Mengejar Cinta Pak Guru Tampan

Mengejar Cinta Pak Guru Tampan
dalam pengaruh obat


__ADS_3

Kevin membawa Maya ke rumahnya. Ana yang tengah duduk di ruang tamu, terkejut siapa wanita yang di bawa kakaknya. Ana hanya berdiri Tampa mengeluarkan sepatah kata pun. Dia bak sebuah miniquine saat melihat kakaknya membawa seorang gadis masuk ke dalam rumah nya dan membawa gadis tersebut masuk ke dalam kamar kakaknya.


Tak lama kemudian, Ana tersadar dan masuk ke dalam kamar Kevin. Saat membuka pintu, alangkah terkejutnya Ana. Melihat Maya yang tengah menggoda Kevin dan bertingkah seperti gadis Malam. Namun, Kevin menyuruh Ana untuk diam. Ana pun mengangguk, menuruti permintaan kakaknya. Meskipun di dalam hatinya Ia sangat kesal melihatnya.


''Oh... Kamu ganteng sekali nya. Hei tampan. Sepertinya wajahmu tidak asing. Ah... Aku ingat! apa kamu pak Kevin?'' Ucap Maya yang masih dalam pengaruh obat. ''Ya. Saya kevin. Kamu diam disini, Saya akan keluar dulu.'' Saat Kevin hendak pergi. Kemudian Maya berdiri, dan memeluk Kevin dari belakang.


''Jangan pergi... .'' memeluk. ''Apa kamu tahu, setiap malam Aku selalu memikirkan mu. Aku selalu terbayang wajah mu. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa jauh dari mu. Aku sudah berusaha untuk melupakan mu. Tapi Aku tak bisa. Huhuhu... .'' Maya pun menangis. Dia mengusap air matanya sendiri. Kemudian Maya melingkarkan ke dua lengannya di pundak Kevin.


Karena merasa tak enak. Kevin menyuruh adiknya untuk keluar dari kamarnya. ''Pak Kevin... Aku bersedia kok. Meskipun harus jadi simpanan Bapak. Bapak juga cinta kan sama aku?'' Terus bertingkah. ''Yah. Tapi jangan begini yah... .'' Kevin melepaskan tangan Maya dari pundaknya.


''Dasar gadis murahan!'' Ucap Ana dengan mata yang membulat sempurna dan tangan yang mengepal. Lalu pergi dari kamar Kevin.bana menutup pintu dengan sangat keras ''Bug... .''


''Bisa-bisa nya mas Kevin membawa wanita seperti itu kerumah ini.'' kesal Ana pada kakaknya. Maya terus menggeliat dan memohon agar Kevin mau membantunya. Ia bahkan membuka bajunya sendiri. Untungnya Ia menggunakan tangtop. Jadi tubuhnya tidak seen all. Dengan sabar dan sekuat tenaga Kevin menahannya. Dan sebagai pria normal, jiwa kelaki-lakiannya pun meningkat hingga 90 derajat '' sial ''.


Hampir saja Kevin kehilangan kesadaran nya, dan melakukan yang tak semestinya Ia lakukan. Tak lama kemudian, Maya mulai tenang. Sepertinya pengaruh obatnya mulai berkurang. Maya pun tertidur. ''Hah... .'' membuang nafas dengan kasar.

__ADS_1


Kevin yang tengah berperang dengan dirinya sendiri. Menahan hasrat yang tengah memuncak. Kepalanya yang mulai sakit. karena keinginannya yang tak terlaksanakan. Ia pun merebahkan tubuhnya sejenak ''Bug... .'' Lalu Kevin keluar dari kamarnya.


''Siapa si mas gadis itu? Kenapa mas membawanya kesini?'' Tanya Ana ke pada Kevin. ''Dia murid mas'' Kevin pergi ke dapur. membuka lemari es, dan mengambil air putih lalu meminumnya. ''Hah. Terus, kenapa mas Kevin membawanya kesini? terus kenapa dia seperti orang kerasukan?'' Ana kembali bertanya.


Kevin pun kembali dari dapur dan duduk di kursi ruang tamu. Lalu Ia menyenderkan tubuhnya di kursi tersebut. Tarik nafas, lalu membuangnya ''Huh... .''


''Dia di beri obat sama pacarnya. Dan kamu!'' Melihat ke arah adiknya. ''Ingat. Jangan sembarangan meminum minuman pemberian dari orang lain. entah itu dari perempuan maupun dari anak laki-laki. Atau dari teman dekatmu sekalipun. Apa lagi orang yang baru kamu kenal. Dan jika tutup botolnya sudah di buka. Lebih baik kamu jangan meminumnya. kecuali jika tutupnya masih utuh. Mengerti?!'' Kevin pun memperingati adik perempuannya untuk selalu berhati-hati.


