
...HAPPY READING...
πππ
"Gi apa kau merasa ada yang aneh dengan Samuel" Tanya Raka saat Gio masuk ke dalam ruanganya dengan memberi berkas untuk di tanda tangani sekaligus laporan untuk bulan lalu yang tertunda karena Gio yang di culik itu.
"Entah, kau kan yang bersamanya selama beberapa hari ini bukan ?" Jawab Gio dengan kedikan di kedua bahunya.
"Hmm" singkat Raka.
"Dia lebih banyak diam dan tatapanya begitu dingin"
"Nanti ku tanyakan"
"Dia hari ini ijin tak masuk"
"Kenapa ? tak biasanya. atau dia di cu.... "Opps Gio hampir saja keceplosan mengatakan kebenaran bahwa sebenarnya dua minggu lalu ia tak pergi liburan melainkan di culik oleh orang tua itu. jika mengingat hal itu ia selalu kesal bagaimana orang tua yang sok tahu dan ikut campur urusan nya bahkan asal memaksa dirinya untuk menikahi putrinya yang jelas sekali bahwa Gio tak mengenalnya. sungguh meresahkan. .
"Apa ?"
"Aku lupa jika harus menghubungi mama ku, bahwa aku sudah pulang dari liburan" sahut Gio cepat dengan menunjukan gigi putihnya, sebelum sahabatnya itu mengajukan banyak pertanyaan. dia menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal lalu tersenyum kikuk membuat Raka memincingkan matanya dan menatap curiga sahabatnya itu. Aneh!! itulah yang Raka pikirkan, entah mengapa dua sahabatnya itu aneh beberapa hari ini atau hanya perasaanya saja yang sudah lama tak bertemu dengan kedua sahabatnya ini, entahlah Raka sendiri bingung menyimpulkan nya dan tak mau ambil pusing.
"Ya sudah aku ke ruanganku dulu, Handphone ku ada di sana"
__ADS_1
"Hmm"
***
"Sheena kenapa kau ke ruanganku ? "
"eh Pak Gio maaf saya hanya memberi berkas untuk di tanda tangan tapi pak Gio tidak di tempat" Ucap sheena gelagapan.
"Hmm, mana berkasnya"
"Ini Pak"
"Hmm Pak Gio apa saya boleh bertanya? "
"Apa Pak Gio masih ada hubungan dengan Nona Clara ?"
"Tidak" Sahutnya cepat.
"Itu artinya Pak Gio saat ini sedang sendiri ya ? " Tanya Shena dengan begitu antusias.
"Tidak"
"Ha ? Maksudnya pak?" Tiba - tiba Sheena menjadi linglung sendiri mendengar jawaban Gio yang sedikit ambigu itu.
__ADS_1
"Maksudnya aku memang sudah putus dari Clara, tapi saat ini aku juga sudah memiliki kekasih, nama nya Lessya, bahkan aku berniat menikahinya" Ucap Gio dengan menekan kata "Lessya". Gio sangat paham bahwa sekretarisnya ini mengaguminya sejak awal pertemuan dengan nya namun Gio masa bodo dan tak menanggapinya entah mengapa ia sama sekali tak tertarik dengan wanita di depan nya padahal dia Cantik dan lebih cocok menjadi seorang model dari pada Sekretaris. pikir Gio.
"emmm begitu ya pak, kalau begitu saya permisi ya pak" Sheena keluar dengan menekuk wajahnya kecewa. entah mengapa ia sama sekali tak pernah bisa menarik perhatian Gio.
"Sheena" panggil Gio.
"Iya pak ?"
"Berkasnya tidak kau bawa ?"
"eh iya maaf pak" Ucap Sheena dengan rentetan gigi putihnya.
"Permisi pak" lanjutnya lagi.
"Dasar wanita" gumam nya pelan tanpa bisa terdengar oleh Sheena. karena sekretarisnya itu sudah keluar dan menutup pintu ruangan nya.
"Ah aku sangat merindukan Lessya, akan ku telepon setelah ini." dengan kedua tangan berada di belakang kepalanya dan ia sandarkan pada sandaran kepala kursi kerjanya. sungguh nikmat rasanya bukan.
"Mengapa dulu aku bisa tertarik dengan Clara si cewek bar bar itu ya"
"Aiiishh menyebalkan jika harus mengingat nya, untung saja wanita gila itu sudah tak menggangguku lagi. tau begitu kan dari dulu saja aku mendekati Lessya, lagian mereka kan sudah lama tak bersahabat"
"Lessya itu lembut, tidak seperti Clara huffft". Setelah asik bergumam dengan dirinya sendiri Gio pun melanjutkan pekerjaanya lagi dan akan menghubungi kekasihnya setelah pekerjaanya selesai. ia berencana akan mengajak Lessya berjalan - jalan sebelum dirinya pergi ke Bogor.
__ADS_1