Menggapai Langit

Menggapai Langit
Keinginan ibu hamil


__ADS_3

"Kenapa Lang, Cantika baik-baik aja kan?" ucap Satria yang baru saja keluar dari rumahnya setelah diberi tahu asisten rumah tangganya bahwa Langit yang berstatus adik iparnya tersebut tengah menunggu di luar.


"Sorry nih pagi-pagi gue udah datang kesini." ucap Langit yang merasa tak enak hati, bagaimana tidak! pagi-pagi buta begini dia mendatangi rumah Satria karena sejak semalam ponselnya tidak bisa ia hubungi.


"Kenapa?"


"Cantika baik-baik aja kok, tapi_"


"Tapi apa?"


Terlihat Langit menggaruk kepalanya, "dia ngidam, tapi ngidamnya agak aneh.''


"Aneh gimana?"


"Dia meminta kita berdua foto bareng gorila, Lo mau kan?"


"Hah?" seketika Satria melebarkan kedua matanya dengan mulut menganga.


"Lo_ Lo pasti bercanda kan mana ada ngidam aneh begitu, dulu bini gue juga nggak gitu-gitu amat perasaan, paling ini akal-akalan Lo aja kan Lang, Lo mau ngerjain gue?"


"CK, kalau bukan kakak ipar gue udah gue telan hidup-hidup Lo, ini seriusan, Lo pikir dengan kedatangan gue sepagi ini itu demi sebuah candaan, kalau iya! kurang kerjaan banget gue, CK!''


"Kenapa nggak bang El aja, atau si Satya gitu."


"Emangnya jual beli daster, bisa ditawar menawar, kemarin aja gue langsung dibentak."


"Ok ok, jadi kapan kita musti fotonya, bareng siapa tadi.?"


"Gorila."

__ADS_1


"Iya itu, terus nyari mahluk berbulunya itu kemana, emang ada disekitar sini? jangan bilang kalau kita harus ke kebun binatang."


"Dan tebakan Lo benar sat,"


"CK!"


*


"Senyum dikit kenapa sih Abang?" protes Cantika, memelototi suami dan kakaknya yang terus memasang wajah kesal sejak mereka disuruh eksis bersama gorila.


Ya, ketiganya kini sedang berada disebuah kebun binatang, dan meminta izin kepada para petugas disana untuk berfoto dengan mahluk berbulu hitam sesuai keinginan Cantika.


"Iya dek iya." jawab Satria dengan terpaksa sembari menepis tangan gorila yang terus-menerus mengacak-acak rambutnya layaknya sedang mencari kutu.


"Heh, makhluk hitam, Lo bisa diem nggak sih, Lo nggak tahu kalau tangan Lo bau." gerutu Satria kepada sang gorila untuk yang kesekian kali.


"Anak Lo sih ngidamnya aneh-aneh, gue curiga pas bikinnya Lo lupa berdoa kali."


"Ya kadang-kadang sih." jawabnya dengan ringisan kecil.


"Udah gue duga."


"Abang cium pipinya dong, bang Langit yang kiri, bang Satria yang kanan, aku jamin kak Stela nggak akan marah kok, aku juga bang! aku nggak bakalan marah, aku ikhlas." ucap Cantika sambil memberi instruksi keduanya agar semakin berdekatan dengan makhluk berbulu hitam tersebut.


Melihat keantusian dan senyum bahagia Cantika membuat keduanya dengan sangat terpaksa mengabulkan keinginannya.


Usai foto, keduanya langsung berlari keluar dari area kebun binatang menuju toilet umum, untuk mandi dan mengganti pakaiannya.


"Besok-besok kalau ngidam jangan bawa-bawa abang ya dek." ucap Satria yang kini tengah mengendarai mobilnya.

__ADS_1


"CK memangnya bisa di prediksi Abang, siapa tahu besok-besok dia malah minta Abang buat foto sama macan."


"Bunuh aja Abang dek, bunuh!" ucap Satria yang seketika membuat Cantika tertawa, sementara Langit yang berada disampingnya tersenyum getir, seraya memijat keningnya.


Ia membayangkan berapa banyak lagi hal aneh yang akan Cantika minta selama ia mengidam.


Sikap Cantika benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat dari yang sebelumnya, ia akan menangis histeris jika dirinya tak bisa mengabulkan keinginannya.


Contohnya seperti saat ini, ketika mereka baru saja tiba dirumah, Cantika merengek ingin pergi ke sebuah Mall, meski Langit berusaha merayunya karena khawatir jika Cantika kelelahan, dan berdampak buruk pada janin yang berada dalam kandungan nya.


"Memangnya kamu nggak cape dek, kan kita baru aja nyampe."


"Nggak cape kan naik mobil."


"Besok aja ya yang."


"Maunya sekarang."


Langit menghela napas panjang, apalagi yang bisa ia lakukan selain mengiyakan nya.


"Ok ok, kita pergi sekarang."


"Gitu dong." Cantika berlari terlebih dulu menuju mobil dengan antusias.


Sedangkan Langit mengikutinya dari belakang dengan langkah gontai, tak menyangka jika menghadapi seorang ibu hamil memang serumit ini, namun meski begitu ia sangat menikmatinya.


*


*

__ADS_1


__ADS_2