Mengejar Cinta Pak Guru Tampan

Mengejar Cinta Pak Guru Tampan
Perjanjian


__ADS_3

Membuka mata secara perlahan. Melihat ke sekeliling. "Kamu sudah sadar?" tanya Andrea. "Kenapa saya ada disini? apa yang terjadi?" Maya balik bertanya. "Kamu pingsan." jawab Andrea.


Maya mencoba turun dari atas bangsal. Namun, karena ia baru saja siuman. Andrea melarang Maya untuk bangun dan menyuruh nya untuk tetap istirahat. "Tapi saya mau melihat keadaan Ibu saya dok!" kata Maya sedikit memaksa. Dan akhirnya, Andrea pun memperbolehkan Maya untuk melihat keadaan ibunya.


Dengan gontay nya Maya berjalan menuju ruangan di mana ibunya di rawat. Ruang UGD. Maya melihat ibunya tengah terbaring tak berdaya. "Tess... ." air matanya lolos. "Mah. Maaf kan Maya yang belum bisa membuat mamah bahagia. Mamah yang kuatnya. Maya akan melakukan apapun. Agar mamah bisa kembali pulih. Maya minta ijin untuk pergi sebentar." Maya pun pergi dari ruangan tersebut.


"Kamu mau kemana malam-malam seperti ini?" tanya Andrea pada Maya. "Dok. Tolong mamah saya. Jika memang harus segera di lakukan tindakan operasi. Maka Lakukanlah. Saya percaya dokter orang hebat. Saya mohon... Selamat kan ibu saya. Dan untuk masalah biaya, saya pasti akan membayarnya. Saya mohon... ." ucap Maya dengan air mata bercucuran.


"Deg... ." jantung Andrea berdetak tak karuan. Andrea benar-benar terpesona dan takjub akan kebaikan Maya yang begitu menyayangi ibunya. "Dia... gadis pertama yang aku lihat. Gadis yang begitu bertanggung jawab dan benar-benar menyayangi ibunya. Aku benar-benar takjub melihat nya." ucap Andrea di dalam hatinya.


Sebab, menurut Andrea Maya tak hanya memiliki wajah yang cantik. Tapi hatinya pun sangat cantik. "Kamu tenang saja. Saya akan lakukan sekuat ke mampuan saya. Saya yakin ibumu pasti akan sembuh seperti sedia kala. Percayalah, Kamu gadis baik. Saya akan berusaha." kata Andrea pada Maya. "Terimakasih dok... terimakasih." ucap Maya pada Andrea. Karena dia sudah bersedia menolong ibunya.


Maya seperti menemukan cahaya di kegelapan malam. Meskipun Maya tahu. Jika peraturan di rumah sakit tersebut. Pihak rumah sakit tidak akan sembarangan melakukan tindakan Tampa persetujuan pihak keluarga, dan biaya sebelum masuk data rumah sakit. Karena ini bukan oprasi kecil.

__ADS_1


Sekali lagi, Maya mengucapkan rasa terimakasih nya pada Andrea. "Mungkin besok akan di lakukan operasi tersebut. Kamu berdoalah, semoga operasinya lancar." kata Andrea. "Baik dok." jawab Maya.


Maya pergi ke rumah istri barunya Wawan. Namun, malam itu Wawan papah nya Maya sedang tidak ada di rumah. Karena dia sedang kerja sip malam. "Tante. Maya mohon... tolong Maya. Besok mamah harus segera di oprasi. Maya butuh uang untuk biaya operasi mamah." ucap Maya memelas, dan berderai air mata.


"Tidak! kamu pikir uang segitu sedikit apa? sekarang kamu pergi! ganggu orang saja." Kata Silvi. "Penghasilan bapak kamu saja cuma sedikit. Sekarang kamu meminta uang sebanyak itu. dasar tidak waras!" maki Silvi. "Please Tante... saya mohon. Saya akan melakukan apa saja. Asal Tante mau menolong ibu saya." ucap Maya. Lalu Maya bersejud di bawah kaki Silvi. "Please... Maya mohon."


Silvi terdiam sejenak. Kemudian dia seperti menemukan sebuah ide. bibirnya sedikit menyeringai. "Ok. Saya akan bantu kamu. Saya bayar semua biaya pengobatan ibumu. Dan sedikit untuk biasa sehari-hari mu." kata Silvi. Maya pun menengadahkan wajahnya. "Tante serius. Tante mau menolong saya?" kata Maya sumeringah.