''Iya... .'' Ana pun mengangguk. ''Terus... kenapa mas kevin membawanya kesini? Kenapa tidak di antarkan kerumahnya saja?''


''Heh. Otakmu kenapa sampai ke kuburan di bawa-bawa?'' Kevin sedikit mengangkat alisnya. ''Mas sendiri yang bilang banyak setannya. Berarti rumahnya dekat dengan kuburan dong.'' Kevin pun menepuk jidatnya sendiri. ''Aepolos itukah adikku... atau dia sedang pura-pura?'' Ucap Kevin dalam hati.


''Iya. di sana banyak sekali kuburan. Bahkan nenek gayung dan kakek cangkul pun juga ada di sana.'' Ucap Kevin. ''Hah. mas serius?'' wajah polos Ana menegang dan matanya membulat. ''Hahaha... .'' Kevin pun tertawa Terbahak-bahak.


Beberapa menit kemudian, Ana kembali bertanya pada kevin. Kevin yang baru saja menutup matanya karena kelelahan. ''Tapi... kok mas kevin bisa tahu kalau rumahnya dekat kuburan. Berarti mas tahu dong rumahnya. Terus apa mas suka main kerumah nya. Atau... jangan-jangan mas dan dia... .''

__ADS_1


Kevin membuka matanya kembali. Melihat ke arah Ana dan memotong pembicaraan adiknya. ''Apa?!'' kemudian Kevin berdiri. ''Sudah jangan bicara lagi. mas mau mandi dulu. Kamu jagain dia.'' Kevin pun pergi ke kamar mandi.


Malam hari. Maya yang baru saja tersadar. Ia membuka matanya secara perlahan. ''Hah. Kenapa kepalaku pusing sekali... .'' Maya memukul-mukul kepalanya sendiri dengan tangan nya. Kemudian Ia melihat ke sekeliling kamar tersebut.


''Aku dimana..?'' Lalu melihat keadaan kamar yang berantakan, dan melihat dirinya sendiri yang hanya mengenakan celana jeans dan kaos dalam. Hari itu Maya yang mengenakan celana jeans panjang berwarna hitam, dan baju kemeja kotak-kotak berwarna merah. Sangat cocok sekali dengan kulitnya yang putih mulus dan tinggi badan yang semampai.


''I-ini kenapa berantakan sekali. Terus... Terus... Kenapa bajuku terlepas?'' meihat pakaian nya yang tergeletak di lantai. Maya mulai kebingungan, Ia berusaha mengingat semua kejadian hari ini. Namun sayang, Ia hanya ingat sampai di mana Ia di selamatkan seseorang namun penglihatannya tidak begitu jelas. Mungkin karena pengaruh obat tersebut.


Lalu Ia pergi ke arah pintu, dan membuka pintu tersebut dengan sangat hati-hati. Ia melihat seorang laki-laki yang tengah duduk di kursi ruang tamu sembari menonton televisi. Dan pada saat itu, Kevin menoleh ke arah nya. Lalu Maya secepat kilat menutup kembali pintu kamar tersebut.


''Tidak mungkin. ini pasti mimpi.'' Ucap nya berkali-kali sembari menggigit ujung kukunya dan berjalan bolak-balik. Lalu pintu kamar kembali terbuka. ''Sudah sadar?'' Kevin bertanya, dan segera Maya mengambil selimut lalu menutupi tubuhnya dengan selimut dan berjalan mundur.


''Kamu kenapa?'' Kevin kembali bertanya. ''Dasar mesum. Psikopat, killer, tega-teganya Bapak melakukan ini pada saya. Saya tidak menyangka Bapak orang yang seperti itu.'' Cerocos Maya. ''Apa maksudmu?'' Kevin mulai kebingungan. ''Bapak jahat! jahat! Bapak tega sekali melakukan ini pada saya. Saya ini murid bapak, Kenapa Bapak berani sekali melecehkan gadis di bawah umur seperti saya? 😭😭😭... .'' Maya mulai menangis. sementara Kevin tertawa terbahak-bahak.


''Hahahaha... .'' tertawa sejadi-jadinya. ''Kenapa Bapak tertawa?'' Sedangkan Maya semakin kebingungan. ''Lucu aja.'' kembali tertawa. ''Jadi Bapak anggap semua kejadian ini adalah lelucon! Bapak benar-benar. Saya akan laporin Bapak ke pihak yang berwajib atas dasar pelecehan gadis di bawah umur!''

__ADS_1


''Silakan laporkan saja. Saya tidak takut. Paling... kamu sendiri yang akan di tangkap. Karena telah melecehkan Saya secara PAK... SA... .'' jelas Kevin. Hingga Maya pun tercengang mendengar nya.


__ADS_2