Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Adelia Putri Dirgantara


__ADS_3

HAPPY READING โ™ฅ


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


"Lo nggak balik? "


"Lo ngusir gue ?"


"Biasa aja kali, maksud gue kan juga baik. biar bisa akrab sama mama tiri lo. hahaha" Gio tertawa dan berlalu masuk ke dalam kamar sebelum mendapat amukan Harimau yang sudah mengeluarkan tanduknya.


.


.


.


Hiks hiks hiks..


"Syukurlah tuan sudah datang, non Adel dari kemarin mengurung diri di kamarnya tuan, dia tidak mau makan sama sekali atau pun berhenti menangis"


"Memang apa yang terjadi dengan putriku bi?


Aku baru satu minggu meninggalkanya ke Jepang untuk urusan bisnis tapi apa ini, aku malah mendapati laporan putriku yang mengurung diri selama dua hari"


"Maaf tuan saya juga tidak tau, nona tidak mau bicara tuan"


"Baiklah, biarkan aku masuk"


"Silakan tuan, ini kunci cadangan nya tuan"


"Makasih bi"


"Saya permisi tuan"


"Iya"


Ceklek


Arga Dirgantara ayah dari Adelia Putri Dirgantara. Ia masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dapat ia lihat putri semata wayangnya meringkuk di balik selimut yang menutupi hingga kepalanya. Ia berjalan perlahan mendekati putrinya, duduk di ranjang tepat di samping putrinya. Di buka selimut itu, dapat ia lihat putri semata wayangnya kini dengan mata yang sembab sedang meringkuk, rambut yang acak-acakan dan penampilan yang berantakan. Ia mengelus puncak kepala putrinya dengan sayang membuat gadis itu terlonjak kaget dan menatap ayahnya.


"Ayah" panggil gadis itu dengan lirih.


"Apa yang terjadi dengan putri ayah hmm ?"


"Bukankah ayah harusnya masih di jepang ya ? Ayah kan dua minggu di sana?" bukanya menjawab gadis itu malah memberikan pertanyaan lain untuk ayahnya.


"Menurutmu? setelah ayah mendengar kamu mengurung diri di kamar apa ayah bisa fokus bekerja hmm ?"

__ADS_1


"Maaf ayah" lirih adelia.


"Tidak masalah sayang, lagian di sana ada asisten Johan yang menghandelnya. Sekarang beritahu ayah apa yang terjadi ? Mengapa kamu mengurung diri di kamar selama dua hari ini hmm? "


"Aku tidak apa-apa ayah"


"Jangan bohong sayang, kamu itu tak pandai berbohong"


"Tapi ayah ak...... "


"Ceritalah nak, jangan membuat ayahmu ini khawatir hm" Potong Arga yang tau putrinya hendak berbicara apa.


"Ayah aku mencintai seseorang, sudah lama aku memedam nya, rasanya aku hampir gila jika terus memendam nya selama ini dan terus menerus. satu minggu yang lalu aku bertemu dengan nya yah, itu semakin membuat apa tidak bisa untuk tidak memkirinya lagi" ucap adelia dengan pandangan mata yang lurus ke depan dengan ekspresi wajah yang sendu.


"hmm jadi putri ayah ini sedang jatuh hati, berapa lama kamu memendamnya selama ini sayang ? kenapa kamu tidak menyatakanya saja jika memang itu di perlukan. agar membuat Hatimu lega, lagi pula kau jarang bertemu denganya kan? "


"Selama 3 tahun ini ayah, saat aku masih SMP kami satu sekolah ayah. Aku sudah melupakanya karena kami juga tak satu smk dan ku kira aku bisa melupakanya tetapi ternyata sulit ayah, bayanganya selalu muncul. Dan seminggu yang lalu aku bertemu dengan nya, kami mengobrol dan aku mencoba mengutarakan perasaanku ayah tetapi dia malah marah padaku"


*


*


Flasback on..


"Samuel"


"Samuel itu benar kau kan ? Apa kau tak mengenaliku? "


"Kau kenal dengan ku" Ucap pria itu menoleh ke belakang tanpa membalikan tubuhnya.


"Ya, aku Adel"


"Adel? "


"Adelia putri dirgantara temanmu SMP, kau sungguh tidak ingat aku ?"


"ah kau, kutu buku itu ya. benar kan"


"heemm"


"Ada apa? "


"Tidak apa, hanya sekedar menyapamu"


"Ooh, ya sudah nggak ada yang perlu di bicarakan lagi kan, aku pergi dulu"


"Hemm tunggu sam, aku ingin mengobrol sebentar denganmu"

__ADS_1


"Oke, kita duduk di taman sana saja"


"Baiklah"


***


"Mau bicara apa ? jangan berbasa basi waktu ku tidak banyak? " Ucap samuel dengan nada angkuh dengan kaca mata hitam yang masih bertengger di matanya.


"hmm samuel maaf jika ini mungkin akan membuatmu terkejut namun aku hanya ingin menyampaikan saja dan tidak berharap apapun"


"Hmm katakanlah"


"emm sam aku mencintaimu" Ucap Adelia dengan sedikit menggigit bibir bawahnya menahan rasa malu nya. dia hanya ingin membuat hatinya lega dengan perasaan yang sudah bertahun tahun hinggap di hatinya.


"hahahahahha, kamu sangat lucu. Seharusnya kamu berkaca jika ingin jatuh cinta pada anak popularitas sepertiku"


"Ku beri tahu ya gadis sepertimu sungguh tak pantas untuk ku, paham kan!!"


"Sudah membuang waktuku saja" Lanjut samuel dengan nada bicara yang ketus dan mendorong bahu adelia dengan kasar hingga gadis cantik itu hampir saja terhuyung ke belakang jika saja tanganya tak berpegangan pada pinggiran kursi itu.


Flasback off..


.


.


"Ayah paham, sekarang kamu bersihkan dirimu dan makan yang banyak. ayah akan mencari pria itu untuk kamu" ucap pria paruh baya itu dengan sedikit kesal, kesal terhadap pria yang sudah kasar terhadap putrinya itu.


"Ayah serius? tapi nanti kalau dia makin marah dengan adel bagaimana ayah ?"


"Tenang saja sayang, itu tidak akan terjadi oke"


"Ayah hanya perlu alamat rumahnya saja, kamu berikan ya"


"Baiklah ayah, Terimakasih. Adel sayang ayah"


"Nah kalau tersenyum seperti itu kan kamu terlihat makin cantik sayang. Sudah sana bersihkan dirimu"


"Siap ayah"


...----------------...


Setelah Adel memberikan alamat rumah pria itu, gadis itu segera bangkit dan membersihkan diri lalu ia langsung menuju dapur untuk makan seperti yang ayahnya perintahkan, selain itu juga perutnya sudah sangat lapar, ternyata mogok makan selama dua hari cukup meresahkan hingga kini perutnya terasa sangat perih.


...****************...


Thanks for reading gaess๐Ÿ’ž

__ADS_1


__ADS_2