Menggapai Langit

Menggapai Langit
Janji


__ADS_3

"Abang mandi dulu gih." Cantika mendorong pelan dada bidang Langit, hingga pria tersebut mundur satu langkah.


"Tapi abang masih kangen dek." ucapnya dengan wajah memelas.


"Mandi kan cuma sebentar abang."


"Tapi dek_"


"Ayok, aku anter kekamar, sekalian menyiapkan baju ganti abang."


"Orang lagi pengen kangen-kangenan malah disuruh mandi." cicitnya pelan, namun Cantika tentu masih mendengarnya, namun memilih tak menanggapi.


*


"Dek, abang lupa mau bilang." ujar Langit begitu keluar dari kamar mandi.


Pria itu terlihat segar, dengan rambut yang sedikit basah, dadanya yang bidang dan polos tampak menggoda, terlebih saat bulir-bulir air dari dadanya menetes hingga menghilang diserap oleh handuk yang membungkus bagian bawah tubuhnya.


Membuat Cantika mematung beberapa saat.


"Dek?" ulang Langit, yang tanpa Cantika sadari bahwa pria tersebut kini sudah berdiri dihadapannya.


"A-apa barusan abang bilang apa?"


"Dua hari lagi abang harus ke Bandung."


"Ada acara apa?"


"Ada yang harus abang periksa disana, nggak apa-apa kan kalau abang tinggal?"


"T-tapi_"


"Sayang, abang nggak lama kok, paling cuma satu atau dua hari setelah itu abang akan segera pulang."


Kedua bahu Cantika melemah, ia pikir Langit akan mengajaknya, mengingat usia pernikahan mereka baru berjalan beberapa hari.


"Kamu boleh menginap dirumah bunda yang! lagi abang juga khawatir kalau kamu hanya tinggal sendiri disini, bi Esih baru akan kembali tiga hari lagi."


*


Usai makan malam, seperti biasa Langit akan mengajak istrinya kekamar, yang kemudian berakhir dengan bergelut diatas tempat tidur.


Melakukan percintaan panas mereka untuk yang kesekian kalinya.


"Sayang, I Love You." bisiknya, yang dibalas Cantika dengan senyum manisnya.

__ADS_1


"Selama di Bandung abang pasti bakalan kangen banget sama kamu dek."


"Kangen apanya.?" tanya Cantika yang kini menyandarkan kepalanya di dada bidang Langit yang sedikit basah karena keringat.


"Kangen kamu lah, kangen semua tentang kamu, terutama ini." ibu jarinya bergerak mengusap bibir ranum Cantika dengan gerakan lembut.


"Jangan pernah kasih kesiapapun selain Abang ya."


"CK, abang pikir suami ku ada berapa?"


"Dek Abang serius, jangan pernah selingkuh dari abang, karena jika hal itu sampai terjadi abang pasti akan gila!" ujar Langit dengan sorot mata tajam, yang terkesan penuh kekhawatiran.


"I-iya nggak akan!"


"Janji.?''


"Janji."


Langit semakin mengeratkan pelukannya pada Cantika, sungguh ia benar-benar takut kehilangan wanitanya, meski sudah resmi menjadi istrinya, nyatanya tidak membuat Langit cukup merasa tenang, terlebih saat ia akan meninggalkan nya selama dua hari ini.


*


*


Waktu keberangkatan Langit ke Bandung pun telah tiba, pukul 4:30 pagi ia mengantarkan Cantika terlebih dulu kerumah orang tuanya, sekaligus berpamitan kepada mereka.


"Lho, kalian baru aja menikah lho Lang, udah mau ditinggal aja, nggak kangen memangnya?"


Langit tampak terkekeh kecil, "Kangen Bun, kangen banget malah! sampai berat banget rasanya mau pergi, tapi ada hal penting yang harus saya kerjakan disana." balas Langit tanpa rasa malu, membuat Nada tersenyum-senyum sendiri mendengar nya.


Berbeda dengan Cantika yang meringis, dengan wajah merona, yang kemudian mencubit pinggang suaminya.


"Semalam juga dia nempel terus Bun, nggak rela saya pergi katanya." ujar Langit seraya menoleh kearah sang istri yang sedang menatapnya tajam.


"Nggak kebalik tuh." ucapnya ketus, membuat Langit tertawa, begitupun dengan Nada.


"Kalian ini, yaudah dek ayok masuk! biarin Langit berangkat lebih pagi biar nggak macet, nggak panas juga dijalan." ujar Nada menengahi.


*


Begitu sampai di Bandung, seperti biasa Langit akan mengunjungi rumah pamannya terlebih dulu, dan setelahnya ia meminta kunci rumah milik sang nenek untuk ia menginap selama tinggal disana.


Siang harinya, Langit mendatangi Agus selaku penanggung jawab bangunan Villa miliknya yang kini telah berdiri 90% dari sebelumnya.


Tujuan Langit ke Bandung memang untuk melihat Villanya yang hampir selesai, namun tujuan pertamanya ia ingin memergoki seseorang, yang kabarnya sudah menetap di Bandung hampir tiga minggu ini.

__ADS_1


"Kamu yakin ini rumahnya?'' ujar Langit pada Dewa, Dewa merupakan seseorang yang ia percaya untuk mengikuti kemanapun pria yang tak lain adalah kakak iparnya yang bernama Dion itu pergi.


"Yakin Lang, gue nggak salah lihat kok, gue lihat dia beberapa kali masuk kerumah ini."


"Ok, kalau begitu sekarang gue minta elo buat mengetuk pintunya, dan gue tetap disini untuk memastikan."


Dewa mengangguk patuh, kemudian ia memasuki halaman rumah sederhana ber cat pink dihadapannya, sementara Langit tetap berdiri ditempatnya yang semula.


Tepatnya didepan pagar, yang terhalang oleh pohon mangga yang sedang berbunga.


Langit tidak berniat untuk mencampuri urusan rumah tangga kakaknya, terlebih saat sang kakak tidak pernah suka dengan cara Langit yang selalu mengatai suaminya.


Namun akhir-akhir ini sang kakak sepertinya mulai menyerah, dan meminta Langit untuk mengumpulkan banyak bukti agar gugatan cerainya dapat diproses dengan mudah.


Dewa mencoba mengetuk pintu, yang pertama sama sekali tidak ada sahutan dari dalam, begitupun yang kedua.


Namun begitu ia hendak mengetuk pintu untuk yang ketiga kalinya, seorang wanita yang tengah hamil besar, terlihat menyembul dibalik pintu tersebut.


"Maaf mas, cari siapa?" tanyanya, sembari mengelus perutnya yang memang sudah benar-benar membesar.


Dewa terlihat salah tingkah, "Eumz, itu mbak_ mas Dion nya ada?"


"Ada, tapi lagi tidur."


"Oh gitu ya_"


"Siapa Win?" sahutan dari dalam membuat ucapan Dewa terhenti seketika.


"Lho udah bangun mas?" tanyanya begitu melihat Dion yang kini berada disampingnya.


"Hmmm."


"Nyari siapa?" tanya Dion dengan pandangan tertuju kearah Dewa.


"Nyari kakak ipar saya." bukan Dewa yang menyahut, melainkan Langit yang kini berjalan kearahnya.


*


*


Mohon maaf Author baru sempat up lagi, ada banyak kesibukan mendadak di Real Life.


Terimakasih bagi readers semua yang masih setia menunggu.


Mudah-mudahan mulai besok bisa aktif kembali ya ☺️

__ADS_1


*


*


__ADS_2