Mengejar Cinta Pak Guru Tampan

Mengejar Cinta Pak Guru Tampan
Aku Minta Maaf ya


__ADS_3

"Ya. Kamu tunggu saja di sana. Tenang, semua pasti berjalan lancar. Nanti aku kabari lagi. Ok. bye... ." menutup telepon. Silvi dan Jefrin mulai mengatur sebuah rencana.


Melihat ke jam dinding. "Sebentar lagi jam 6 sore. Mana lagi itu anak." Cerocos Silvi. Dan segera Silvi menghubungi Maya. "Kamu Dimana? Ya. Cepat pulang." kata Silvi dan segera menutup telepon.


Disisi lain. "Ada apa?" tanya Kevin pada Maya. "Tante Silvi menyuruhku pulang." jawab Maya. "Hmm... Gak biasanya dia perduli seperti itu. Aku jadi curiga." ucapnya.


"Curiga kenapa? Jangan suka berprasangka buruk sama orang. Itu gak baik." kesal Maya cemberut. "Ooo... Tapi Maya. Aku selalu merasa ada yang tidak beres Dengan nya."


"Terserah bapak. Aku mau pulang." Maya pun pergi dari hadapan Kevin. "Kenapa si. Selalu saja berprasangka buruk. Tante Silvi kan baik " Cerocos nya.


Kevin segera mengejar Maya. "May. Tunggu may. Kamu mau kemana?" Menarik tangan Maya. "Lepasin! Aku mau pulang!" jawab Maya ketus. "Ok. Ok. Kita pulang. Aku antar, ya?"


Menghempaskan tangan Kevin. "Gak usah. Aku bisa pulang sendiri!" Nada tinggi. "May. Kamu kenapa si? Kenapa tiba-tiba marah-marah gak jelas gitu?!"


"Apa? marah-marah gak jelas?! Aku gak sukanya, kalau Bapak selalu berprasangka buruk ke Tante Silvi. Sekarang Tante Silvi itu baik. Dan dia tak seburuk yang bapak pikirkan." jelas Maya dengan emosi yang meluap-luap.


Kevin meraih tangan Maya. Lalu memeluk tubuh Maya. "Lepasin!" Kata Maya. "Jangan marah lagi ya? Aku minta maaf." ucap Kevin. Masih memeluk tubuh Maya.


Kevin pun mulai menjelaskan semuanya, Dan mengeluarkan isi hati nya secara perlahan. " Dengarkan aku. Bukan aku tidak percaya padanya. Atau selalu berprasangka buruk padanya. Tapi entah kenapa, Aku selalu merasa ada sesuatu di balik kebaikan nya itu." jelasnya.


"Maya. Wajar dong kalau aku selalu berpikiran seperti itu. Siapa yang tidak akan curiga. Hanya dalam sekejap mata, tiba-tiba dia baik padamu. Bahkan, bukan aku saja yang berpikiran seperti itu. Orang lain pun akan berpikiran sama seperti ku. Kamu ingat, bagaimana mana dulu dia memperlakukan mu. Hmm?!"


"Tapi aku yakin. Tante Silvi sudah benar-benar berubah." terisak. Menghapus air mata Maya dengan lembut. "Iya. Iya. Saya harap dia benar-benar sudah berubah. Sudah. Jangan nangis lagi. Jelek!" ledek Kevin. "aaa... nyebelin!"


"Hehehe... Iya. Iya. Kamu tetap cantik kok. Aku minta maafnya?!"

__ADS_1


"Iya. Tapi awas! jangan di ulangi lagi."


"Siap bos!" ucap Kevin sembari memberi hormat kepada Maya.


"Mari kita pulang." ajak Kevin. "Iya pak." jawab Maya. Kevin pun mengurungkan langkah kakinya. "Kenapa?" tanya Maya penasaran. "Apa tadi kamu bilang?!" tanya Kevin. "Apa? aku tadi gak bilang apa-apa." jawab Maya.


"Ada. Tadi kamu bilang apa?"


"Apaan si. Bapak itu gak jelas!" kesal Maya.


"Tu-tukan. Bilang bapak lagi? Jangan panggil bapak." kata Kevin.


"Lantas. Aku harus panggil apa? Aku sudah nyaman dengan panggilan tersebut." jelas Maya.


"Gak bisa! pokoknya harus ganti." pintah Kevin sedikit memaksa. "Terus bapak mau di panggil apa?" tanya Maya. "Hmmm... apanya? Ah. Panggil mas aja. Bagaimana?"


"Itukan Ana, bukan aku. Bagaimana kalau aku panggil Daddy aja. Bagus, kan?" Kevin pun tercengang mendengarnya. "Gak bisa. Jelek!" tolak Kevin. "Aish... ya udah. Kalau begitu, aku panggil sayang aja. Ayo. sayang kita pulang." kata Maya. memeluk lengan Kevin.


