Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Cara Terakhir


__ADS_3

...HAPPY READING ♥...


🍀🍀🍀


Seorang pria duduk dengan menyandarkan tubuhnya di kursi kebesaranya, menopang dagunya dengan tangan kanan dan tangan kirinya mengetuk bolpoin di meja kerjanya. ia sedang memikirkam bagaimana menaklukan perempuan, ia sudah mencari informasi di mbah google tapi caranya sangat lebay tidak cocok untuk dirinya yang begitu kaku. bertanya dengan sahabatnya, Gio justru malah akan di tertawakan.


"Bagaimana ya caranya?"


"Dia saja hanya menganggapku seorang putra tidak lebih"


"Apa aku harus melakukan cara itu?"


hhhffttt terdengar helaan berat nafas pria itu, cara terakhir yang akan ia lakukan sebenarnya sangat extrem, tetapi itu satu - satunya cara untuk mendapatkan pujaan hatinya. ia sadar ia egois apalagi gadis itu adalah istri ayahnya sendiri tetapi mengingat perjuangan untuk sampai ke titik sekarang dan semangat yang besar hingga ia mampu untuk berdiri sendiri mendirikan perusahaan yang jelas tidak mudah, persaingan dengan banyaknya perusahaan di negara bahkan dunia, jatuh bangun pernah ia lewati bersama kedua sahabatnya. Namun ketika mengingat gadisnya ia akan kembali bangkit dan bersemangat. sudah cukup dirinya menahan diri dan tersiksa dengan pikiranya sendiri selama hampir 4 tahun ini, tak peduli jika usianya lebih muda dari gadisnya itu, karena sebuah hubungan tidak perlu mempermasalah usia bukan?


hampir 4 tahun gadis yang sangat ia cintai, yang menjadi cinta pertamanya memenuhi isi pikiran nya. Bahkan Raka lebih memilih untuk tidur agar bisa tenang dan tak memikirkan gadis itu. sungguh ironis saat mencintai seseorang namun sangat jauh untuk di gapai dan kali ini ia mendapat kesempatan itu yang mungkin tak akan terulang untuk kedua kalinya.


Dengan senyum smrik dia menelpon seseorang memintanya menyiapkan segala rencana yang sudah ia susun sedemikian rupa. malam ini yah, malam ini ia akan membuat rencana itu berhasil. sudah sekian lama dan ia sangat menantikan dimana gadis itu menjadi miliknya.


"Hallo" terdengar suara lembut menyapa indra pendengaranya, suara yang selalu membuat hati dan jantungnya berdebar dan tersenyum tidak jelas.


"Kau sedang apa ?"


"Aku baru selesai membantu karyawan ku, karena hari ini banyak sekali pesenan"


"Wah benarkah, sepertinya Toko kue mu semakin ramai saja. Apa kau tidak berniat membuka cabang hmm?"


"Akan ku pikirkan"

__ADS_1


"Aku ingin bertanya sesuatu?"


"Boleh, tanya saja"


"Apa kau sore ini ada Acara ?"


"Tidak, kenapa?"


"Aku ingin mengajakmu menonton pameran seni"


"emm boleh. Jam berapa ?"


"Sepulang kerja aku akan langsung menjemputmu jadi bersiaplah"


"Baiklah aku nanti akan bersiap"


"Kalau begitu aku tutup telepon nya dulu ya, kamu beristirahatlah dulu"


"Baik"


Setelah melakukan panggilan telepon dengan gadis pujaan hatinya kini ia kembali berkutat dengan laptop dan berkas yang ada di depan matanya. meneliti setiap berkas yang akan ia bumbuhi tanda tangan juga mengecek beberapa kinerja dari setiap bagian petinggi perusahaan yang ada. ya dia lebih senang memastikan semua sesuai keinginanya, ia tak ingin ada kesalahan sedikit saja.


Tak terasa menit berganti jam dan kini waktu sudah menunjukan hampir pukul 5 sore, ia mengambil Handphone lalu mengirimkan pesan pada seseorang untuk bersiap. Setelahnya ia membereskan beberapa berkas lalu bersiap untuk membersihkan diri dulu baru pulang namun saat baru saja berdiri pintu di buka dengan kasar membuatnya sedikit terhuyung ke belakang karena terkejut, siapa lagi pelakunya jika bukan bocah tengil tetapi tampan, yah orang itu adalah Gio yang selalu masuk tanpa mengetuk pintu dan ijin seseorang yang berada di balik pintu.


"Kebiasaan" Sebal Raka dengan tangan masih memegang dada nya karena terkejut. sedangkan si penyebabnya hanya cengar cengir bak orang yang tidak bersalah.


"Ayo kita ke rumah Samuel"

__ADS_1


"ngapain ? bukan nya loe bilang dia di singapura?"


"Ya barangkali udah balik, gue telepon masih nggak aktif"


"loe sendiri aja, gue ada urusan"


"urusan apaan?"


"Kepo loe"


"Dah mending lo anterin sheena balik"


"Nah ngapain nganterin dia, ogah gue sama ulet keket" dengus Gio sebal.


"Ya sudah sana balik, keburu tu orang muncul atau udah nangkring di mobil loe kayak waktu itu hahaha"


"Kurang ajar loe"


"Hahahaha, buruan sana"


"Iye iye bawel"


"Syukurlah tu anak nurut biasanya tetep kekeh hihi" gumam Raka terkekeh.


"Saat nya menjalankan rencana" senyum licik tercetak di wajah tampan Raka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2