Menggapai Langit

Menggapai Langit
Selingkuh


__ADS_3

"Apa sih abang."


"Kalau wajahnya lagi merah gini cantiknya nambah lho dek!" Langit semakin antusias menggodanya.


"Abang bisa diem nggak sih?"


"Nggak bisa."


"Abangg!" pekiknya yang membuat Langit tergelak.


"Abang ngeselin banget sih.''


"Kamu juga gemesin dek."


"CK."


Langit terbahak menarik tubuh Cantika kedalam pelukannya, "Benar kata ayah kamu dek, pacaran setelah menikah itu lebih enak, bebas peluk kamu dimanapun tanpa takut dosa."


"Dek?"


"Hmmm."


"Waktu di Jogja kemarin pernah pacaran sama siapa aja?"


Cantika terdiam, dengan wajah yang mengusel di dada Langit, apa yang harus ia jawab, karena ia memang tidak pernah dekat dengan laki-laki manapun, apalagi pacar!


"Dek, kamu pernah pacaran disana?'' lanjut Langit saat Cantika tak kunjung menjawab pertanyaannya.


"Pernah." bohongnya, membuat Langit repleks melepaskan pelukannya.


"Pernah, sama siapa?"


"Memangnya kenapa?" Cantika balik bertanya.


"Ya_ ya abang mau tahu aja, laki-laki mana yang berani macarin jodoh Abang." jawabnya gugup membuat Cantika hampir saja menyemburkan tawanya.

__ADS_1


"Orangnya_" Cantika terlihat berpikir.


"Orang nya seperti apa?" potongnya cepat, dan tak sabaran.


"Tampan, baik, kaya, tapi sangat menghargai perasaan wanita." jelas Cantika, membuat Langit menunduk sendu.


"Jadi semua yang ada padanya, tidak ada pada Abang dek."


"Mungkin!" jawabnya santai, seraya menahan tawa.


"Jadi abang kurang tampan?"


"Mungkin!"


"Dek?" desah nya, tidak puas dengan Jawaban Cantika, ia merasa sedikit percaya diri bahwa selama ini banyak sekali yang memuji dirinya tampan dan mapan tentunya.


"Coba perhatikan, lihat baik-baik wajah abang, apa yang kurang? bukannya dulu kamu bilang abang adalah lelaki paling tampan didunia?" meraih dagu Cantika agar menatapnya.


"Kapan,?"


"Dulu, waktu kamu nembak abang dilapangan futsal dek."


"Dulu duniaku masih sempit, aku nggak kenal banyak lelaki diluaran, tapi setelah aku pindah ke Jogja, aku rasa kadar ketampanan Abang hanya ada di urutan sekitar ke delapan puluh, biasa aja!"


"Dek?" protesnya.


Tak peduli dengan ocehan Langit selanjutnya, ia bergegas menghampiri penjual jagung bakar yang sedang dikelilingi beberapa anak kecil yang mengantre untuk membeli jagung tersebut.


Menoleh sekilas kearah Langit yang masih duduk dikursi semula dengan memasang wajah masam.


Jadi sekarang gantian dia yang marah? Cantika tertawa dalam hati.


"Kak, cakep banget sih! boleh minta foto bareng nggak?" ujar salah satu anak laki-laki yang diperkirakan seusia anak SMP.


"Foto?"

__ADS_1


"Iya, satu kali aja." pintanya dengan wajah memelas, yang mengingatkannya pada Gala.


"Yaudah tapi jangan disalah gunakan ya."


Dengan senyum lebar anak laki-laki tersebut pun mengangguk, kemudian merogoh benda pipih dari dalam saku celananya.


Setelah mengucapkan terimakasih dan membayar jagung pesanannya, anak laki-laki tersebut bergegas pergi, bergabung bersama teman-temannya yang ternyata sedang menunggu diarea parkir.


Setelah hampir lima belas menit mengantre akhirnya dua jagung bakar yang Cantika pesan telah matang, membawanya kepada Langit setelah membayarnya pada sipenjual jagung.


"Nih." Cantika memberikan salah satu jagungnya pada Langit.


"Tadi siapa?"


"Siapa?" Cantika balik bertanya, membuat wajah Langit semakin terlihat masam.


"Dek, baru satu hari lho kita menikah, bahkan kita belum melakukan malam pertama, tapi kamu sudah berani bermain dengan laki-laki lain." ucap Langit yang membuat Cantika menggerenyit bingung.


"Apaan sih abang, orang cuma beli jagung."


"Bukan tukang jagung."


"T-terus?" tanyanya yang memang benar-benar tidak mengerti dengan maksud suaminya.


"Laki-laki yang minta foto tadi."


"CK, apaan sih abang dia anak kecil masih SMP, gila aja kalau aku sampai selingkuh sama dia."


"Jadi beneran nggak selingkuh yang?"


"Menurut abang?"


Langit memalingkan muka untuk menyembunyikan senyumnya, cukup bahagia dengan perubahan Cantika hari ini, meski kata-katanya masih terdengar ketus, tetapi gadisnya kini sudah mulai banyak bicara.


Ia berharap hari ini menjadi awal yang baik untuk hubungannya dengan Cantika kedepannya.

__ADS_1


*


*


__ADS_2