Mengandung Anak Dari Anak Tiriku

Mengandung Anak Dari Anak Tiriku
Memaafkan ??


__ADS_3

...HAPPY READING ...


🍀🍀🍀


Setelah sampai di kamar, Imelda langsung mengambil Handphone dan menghidupkan nya, terlihat banyak pesan dan panggilan tak terjawab hingga ratusan kali. sejenak ia merasa bersalah dan durhaka terhadap suaminya namun ia juga masih sebal lantaran hingga sekarang suaminya juga tak kunjung pulang hanya untuk sekedar membujuknya..


Dring.. Dring...


terdengar suara Handphone imelda yang sedang ia genggam erat, ia memejamkan mata menimbang apakah akan mengangkat telepon yang ia yakini dari suaminya, ia melihat layar handphone nya memastikan apakah benar sesuai dugaanya sang suami yang menelepon dan ternyata benar memang suaminya yang menelepon ia mengambil nafas lalu membuangnya secara perlahan dan mengangkat telepon itu.


"Honey akhirnya kau mengangkat telepon dariku" Ujarnya penuh haru setelah sekian lama pesan dan telepon yang di abaikan oleh istrinya kini terjawab meski belum mendengar suara istrinya dari seberang sana.


"Apa Raka yang sudah membujukmu ?"


"Sayang bicaralah, jangan diam begini"


"Hmm"


"Kamu bagaimana kabarnya? maaf ya aku belum bisa kembali"


"Hmm"


"Bicaralah yang benar honey. Aku sangat merindukanmu honey"

__ADS_1


"Jika kau rindu mengapa kau tak pulang." ketus nya dari seberang telepon.


"Soal itu maafkan aku, sebenarnya kemarin lusa aku ingin pulang karena tak tahan kau abaikan terus tapi ayah siuman jadi aku memutuskan untuk menunda kepulanganku"


"Ayah sudah siuman ? Apa itu artinya aku boleh kesana?"


"Tidak perlu sayang aku akan kembali dalam waktu dekat"


"Tapi aku ingin menjenguk ayah, aku pergi bersama Raka saja jika kau khawatir"


"Tak perlu sayang, aku akan segera kembali sungguh!. kita bisa ketemu ayah lain kali dan datang bersamaku. lagian kasian Raka ia bukan hanya mengurus perusahaan nya tetapi juga perusahaanku"


"Hmm"


"Tidak begini saja. aku belum memaafkan kamu ya mas" kesalnya.


"Baiklah yang terpenting sekarang kau sudah mau mengangkat telepon dari ku"


"Hmm"


"Kau sedang apa ?" Begitu sabarnya Emir dengan jawaban istrinya yang terlihat masih kesal dengan nya.


.

__ADS_1


.


.


Di bawah Rintikan hujan di Balkon kamar yang gelap berdiri seorang pria dengan wajah khas dingin nya, menatap rintikan hujan yang turun membasahi bumi. tanganya terkepal ingin meninju tembok tapi tak di lakukan karena takut tanganya terluka dan mengelurkan darah seperti di film action yang sering ia tonton. yah pria itu phobia darah, ia akan berteriak ketakutan bahkan pingsan jika melihat darah barang sedikit pun.


Samuel memejamkan mata, membiarkan hawa dingin masuk menyeruak ke dalam kulitnya yang putih bersih itu.


"Kenapa mama tega mengkhianati papa ?" gumam Samuel lirih.


"Apakah semua wanita seperti itu"


"Ahhhkkkkkk"


"Aku tidak akan membiarkan ia bahagia dengan pria itu" geram Samuel dengan rahang mengeras dan sorot mata yang menajam.


"Lihat saja kalian"


"Ayahku bahkan harus mengalami kecelakan dan koma di rumah sakit setelah mengetahui fakta itu yang bahkan mereka telah memiliki seorang putri seusia remaja, itu artinya mereka telah melakukan hubungan terlarang bertahun lamanya."


"shitttt" umatnya kesal menahan amarah.


"Akan ku balas perbuatan kalian" sorot mata pria itu menunjukan kemarahan dan kebencian yang sangat besar. Wanita yang selalu di anggapnya sebagai pelindung rupanya hanya seorang wanita tak berhati nurani yang tega mengkhianati suami juga anak nya. Wanita yang ia kagumi karena kelembutanya ternyata tak seperti demikian. ia sangat muak saat tau fakta itu yang ia dengar tanpa sengaja dari pembicaraan asisten ayahnya juga ayahnya sebelum terjadi kecelakaan yang menimpa ayahnya.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2