"Tapi ada syaratnya." kata Silvi. "Tidak apa-apa. Katakanlah, apa syaratnya Tante." Jawab Maya. "Kamu serahkan toko milik ibu mu, mobil, beserta sertifikat rumah ibumu. Bagaimana?" kata Silvi. "Apa Tante? apa itu tidak terlalu berlebihan. Maya tidak bisa menyerahkan semuanya." kata Maya.


"Kamu mau menyerahkan atau tidak? karena itu bukan bianya kecil. mobil dan toko buluk itu. Tidak cukup untuk membayar biaya pengobatan ibumu. Dan jika di jual pun akan sangat lama. Apa kamu mau, ibumu... sorry meninggal." kata Silvi.


"Benar juga. Lagi pula sekarang sudah tidak ada waktu lagi." kata Maya di dalam hatinya. "Baik. Saya setuju Tante. Tapi, untuk rumah saya akan ambil kembali. jika saya sudah memiliki cukup uang."

__ADS_1


"Ok. Tak masalah. Ingat, ini hanya kita berdua yang tahu. Dan sebagai bukti, kamu harus menandatangani surat perjanjian." kata Silvi. Silvi mengambil surat perjanjian, lalu menyerahkan pada Maya untuk di tandatangani. Dan Maya pun menandatangani perjanjian tersebut. "Ok. Aku akan datang ke rumah mu besok. Untuk mengambil sertifikat rumah dan mobil. Mulai besok toko ibumu aku yang urus. Dan untuk rumah silakan kamu tempati." kata Silvi.


"Baik Tante. Saya permisi pulang dulu." kata Maya pamitan. "Ok. Kamu harusnya bersyukur. Saya masih baik padamu. Membiarkan mu tinggal di rumah itu. Dan untuk uang biaya saya akan transfer langsung ke rumah sakit. Kamu tinggal kirim saja no. rekening nya. Dan uang sisanya, aku bawa kes besok." ucap Silvi. "Baik Tante. terimakasih."


Maya pun segera pergi dari rumah Silvi menuju rumah sakit. Lalu, mengirim kan no. rekening seperti yang Silvi pinta. "Baik nyonya. Semua biaya pengobatan untuk pasien atas nama nyonya Hesti telah di lakukan." Kata suster tersebut.


Segera Maya pergi ke ruangan ibunya. "Mah. Besok sudah bisa di oprasi. Mamah yang kuatnya. Maya sayang Mamah." Maya pun tidur di kursi di dekat ibunya. Lalu, Kevin mengangkat tubuh Maya, dan Memindahkan ke atas bangsal yang di sebelah bangsal ibunya.


Menatap wajah Maya. Dia pasti sangat lelah. "Maya. Aku tidak tahu kenapa? sejak pertama kali melihat mu. Aku sudah sangat menyukai mu. Kamu yang sabar ya. Gadis kuatku." Lalu Kevin pun tertidur di samping Maya.


Dan keesokan paginya. Sekitar pukul lima pagi Kevin bangun. Melakukan ibadah. Setelah itu ia pergi keluar membeli makanan. Lalu menaruh makanan tersebut di atas meja. Dan segera pergi dari sana. Dan Hingga mata hari terbit, Maya belum jua bangun dari tidur ya.


Seorang suster yang memeriksa Hesti. Melihat Maya yang masih tertidur. Suster tersebut hendak membangunkan Maya. Namun, Di lerai oleh Andrea. "Baik. dok... ."jawab suster tersebut. "Bagaimana ke adaan pasien? Karena siang ini dia akan di oprasi, Pastikan keadaan nya dalam keadaan baik." Kata Andrea.

__ADS_1


Hingga suara tersebut masuk ke alam bawah sadar Maya. Dan Segera Maya bangun dari tidurnya. "Akh. dok. Maaf. Saya kebablasan. Tapi... ." Maya mulai mengingat. "Bukankah semalam aku tidur di kursi. Lalu kenapa sekarang saya bangun jadi di atas bangsal?" kata Maya di dalam hatinya.


"Tapi apa?" Tanya Andrea. "Akh. Tidak dok." jawab Maya. Melihat bubur di atas Meja, Andrea Menyuruh Maya untuk sarapan terlebih dulu. "Makan lah dulu!" ucap Andra, sembari meyerahkan bubur tersebut.


__ADS_2