Mengejar Cinta Pak Guru Tampan

Mengejar Cinta Pak Guru Tampan
Bapak Mau Membunuh Saya


__ADS_3

''Hari ini kita belajarnya di rumah Saya saja.'' Ucap Kevin. ''Nanti, Kamu ikutin mobil Saya dari belakang.'' Sambung Kevin. Dalam hatinya. Padahal Maya sangat berharap, Kalau Kevin itu mengajak nya naik mobil. Tapi sayang, Kevin malah menyuruh nya mengikuti mobil Kevin dari belakang. ''Hehehe. Tapi Gpp deh. Yang penting, Gue hari ini bisa main ke rumah nya.'' Ucap Maya dalam hati.


Roda dua itu mulai melaju. Mengikuti roda empat di depannya. Sekitar satu jam. jarak rumah Kevin ke tempat Ia mengajar. Dan tak lama kemudian, roda empat itu masuk ke sebuah rumah minimalis modern. Di ikuti roda dua milik Maya.


''Wow. Rumahnya nyaman banget.'' Mulai menghayal. Maya bukanya turun dari kuda besi nya. Ia malah duduk di atas motornya. Sembari memangku wajah cantiknya. Dengan tangannya. Dan seyum-seyum tak jelas. ''Maya!'' Teriak Kevin.


Teriakan itu seketika menyadarkan Maya dari lamunan nya. Lalu, Ia pun masuk ke dalam rumah Kevin. Mengikuti Kevin dari belakang.


''Bug... .'' Ia tak sengaja menabrak punggung Kevin. Maya meminta maaf karena tak sengaja menabrak punggung Kevin. ''Duh. Maaf Pak. Maaf... .'' Sementara Kevin Wijaya hanya terseyum tipis.


''Kamu duduk saja dulu disini. Saya mau ganti pakaian dulu.'' Ucap Kevin. ''Iya pak... .'' Maya pun duduk sesuai perintah kevin. Matanya terus menatap setiap sudut ruangan itu. Rumah minimalis itu benar-benar rapih dan bersih. Bahkan, tata letak peralatan nya bergitu pas. Sehingga nyaman untuk di lihat. Tak lama kemudian, Kevin keluar dari kamarnya menggunakan kaos oblong dan celana pendek.

__ADS_1


Benar-benar bukan Kevin yang selalu Maya lihat saat di sekolah. Kevin yang selalu mengenakan kemeja dan celana bahan. Tapi kali ini Kevin benar-benar terlihat sangat berbeda. Namun, ketampanan nya tidak pernah berubah.


Maya menatap Guru tersebut dari kaki hingga atas. Matanya yang tak berkedip, ''Oh my God... Jika seperti ini, bagaimana bisa Gue mau melupakan Dia. Yang ada Gue semakin semangat buat dapetin dia.'' Ucap Maya dalam hati.


Kevin melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Maya. ''Hei... .'' Terus menggerakkan tangannya. ''Ah... .'' Maya tersadar dari lamunannya. ''Kamu lihat apa?'' Tanya Kevin. ''Lihat pangeran pak.'' Ucap Maya. ''Pangeran apa?'' Kevin kembali bertanya. ''Pangeran kodok.'' Jawab Maya spontan. ''Hahaha. Kebayakan baca dongen kamu.'' Ucap Kevin.


Baginya, ini pertama kali nya melihat Kevin tertawa terbahak-bahak di depan matanya sendiri. Kevin yang biasa Maya lihat saat di sekolah Adalah Kevin yang berwibawa smart dan cool. Tapi, kali ini semuanya adalah kebalikannya. ''Brug.'' Kevin menaruh beberapa buku di atas meja.


''Bapak serius?'' Tañya Maya. ''Dua rius.'' Jawab Kevin. ''Bapak mau membunuh Saya. Karena terlalu banyak berpikir.'' Kesal. ''Hahaha. Saya belum pernah dengar orang meninggal karena berpikir. Kalau karena minum racun, baru Saya pernah mendengar nya.'' Jawab Kevin. Kevin mengambil salah satu buku di atas meja. ''Fisika.''


''Kamu pelajari buku ini dulu. Lalu, kerja kan soal-soalnya.'' Perintah Kevin. ''Satu minggu lagi. Kamu sudah mulai ujian Tengah semester. Jadi, Kamu harus benar-benar dalam belajar. Agar kamu tidak di keluarkan dari sekolah. Dan menikah muda dengan laki-laki pilihan Ibumu. Siapa namanya, Saya lupa?'' Tanya Kevin.

__ADS_1


''Namanya toha.'' Jawab Maya. ''Hahaha. Yah itu.'' Tertawa. ''Aku mau kok menikah muda. Asalkan menikah ya sama bapak.hehe... .'' Ucap Maya. Seketika Kevin terdiam. Lalu, Kevin mendekat kan wajahnya dengan wajah Maya. Ia menatap intens wajah cantik Maya yang membuat jangtung Maya berdegup kencang ''Deg... Deg... .''


Kevin terseyum melihat wajah Maya yang mulai memerah. ''Tak... .'' Kevin menyentil kening Maya. ''Aduh... .'' Maya mengusap keningnya karena sakit. ''Saya tidak mau menikah dengan gadis kecil seperti mu. Nanti Saya di kira Napaknya.'' Ucap Kevin. ''Saya bukan Gadis kecil. Saya adalah Gadis dewasa '' Ucap Maya.


''Oh ya... .'' Ledeknya. ''Yah. Bapak lihat sendiri saja, Saya sudah tumbuh tinggi.'' Ucap Maya. Lalu, Ia berdiri di depan Kevin. Kini wajah Kevin tepat berada di depan buah dada Maya.


''Glek... .'' Kevin menelan salipa.


Dan, Ia berusaha menahan diri meskipun di bawah sana sudah mulai menegang.


''Duduk. Dan kerja kan segera soal-soalnya. ''Kevin pun pergi ke kamar mandi. Lalu, membasuh wajahnya dengan air. ''Sial... kenapa hanya melihat Dia seperti itu saja tubuhku sudah bereaksi.'' Ucap Kevin, sembari menatap wajahnya sendiri di depan cermin.

__ADS_1


__ADS_2