukung author dengan like,komentar dan Votenya π
Thanks for reading gaess, Salam hangatβ₯
SUNC π
__ADS_1