Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Di Relung Hati Raka


__ADS_3

...HAPPY READING♥...


🍀🍀🍀


Setelah puas menangis Imelda keluar dengan sedikit menyeret kedua kakinya, rasa perih dan tidak nyaman di area pangkal pahanya lah yang membuat nya terpaksa menyeret kakinya. Pemandangan itu tak luput dari mata tajam seorang pria muda yang sedari tadi mengamati gerak geriknya. ia sengaja menunggu gadis itu eh ralat wanita itu sampai mendapat kendaraa umum nantinya.


Meski dengan tatapan aneh dari beberapa orang, Imelda tetap melanjutkan langkahnya. ya walaupun sejenak ia berhenti karena merasa kurang nyaman dengan pangkal pahanya..


Raka masih setia mengikuti wanita itu hingga wanita itu masuk ke dalam sebuah taksi, tanpa merasa curiga sedikit pun ia langsung berjalan menuju ke mobilnya dan menjalankanya menuju Apartemen sahabatnya Gio.


...----------------...


"Nona kita mau ke kemana ya?"


"Nona" Panggil sopir taksi, karena melihat Imelda yang melamun dengan tatapan kosong.


"Jalan saja dulu pak"


"Baik Nona"


...****************...


Ting Tong..


Ting Tong...


"Aiishh siapa sih, ganggu orang istirahat aja"


Gio berjalan dengan kantuk yang mendera, dengan kesal ia berjalan menuju pintu ia terus menggerutu tidak jelas. saat membuka pintu ternyata sahabat nya datang dengan wajah penuh frustasi.


"Ngapain sih kesini ? masih pagi juga nangkring di rumah orang"


"Serah loe, gue masuk"


"Belum juga di suruh masuk udah maen nyelonong aja"


"Haus, loe ada minuman apa selain air putih"


"Wah loe bener-bener udah kayak si Samuel aja"


"Buru gue haus"

__ADS_1


"Bentar, loe bentaran aja kan ye di sini. karena nanti siang gue mesti cabut ke Bogor buat cek pembangunan Hotel gue."


"Iya iya bawel"


***


"Adel kamu jangan keluar dulu ya"


"Tapi aku laper haus juga"


"Aku bakal ambilin kamu Roti, buah dan minuman jadi tunggu di sini oke"


"Memangnya ada apa sih?"


"Di luar ada temanku, kamu tau kan dari keluarga atau pun temanku nggak ada yang tau tentang pernikahan kita"


"Jadi ku mohon di sini dulu ya" Lanjut Gio terus membujuk istrinya agar mau menuruti keinginan nya, sedang Adel memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat banyak permintaan.


"Tapi ada syaratnya"


"Ha? Apa buruan" Ketus Gio. sedang mode kesal malah di tambahin kesal. Pikir Gio.


"Idiih gitu aja ngambek"


"Iya iya. Pertama setelah kamu dari Bogor kita adakan honeymoon..... "


"Ngapain sih pakai Honeymoon, kita kan beda dari pasangan lainnya Adel" Protes Gio pada ucapan Adelia yang sebenarnya belum selesai.


"Aku belum selesai bicara"


"Hmm"


"Kedua setelah dari Honeymoon aku ingin kamu mengantar dan menjemputku saat kuliah juga berpergian"


"Apa apan itu, kamu jangan memanfaatkan situasi ya Adel" Geram Gio.


"Syarat yang aku ajukan itu bukan hal - hal yang aneh kan. Jadi?" Ucap Adelia dengan menaik turun kan alisnya.


"Iya iya, tapi ingat jangan keluar juga jangan menimbulkan suara apa pun. sampai kamu berisik dan teman aku curiga. maka aku juga tidak akan mengajakmu pergi termasuk perjanjian awal kita. Paham?"


"Iya aku paham. Sudah sana temui teman mu, Nanti dia Curiga."

__ADS_1


"Hmm"


***


"Nih Soft drink doang adanya"


"Thanks, nggak masalah dan kenapa loe lama banget?"


"Kepo Loe"


"Oh iya Samuel gimana, sudah bisa di hubungi?" Tanya Gio dengan mode Serius menatap Raka.


"Sama sekali tidak aktif"


"Tumben"


"Loe ngerasa ini aneh nggak sih, sekalipun dia liburan, dia nggak pernah matiin Handphonenya sampai nggak bisa di hubungi kek gini"


"Hmm gue juga ngerasa ada yang aneh"


"Dia di Singapura kan loe bilang?" Tanya Raka lagi.


"Hmm dari Hasil penyeledikan gue sama Radit sih gitu"


PUK


Satu bantal mendarat tepat di wajah Tampan Gio, membuat sang korban menggerutu tiada henti.


"Loe bener - bener ya, bilang kek kalau mau ngelempar bantal"


"hahahah Lagian loe sok sih, Penyeledikan kayak apa aja"


"Sudah sana loe balik"


"Keterlaluan loe, gue belum cerita apapun udah loe suruh balik aja"


"Lagian loe yang dateng di waktu yang salah"


"Loe kira lagunya Fiersa Besari Waktu yang salah"


"Hahahahahah" Keduanya tertawa bersama dengan obrolan dan tingkah mereka yang absurd namun sayang kurang lengkap karena tak ada nya Samuel di antara mereka.

__ADS_1


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2