Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Bukan orangnya


__ADS_3

...HAPPY READING♥...


🍀🍀🍀


Akad pun selesai di laksanakan, hanya dengan satu tarikan nafas Gio mampu mengucapkanya. Gio langsung di bawa masuk ke kamar pengantin putri, seketika pupil matanya membulat karena benar dugaanya perempuan yang ia nikahi bukan bagian dari mantan - mantanya atau pun seseorang yang ia kenali. Begitu juga perempuan yang saat ini berdiri tegak menghadap Gio ia juga melebarkan matanya tak kala pria yang menikah dengan nya bukan pria yang ia maksud. Lalu ia pun berlari keluar kamar untuk menemui ayahnya, meninggalkan pria yang sudah menjadi suaminya itu dengan terkejut.


***


"Apa salah kan ? seharusnya kau memastikan dulu pengantin prianya jadi tidak seperti ini. Kau tau bahkan aku sudah memiliki kekasih lalu aku harus mengatakan apa jika ia tahu Ha" ketus pria itu dengan dingin.


"Maaf" lirih nya dengan kepala tertunduk dan tak berani menatap Gio.


"Haiiss terserah kau sajalah aku pusing, aku mau tidur saja"


"Aku minta maaf"


"Untuk apa? semua sudah terjadi dan ini sangat menyebalkan"


Tok


Tok


"Sana kau buka pintunya, aku mau tidur" ketus Gio


"Iya"


Ceklek..


"Suamimu mana?" Tanya Arga


"Di dalam yah"


"Ayah ingin bicara denganmu, ikutlah dengan ayah sebentar"


"Baik yah"


Adelia dan ayahnya sedang duduk di dekat kolam ikan terlihat mereka akan terlibat pembicaraan yang serius. Sedangkan Gio pria itu tertidur lelap karena kepalanya masih terasa pening.


"Gimana ini yah, aku tidak mengenalnya tapi aku memang pernah melihat ia dengan Samuel bersama. Aku takut dia marah yah"

__ADS_1


"Ayah tahu, Ayah minta maaf karena telah salah menyandra orang tapi kau harus tau Ayah sudah mencari tahu tentangnya. dia pria yang baik, bahkan ia punya bisnis sendiri bukan warisan dari ayahnya, bukan kah itu hebat nak. ya walaupun ia suka berganti pacar mungkin hanya itu yang minus, Tetapi selebihnya dia banyak plusnya kamu harus bersabar dan belajar mencintainya ya"


"Tapi aku takut dia marah yah, tadi saja dia bicara dengan nada ketus dan dingin yah"


"Dia memang begitu tapi sebenarnya baik, bertahanlah dulu dengan nya. Ayah mohon ya"


"Hmm baiklah yah"


"Tapi bagaimana dengan kuliahku yah ?" Tanya Adelia.


"Kamu tetap melanjutkan kuliah, tapi untuk dua minggu ke depan ambilah cuti. Ayah juga akan mengambilkan cuti untuk suami mu juga agar kalian bisa saling mengenal dulu"


"Hmm baik yah"


"Nanti Ayah yang akan bicara dengan nya"


"Iya yah, kalau begitu Adel ke kamar dulu ya yah"


"Iya nak"


.


.


.


Saat masuk ke dalam kamar terlihat suaminya sudah tertidur pulas dengan masih menggenakan setelan pakaian pernikahan mereka tadi. Setelah puas memandang wajah suaminya ia memutuskan untuk membersihkan diri dan karena hari sudah sore ia pun keluar kamar untuk melakukan rutinitasnya menyiram bunga di taman samping rumahnya.


***


"Ya ampun gue ketiduran lagi, sumpek banget sih pakai pakaian ini. Tapi gue kan nggak ada pakaian ganti aiish"


Ceklek..


Ceklek..


"Kenapa pintunya nggak bisa di buka sih?"


Dor Dor

__ADS_1


"Haii buka pintunya" teriak Gio dalam kamar di barengi suara gedoran.


"Kalian mengunci pintunya ?" Tanya Adelia yang juga sudah berada di depan kamarnya karena hari sudah menjelang magrib.


"Maaf nona ini perintah dari tuan besar, begitu nona keluar kamar pintunya kami kunci"


"Kenapa begitu?"


"Tuan besar takut tuan Gio kabur non"


"Ya sudah buka pintunya, kan aku sudah di sini juga"


"Baik non"


"Ayah ada aja sih" gumam Adelia pelan.


Ceklek..


"Apa apan sih pakai di kunci, gue di sini bukan tahanan"


"Maaf mereka.. "


"Pasti lo kan yang nyuruh mereka? " Sungut Gio kesal.


"Saya yang menyuruh mereka" terdengar suara Bariton dengan jarak beberapa langkah dari mereka.


"Om lagi"Ujar nya kesal.


"Lah ini kan rumah saya"


"ya ya terserah om, urusan saya di sini sudah selesai dan saya mau pulang sekarang"


"Enak saja, siapa yang menyuruhmu pulang. kau akan tinggal di sini selama dua minggu ke depan"


"What? mana bisa begitu om. aku ini kerja bukan pengangguran om"


"Aku sudah mengizinkan pada Sekretarismu dan Bosmu Raka bukan"


"Dari mana om tahu? " Tanya nya Heran.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2