
...HAPPY READING♥...
🍀🍀🍀
"Maksudnya?"
"Ya buatlah sesuatu agar kita terikat"
"Aku nggak ngerti apa yang kamu maksud?"
"Jadilah istriku"
"Apa kamu gila Raka, aku mama tirimu. aku sudah menikah dengan ayahmu"
"Lalu di mana sekarang ayahku? meninggalkan istrinya dengan anak tirinya begitu"
"Kenapa diam saja ? kamu nggak bisa menjawab bukan ?"
"Apa menurutmu, ayahku menganggapmu penting? buktinya ia malah pergi meninggalkan kamu hingga selama ini"
"Diam!!" Teriak gadis itu. pertama kalinya ia berteriak dan marah. ia marah karena apa yang dikatakan Raka mungkin ada benarnya. Jika Emir suaminya menganggap nya penting sudah pasti ia akan mengajaknya terbang ke Turki atau mungkin menyusul dan membawanya kesana bukan malah meninggalkan ia sendiri di rumah mewah dan besar namun terasa sunyi baginya.
"Kenapa? kau tidak terima jika yang ku katakan ini benar hmm"
"Cukup!!! aku bilang diam, aku ingin pulang"
"Pulang saja jika kau bisa" senyuman licik menghiasi wajah tampan Raka saat nya mulai bermain dengan gadis pujaan hatinya. Imelda berusaha membuka pintu namun tidak bisa karena di kunci, ia berteriak tetapi tak ada tanda - tanda orang akan datang padahal ini baru pukul 7 malam lebih 10 menit.
"Percuma jika kau berteriak sayang, kamar ini sudah ku beri peredam suara agar apa yang ada di dalam sini tidak terdengar hingga ke luar"
__ADS_1
"Itu artinya kau sudah merencanakan ini"
"Ya kau sungguh pintar, tak salah jika aku jatuh cinta padamu"
"Jatuh Cinta?"
"Iya sayang apa kau tak merasa bahwa aku ini sangat mencintaimu, bahkan aku yang lebih dulu mencintaimu dari pada ayahku"
"Omong kosong"
"Kamu nggak percaya?"
"Untuk apa percaya denganmu, kita bahkan baru bertemu beberapa minggu lalu dan kamu bilang kamu lebih dulu mencintaiku. omong kosong apa yang kamu katakan"
"Apa kamu nggak ingat kejadian 3 tahun yang lalu, tepatnya saat kamu masih smk ada seorang anak smp yah dia kelas 3 dia mengungkapkan rasa cintanya padamu. Coba kau ingat kembali"
"Bagaimana kau ingat? Aku rasa kau memilki daya ingat yang bagus jadi tidak mungkin jika kau tidak ingat"
"Aku ingat, lalu hubunganya denganmu apa?" ia berharap pria kecil itu bukanlah Raka. lagian itu sudah bertahun lama nya harusnya cinta monyet seperti itu sudah hilang bukan.
"Jelas ada, karena pria itu adalah aku"
"Jadi itu kau, itu hanyalah cinta monyet seharusnya kau tak berlebihan begini"
"Cinta monyet hahaha?" Ulang Raka.
"Jika itu cinta monyet tak mungkin aku mengejarmu hingga membawamu kesini untuk menjadikan kau miliku"
"Apa ayahmu tau ini?"
__ADS_1
"Tentu saja tidak, ayah selalu sibuk dia tidak pernah tau tentangku bahkan"
"Ayahmu akan sangat marah jika ia tahu kau menyukaiku"
"Apa aku peduli? atau mungkin ia malah merelakanmu untukku karena ia lebih menyayangi putranya dari pada perempuan asing yang baru saja menjadi istrinya"
"Omong kosong" sinis Imelda.
"Buka pintunya sekarang!!"
"Wow kau memperintahku hahaha"
"Raka ku mohon bukalah pintunya dan biarkan aku pergi"
"Jika aku tidak mau"
"Aku akan melompat lewat balkon kamar ini"
"Coba saja jika berani kita ada di lantai paling atas lantai 11"
"Apaa?" Imelda membulatkan matanya lantai 11 ? lantai 5 yang pernah ia liat sewaktu magang saja sudah setinggi itu lalu bagaimana dengan lantai 11, ia susah menelan saliva nya, Nyalinya tiba saja menciut membayangka ketinggian gedung ini.
"Bagaimana kau masih berani?" tanya Raka dengan senyuman mengejek.
"Ya aku masih berani, lebih baik aku mati dari pada harus menjadi istrimu"
"Wow kau sungguh gadis pemberani rupanya. kalau begitu lompatlah aku akan melihatnya"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1