Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Studio Mini


__ADS_3

...HAPPY READING♥...


🍀🍀🍀


Setelah dua minggu berada di rumah yang menurut Gio bagai penjara, karena ia terus di kurung tanpa di ijinkan keluar barang sebentar saja. kini ia dalam perjalanan menuju Apartemenya tentu saja istrinya ikut serta, meskipun kampus tempat istrinya kuliah itu jauh dari Apartemen nya tapi dia masa bodo, karena ia juga tak mengajak ataupun melarang istrinya untuk ikut dengan nya. Di dalam mobil hanya ada kesunyian di mana mereka duduk di jok belakang dengan di kemudikan oleh Sopir pribadi dari Pak Arga mertuanya, sedari tadi wajah Gio di tekuk dan aura dingin pun terasa di dalam mobil. Adel tak berani bicara karena ia tak ingin sopir pribadi ayahnya tau jika nanti Gio bicara dengan ketus pada nya bisa - bisa melapor pada sang ayah, sehingga ia memilih diam dan memejamkan matanya.


Besok ia juga akan mulai kuliah entah nanti bagaimana berangkatnya, sebenarnya ia juga bingung karena Apartemen Gio yang letaknya begitu jauh dari Kampus tempat ia kuliah. meminta Gio mengantarkan ia sendiri tidak yakin, mana mau dia mengantarkan itulah pikir Adel. meminta sopir pribadi ayahnya juga lebih tidak mungkin karena itu akan membuat ayahnya khawatir mengenai dirinya. ternyata memaksa seseorang untuk berada di sisi kita dan mencintai kita itu adalah hal yang salah hingga ia harus terjebak di pernikahan dengan seorang pria yang tidak ia kenali. meskipun jujur dalam lubuk hatinya bahwa pria yang sekarang juga sedang memejamkan matanya itu sebenarnya pria yang baik dan perhatian ia hanya berbicara kasar tetapi ia tak pernah sekalipun bermain fisik menghina pun juga tidak pernah, ia mensyukuri akan hal itu. Dan ia percaya dengan pilihan ayahnya ini.


.


.


.


Setelah makan malam selesai Raka mengajak Imelda untuk menonton film di studio mini rumahnya, tentu saja dengan banyaknya cemilan yang sudah ia siapkan sendiri. Imelda yang bingung akan melakukan apa setelah makan malam pun menerima ajakan Raka agar ia juga bisa lebih dekat dengan Raka.

__ADS_1


"Kau ingin menonton film apa?" Tanya Raka saat mereka sudah di dalam studio dan beberapa Cemilan juga minuman yang sudah tersaji di atas meja.


"Film Action sepertinya bagus"


"Good kau sepemikiran denganku"


"Ku kira kau akan menonton film romantis atau mungkin film horor" lanjut Raka


"Aku tidak terlalu menyukai film yang bergenre romantis dan aku pun juga takut jika menonton film horor. jadi Film Action tidak lah buruk, aku sudah menyukainya sejak SMP"


"Kalau itu tentu saja"


"Perempuan itu memang aneh"


"Itu bukan aneh"

__ADS_1


"Itu nama nya aneh"


"Sudah ku Bilang itu tidak aneh"


"Terserah kau sajalah, berdebat dengan perempuan itu hanya percuma"


"Bilang saja kalau kau tidak bisa berkata lagi iya kan"


"ya ya terserah kau" lantas mereka tertawa bersama, merasa lucu dengan berdebatan yang baru saja terjadi. sejenak Raka memandangi wajah teduh nan Ayu itu tawa yang tak pernah berubah dari beberapa tahun yang lalu, yang juga pernah ia lihat bahkan ia masih menyimpan potret foto Imelda sewaktu SMA yang ia foto secara tersembunyi. dan hampir saja ketahuan oleh guru matematika yang terkenal killer di sekolahnya, kala itu saat Pelajaran beliau, diam diam Raka melihat foto itu sambil tersenyum sendiri membuat Pak Leo menghampiri dan menarik satu telinganya membuat ia malu sekaligus geli secara bersamaa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


🍃🍃🍃


Gimana nih gaes menurut kalian, kira - kira bakal ada feeling dari keduanya atau hanya Raka aja nih. Yuk simak ceritaku sampai selesai ya 😘

__ADS_1


__ADS_2