Kevin tersenyum mendengarnya. Hatinya berbunga-bunga. Tubuhnya seakan melayang ke awan. "Heh. Ok sayang." ucapnya. "Haha. Kok aku geli nya denger nya. Aku lebih suka panggilan bapak. Iya kan pak?!" ledek Maya.


Kevin dan Maya pun pergi dari sana. Dan menuju rumah silvi. 1 jam Kemudian, Mereka sampai di depan rumah Silvi. Kevin segera turun dari mobilnya. Dan segera membuka kan pintu mobil untuk Maya.


"Aku masuk dulu." kata Maya. "Tunggu!" cegah Kevin. "Kenapa?" tanya Maya penasaran. Segera Kevin menarik tangan Maya. Dan dalam sekejap, kini tubuhnya sudah berada dalam dekapan Kevin. Menatap intens wajah imut Maya. Dan segera Kevin meraih pucuk ranum Maya. saling bertukar air liur. Menikmati suasana indah malam itu.


Cukup lama mereka melakukan kissing. Dan setelah di rasa puas satu sama lain. Mereka pun segera menghentikan kegiatan tersebut. Terlihat Maya yang tampak malu-malu. Kevin tersenyum, "segera masuklah. Nanti aku hubungi kamu." kata Kevin. "Iya. Bapak. Hati-hati. Bye-bye sayang.!" teriak Maya.

__ADS_1


Disisi lain. Silvi yang melihat saat Maya bersama Kevin. "Cih. Aku pastikan malam ini adalah malam pertama dan terakhir untuk kalian." ucap Silvi.


Maya masuk ke dalam rumah. Terlihat Silvi yang tengah duduk di kursi ruang tamu. Menyambut ke datangan Maya. "Sayang. Baru pulang?" tanya Silvi pura-pura. "Iya mah. Oh ya mah. Kita jadi kan pergi ke toko mamah?" tanya Maya memastikan. "Jadi dong sayang... Kamu cepat gih ganti baju. Mamah sudah siapakan semaunya di dalam kamarmu."


"Gak usah lah mah. Maya pakai yang ini aja. Lagian kan kita kesana cuma mau lihat-lihat saja." ucap Maya. "Jangan dong sayang... Kamu kan anak mamah. Lagu pula, malam ini adalah malam pembukaan untuk toko kita. Dan mamah ingin, kamu jadi yang paling cantik malam ini." bohong Silvi.


Dan dengan polosnya Maya pun menuruti permintaan Silvi. Bahakan tampa menaruh rasa curiga sedikitpun. Masuk ke dalam kamar. Melihat gaun malam yang terpampang di atas tempat tidur. Mengangkat baju tersebut. Memperlihatkan. "Baju apa ini?! " kata Maya penasaran.


Silvi masuk ke dalam kamar Maya. Memastikan apakah Maya sudah memakai pakaian tersebut atau belum?" Loh. Kok masih belum ganti?" tanya Silvi. "Mah. Ini pakaian apa? Maya gak mau akh. Ini sedikit terbuka." tolak Maya.


"Aish... Kamu itu gimna si? Ini pakaian yang mamah pilih untuk mu. Ini pasti cocok untuk mu. Cepat ganti, ya?" pintah Silvi. Dan dengan terpaksa Maya mengganti pakaiannya. Menutup dadanya dengan kedua tangannya. "Mah. Maya malu... ." ucapnya.


Silvi menurunkan kedua tangan Maya yang menghalangi dadanya. "Wow. Kamu benar-benar cantik sayang. Malam ini mamah yakin, Kamu yang paling bersinar."


Silvi segera memoleh wajah Maya. Dan tak perlu banyak makeup yang di gunakan. Wajah Maya sudah sangat cantik. "Sempurna, Kamu sangat cantik sayang." kata Silvi.


Skip.


Sesampainya di sana. Silvi menggandeng tangan Maya dan membawa Maya masuk ke dalam. "Kamu duduk disini, ya? mamah kesana dulu." ucap Silvi.


Silvi beranjak dari tempat duduknya. Maya segera menahan lengan silvi. "Mah. Sebenarnya ini tempat apa si? Kenapa toko mamah jadi seperti ini?" tanya Maya pada Silvi.


Dan Maya yang mulai tak enak hati. Karena melihat begitu banyak wanita berpakaian ****. "Kamu jangan takut. Mamah kesana dulu, ya?"


Silvi pergi dari hadapan Maya. Memanggil Salah satu pelayan. Lalu menyuruh pelayanan itu untuk mengantar kan segelas minuman yang sudah di beri nya obat kepada Maya. "Antarkan minuman ini ke gadis yang duduk di sebelah sana." pintah Silvi sembari menunjuk ke arah Maya.

__ADS_1


Setelah itu, Silvi segera menghubungi Jefrin. "Ya. Segera lah kemari." ucapnya, lalu menutup telepon.


__ADS_2