Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Kembali 2


__ADS_3

...HAPPY READING β™₯...


πŸ€πŸ€πŸ€


"Gimana Emir sudah menghubungimu"


"Sudah" jawab imelda lesu.


"Lalu? kenapa kamu keliatan nggak semangat gitu? "


"Aku nggak tau cara berpikirnya, dia egois aku benci"


"Hei hei kamu jangan gitu, kalian kan baru menikah mungkin kamu belum terbiasa"


"Aku sudah sering bersamanya bahkan kami tinggal satu rumah ca"


"Hanya tinggal bersama bukan terikat hubungan kan"


"Hmm iya sih"


"Lalu kapan ia akan pulang? "


"ia belum tau"


"Maksudnya? "


"Ayahnya belum melewati masa kritisnya Mas Emir belum bisa tenang, makanya ia memutuskan untuk tinggal sementara di sana"


"Apa dia beneran serius tidak mengajakmu? "


"Sudah ku bilang bukan, aku tak tau cara berpikirnya. mengapa aku tak boleh ikut bahkan menyusulnya" ujar nya dengan nada kesal.

__ADS_1


"Ya sudah biarlah, mau gimana lagi nggak mungkin kan kalau kamu menyusulnya kesana sedangkan kamu tidak tau rumahnya, Kota Antalya itu luas sayang"


"Iya aku tau, aku juga tak ingin menyusulnya kalau bukan ia yang meminta. karena aku sudah menawarkan diri tetapi kau lihat kan"


"Dan lihatlah ini, ia menelpon ku terus tapi tak ku angkat, dia juga mengirimkan pesan bahwa putranya akan kembali. aku tidak peduli"


"Jangan seperti itu, aku tau kau kecewa tapi jangan acuh seperti ini"


"Aku hanya ingin mengetesnya saja, apa yang akan ia lakukan jika aku mengacuhkanya"


"ya ya terserah kau sajalah, kau itu memang keras kepala"


.


.


.


flasback off


Raka telah tiba di indonesia senyum merekah menghiasi wajah tampan nya, di bukanya kaca mata hitam yang melekat di matanya lalu di letakan di kaos kemeja begitu saja. lalu ia berjalan keluar Bandara untuk menemui sopir yang sudah di tugaskan untuk menjemputnya di Bandara. Sejenak Raka berhenti dan menghela nafas panjang.


"Ahhh l coming indonesia"


"Aku juga datang untukmu imelda l love you" imbuhnya lagi dengan semangat, lalu melanjutkan perjalanan nya tanpa memperdulikan tatapan heran dari orang di sekelilingnya karena melihat dia berbicara sendiri.


***


"Den raka"


"bibi"

__ADS_1


"Den raka apa kabar, sekarang sudah besar ya tinggi, tampan lagi"


"ah bibi bisa saja, nanti aku terbang lho. makasih buat pujianya ya bi"


"Sama-sama den, den raka mau di bikinin minum apa atau sama makanan sekalian. pasti lapar kan? "


"ah bibi ini memang yang terbaik paling mengerti aku"


"Tentu atuh den"


"Tapi buatkan aku minum saja bi, aku belum ingin makan, bikinin kopi kesukaan raka ya bi"


"Siap den, barangnya biar bibi tarok di atas dulu den"


"Raka aja bi, bibi bikin kopi buat Raka aja"


"Masih inget letak kamarnya kan den? "


"Masih bi, tenang aja. aku ke atas dulu ya bi. nanti untuk minumnya letakan saja di meja makan"


"Baik den, bibi tinggal ke dapur dulu ya"


"Iya bi"


"ah bibi nggak berubah, masih bawel kayak dulu hihihi" gumam raka seraya menaiki anak tangga.


*


*


"Gaess kok aku deg degan ya mau ketemu sama anak tiriku"

__ADS_1


"Kira-kira dia nerima aku nggak ya" lanjut imelda lagi.


"He pea ya pasti lah kamu deg degan kan punya jantung, kalau nggak ada jantung ya lo dah gini kali" Ucap Amara dengan meletakan tangan kanan nya di depan leher gadis itu"


__ADS_2