
Happy Reading♥
🍀🍀🍀
"What? mana bisa begitu om. aku ini kerja bukan pengangguran om" ketus nya kesal.
"Aku sudah mengizinkan pada Sekretarismu dan Bosmu Raka bukan ?"
"Dari mana om tahu? " Tanya nya Heran.
"Kau tidak tau mertua mu ini hmm, Arga Dirgantara"
"Arga Dirgantara? " gumamnya pelan.
"Jadi Om pemilik AD grup? "
"Kau benar menantu, kau memang cerdas"
"Jangan memanggilku begitu, kedengaranya tidak enak sekali" Ketus nya.
"hahaha, sebentar lagi makan malam. Lebih baik kau bersihkan dirimu lalu bergabung untuk makan malam bersama. Jangan menolak"
"Dan satu lagi.... " Lanjut Arga namun belum juga ia menyelesaikan, ucapan nya sudah di potong oleh Gio.
"Apa? "
"Kau jangan menyakiti putriku, sekarang dia ini istrimu"
"Aku sudah memiliki kekasih om, bagaimana dengan nya ?"
"Tinggal kau Putuskan saja, mudahkan"
"Sembarangan, dasar orang tua" Sungut nya kesal.
"Pakaian gantiku mana, kau menculik ku tetapi barang barangku tak kau siapkan di sini juga dasar"
__ADS_1
"Hei bicara yang sopan, aku mertuamu"
"Sejak kapan kau jadi mertuaku"
"Buruan siapkan" imbuh Gio lagi.
"Dasar menantu kurang ajar"
"Sayang kau siapkan pakaian ganti untuk suami mu ini, ambilah dulu pakaian nya Daffa sepupu kamu, nanti ayah yang akan mengatakan pada Daffa"
"Baik ayah"
***
Gio sudah membersihkan dirinya, ia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan Handuk sebatas pinggang. Lalu ia menghampiri istrinya yang sedang asik membaca buku di sofa tanpa menyadari dirinya yang sudah berada di depan nya.
"Mana pakaian gantiku" Ketus Gio.
"Astaga, itu di atas ranjang" Ucap Adelia dengan tangan nya menunjuk ke arah di mana pakaian ganti Gio berada dan menundukan pandanganya karena ia merasa malu ketika melihat pria yang hanya mengenakan Handuk sebatas pinggangnya saja. Karena ini merupakan pengalaman pertama untuknya, selama ini ia tak pernah berpacaran apalagi dekat dengan pria mana pun. Setiap ada yang mendekati entah mengapa ia merasa risih dan juga aneh.
.
.
"Ayo aku sudah lapar"
"eh iya"
"Kau suka membaca buku? "
"emm iya"
"Apa di rumah ini ada ruang baca yang menyediakan berbagai macam buku ?"
"Ada, kau ingin melihat ?"
__ADS_1
"Ya aku ingin lihat, aku juga sangat suka membaca buku" Ucapnya Antusias. Seolah ia lupa bahwa orang yang berada di sampingnya adalah orang yang menurutnya menyebalkan.
"Nanti setelah makan malam saja ya"
"Boleh"
"Di sana ada buku apa aja? "
"Banyak sekali, ada tentang dunia bisnis, kesehatan, komik, Novel banyak nanti kau akan tahu jika sudah di sana"
"Aku tidak sabar" Ucapnya seraya tersenyum dengan menatap Adelia sekilas. Entah mengapa Adelia merasa seolah tersihir oleh senyuman itu. Wajah yang sedari pagi di tekuk bahkan terkesan dingin kini tersenyum padanya.
"Kalian sedang membicarakan apa?"
"Om Kepo, ini urusan anak muda"
"Semoga dia tidak akan menyakiti putriku dan mereka secepatnya bisa saling jatuh cinta" gumam Arga dalam hati sambil tersenyum tipis melihat putrinya dan menantunya sudah terlibat obrolan.
"Om kenapa melamun, makan om. Udah di mulai kan. Gue makan duluan kalau gitu om"
"Ck dasar tidak punya sopan santun"
"Om yang tidak sopan, asal menikahkan pria yang sudah berpacaran"
"Kau ini ada saja jawabanya, lagian biasanya itu kata Beristri mana ada kata Berpacaran"
"Nah itu ada"
"Sudah ayah, kita kan lagi di meja makan lebih baik makan dulu saja. Mengobrolnya nanti saja di ruang keluarga"
"Siapa juga yang mau mengobrol dengan orang seperti dia" sahut Gio.
"Kau..... " geram Arga
"Ayah"
__ADS_1
"Hmm baiklah, ayah yang mengalah"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...