Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Ajakan makan malam


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€


...HAPPY READING β™₯...


Tepat pukul 5 pagi imelda sudah berada di dapur meskipun hari ini ia kuliah agak siang jam 9 namun ia akan tetap memasak pagi agar dapat menghindari Emir. Sebenarnya ia ingin meminta maaf soal semalam yang melanggar janjinya tapi entah mengapa ia masih malu jika harus berpapasan dengan pria itu, bayangan saat ia melihat aset milik pria itu yang terpapang jelas di matanya seketika membuat rona merah di pipinya, segera ia mengenyahkan pikiran kotor itu. Dan kembali fokus untuk mengambil bahan di kulkas untuk di masaknya, namun suara seseorang menghentikan tangan nya yang hendak menyentuh kulkas lalu ia pun berbalik badan dan pandangan mata mereka saling beradu hingga beberapa menit, dengan cepat imelda membuang pandanganya ke arah lain untuk memutus pandangan mereka dan menggigit bibirnya untuk menghilangkan gugup yang sedang menyerangnya.


"Pulang Jam berapa kamu semalam ? "


"Kenapa kamu hanya diam ? ku tanya sekali lagi, pulang jam berapa kamu semalam imelda ? "


"Maaf aku pulang telat tuan" lirih imelda sambil menundukan kepalanya dan meremas ujung bajunya.


"Angkat kepalamu!! " titah pria itu dengan tegas. Imelda mengangkat kepalanya dan dapat ia lihat mata pria itu menatapnya tajam.


"Kamu janji untuk pulang jam berapa ?"


"Sebelum makan malam tuan, maaf" cicitnya. "Semalam aku terlalu asik bercerita dengan temanku sehingga tak ingat waktu tuan, sekali lagi maaf tuan saya bersalah" mohon imelda dengan mata yang sudah berkaca kaca, sungguh ia tak ingin di pecat ia sudah nyaman dengan pekerjaanya ini di tambah orang orang disini sangat baik begitu juga atasanya.


"Aku akan memaafkanmu tapi ada syaratnya"


"Apa itu tuan? "


"Temani aku seharian ini di kantor "


"Tapi tuan aku ada kuliah pukul 9 nanti"

__ADS_1


"Ijin dulu aku tidak menerima penolakan imelda, ini salahmu yang melanggar aturan"


"Tuan aku ini kuliah atas beasiswa, jika aku tak masuk itu bisa mencoreng absensiku dan bisa~bisa beasiswaku di cabut tuan"


"Aku bahkan bisa membiayai kuliahmu hingga selesai!! "


"Tidak perlu tuan, aku bisa bekerja di sini saja sudah sangat bersyukur"


"Baiklah itu artinya kau harus mengganti dengan syarat lainya, dan aku memintamu untuk menemaniku makan malam di luar hari ini" Ucapnya tak terbantahkan.


"Baiklah, jika itu saya bisa tuan" ucap gadis itu dengan senyuman manisnya dan itu berhasil membuat dada emir bergemuruh tak tentu.


"Baiklah, Pukul 7 malam kita akan berangkat. Dandalah yang cantik"


"emm baik tuan" seketika rona merah menyembul di kedua pipi gadis itu.


"Hmm silakan, aku akan menunggu di sini dan buatkan aku teh hangat ya"


"Siap tuan"


*


*


*

__ADS_1


Los Angeles


Raka terus berjalan cepat menghindari perempuan yang sedari tadi mengejarnya, sungguh membuat moodnya hancur saat ia harus memulai mata kuliahnya namun bertemu dengan seorang gadis yang katanya mengidolakanya bahkan gadis itu mengklaim bahwa Raka adalah kekasihnya pada teman~teman juga seluruh orang yang ada di kampusnya. Menjijikan !! Itulah pikir raka.


"Geez!! crazy girl" umpat pria itu dengan frustasi. jika begini caranya ia bisa tidak fokus belajar dan kuliah.


"Raka wait"


"oh my god he's chasing me, i'm going crazy for a long time here" gumam raka.


"Raka stop"


"Why? "


"can you not bother me ?" lanjut Raka lagi


"can't because I love you"


"I already have a lover in Indonesia, can you understand ?"


"don't let me embarrass you by bringing my lover here, I don't play clara!!" tegas pria itu dengan sorot mata yang tajam menatap kedua mata gadis di depan nya.


"okay I won't bother you anymore, hope you're happy"


"Thanks"

__ADS_1


***


Thanks for reading β™₯


__ADS_2