Mengejar Cinta Pak Guru Tampan

Mengejar Cinta Pak Guru Tampan
kasbon


__ADS_3

Keesokan paginya. Maya berangkat ke sekolah di antar Doni. Karena, tadi pagi Doni ke rumah nya. Dan kebetulan motor miliknya masih berada di parkiran sekolah. Saat di kantin sekolah. Maya yang sedang di interogasi teman-temannya. Gara-gara masalah kemarin. "Iya. Iyah. Gue janji nggak bakalan lagi deh. Kemarin yang pertama dan terakhir. Dan sebagai permintaan maaf dari Gue, hari ini kalian Gue traktir.'' Ucap Maya.


Dan empat orang itu serentak mengatakan,


''Yeay. Makan gratis... .'' Serentak. ''May. Mending Lo sering-sering deh buat masalah. Dan buat kita khawatir... .'' Ucap Robin. ''Yeay. Itu mah enak di Elo. Tapi nggak enak di Gue.''


''Nggak ikhlas nih... .''

__ADS_1


''Ihklas... Gue ihklas Robin.'' Jawab Maya, yang pura-pura tidak kesal. ''Bu. Bakso 1 mangkok lagi.'' Roy memesan satu mangkok baso lagi. ''Apa-apaan sih Roy. Gue nggak mau bayar yah.'' Ucap Maya. ''Yaelah May. Pelit amat. Cuman ceban semangkok.'' Jawab Roy dengan santuynya. ''Heh. Roy masalah yah, Itu mangkok udah yang ke dua. Belum minuman, cemilan. Mang itu perut, muat Lo isi sebanyak itu?'' Heran.


Maya yang merasa heran. Masalah nya, si Roy itu badan nya kecil. Tapi kenapa makannya bisa sebanyak itu. ''Ini mah belum seberapa May. Kalau Lo nggak percaya, Gue mau kok nambah satu mangkuk lagi.'' Jawab Roy, sembari mengaduk-aduk mangkok baso yang baru saja tiba di depan mata nya.


''Lo nambah satu mangkok lagi, Gue jual ginjal Lo.'' Jawab Maya dengan kesal. ''Gue juga satu mangkok lagi baksonya.'' Ucap Robin. Lalu tersenyum pada Maya. Maya mengepal kan tangan, ''Teman laknat! kaliannya di kasih hati minta jantung.'' Ucap Maya. ''Nggak sekalian sama empedunya tu May.Hehehe... .'' Robin terseyum. ''Empedu mata Lo!''


''Mampus deh Gue... mana Gue cuma bawa duit 50 rebu lagi.'' Maya yang kebingungan. Bagaimana kalau uangnya kurang. Cerocos nya dalam hati. Bell pun berbunyi. Pertanda waktu istirahat sudah selesai. ''Kalian duluan saja. Gue mau bayar dulu.'' Ucap Maya pada teman-teman nya. ''Ok. Kita duluan ya may.'' Ucap Hana. Lalu pergi ke kelas.

__ADS_1


''Thank's ya. Sering-seringlah menabur kebaikan.'' Ucap Hana. ''Iya... .'' Ucap Maya. Kemudian, Roy dan Robin berdiri sambil mengelus -elus perutnya yang buncit karena kekenyangan . ''Uuugh... Maya thank's yah.'' Ucap Robin. ''Gue cabut dulu ya may.'' Sambung Roy. ''Iya.'' Jawab Maya dengan ketus.


''Berapa teh semuanya?'' Tanya Maya pada Mae Munah penjaga kantin. ''Basko 8 mangkok. Terus... .'' Belum juga Mae Munah selesai. Maya sudah memotong nya. ''Tunggu-tunggu teh. Kok 8 mangkok sih. Kan harusnya 7 mangkok.'' Protes Maya. ''Itu neng. Tadi Roy bilang, utang baso yang kemarin. Katanya, di bayarnya sekalian sekarang sama neng Maya.'' Jelas Mae Munah.


Maya mengepal kan tangannya dan membuang nafas dengan kasar. ''Kampret... Awas Lu nya Roy... .'' Kesal Maya. Sementara itu, Disisi lain. ''Hihihi... .'' Roy terseyum melihat expresi Maya. ''Sorry ya May. Lo Gue kerjain. Hihihi... .'' Lalu Ia pun pergi menuju kelas.


''Jadi. Berapa teh semuanya?'' Maya kembali bertanya. ''Baso 8 mangkok, 80 RB. Minuman 5, jadi 25 RB. Di tambah cemilan 10 RB. Jadi totalnya 115 RB neng.'' Sontak Maya membuka matanya lebar-lebar. ''Mampus... .'' Maya mengambil uang di saku bajunya dengan sangat hati-hati. Lalu memberikannya pada penjaga kantin. ''Hrhehe. Ini teh Saya bayar segini dulu. Nanti sisanya besoknya Teh.'' Maya menyodorkan uang tersebut.

__ADS_1


''Yaelah neng Maya. Cantik-cantik, tukang kasbon.'' Ucap Sanip yang baru saja tiba. Maya melihat ke arah Sanip. Lalu, Ia melemparkan tatapan devilnya. ''Heh. sok-soan mau nelaktir. Padahal gak punya duit. Ini Teh, Saya bayar yang tadi.'' Ucap Dinda yang menatap sinis pada Maya.


Malu lah sudah, Maya pada saat itu. ''Gue itu nggak ngutang. Cuman... uang Gue nya saja yang kurang.'' Ngeles Maya. ''Heh. Sama aja. Itu namanya ngutang!'' Ucap Dinda. Lalu pergi melewati Maya. ''Gggrrr😖.'' Maya menggerakkan jari-jari nya. Karena kesal pada Dinda .


__ADS_2