
"Kalian berdua pasti bercanda kan?" teriak Sindy yang sama sekali tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Maaf mbak, tapi yang dibilang teman saya benar, mbak Cantika ini bos kami." lanjut Lily.
"Oh iya, kemarin saya belum sempat memperkenalkan diri saya dengan benar kan,? kenalin saya Cantika istrinya bang Langit." ujar Cantika seraya mengulurkan tangannya dengan senyum penuh arti.
"Lo_"
"Kalau di lihat dari reaksi mbak, sepertinya mbak belum tahu ya, kalau gitu biar saya kasih tahu, saya dan bang Langit sudah menikah tiga bulan yang lalu." lanjutnya membuat Sindy mengepalkan kedua tangannya, keluar dari Cafe tersebut dengan wajah memerah menahan emosi.
*
"Yang, hari ini ikut abang kekantor ya?" ujar Langit saat Cantika tengah memasangkan dasi untuknya, membuat wanita yang sekarang berpipi chubby itu mendongak, menatap wajah tampan sang suami.
"Ngapain?"
"Belum pernah ikut kan, abang mau ngenalin kamu sama mereka."
"Mereka siapa?"
"Karyawan abang sayang."
"Kan mereka udah pada tahu, waktu resepsi kita."
"Sebenarnya hari ini abang nggak mau jauh-jauh dari kamu dek," akunya. "Apa abang nggak usah kerja aja ya."
"Abang jangan malas-malasan, Abang lupa bentar lagi Abang udah jadi ayah."
"Makanya ikut abang ya."
"CK, yaudah deh."
Sesampainya di kantor, Langit langsung membawa Cantika keruangannya, sempat mendapatkan tatapan berbeda-beda dari beberapa pasang mata para karyawan Langit yang terlihat antusias sekaligus merasa iri dengan kehadirannya.
__ADS_1
"Duduk disini tuan putri." Langit menempatkan Cantika agar duduk disebuah sofa yang diletakkan disamping jendela.
"Makasih Abang."
"Sun dulu dong yang." Langit mencondongkan wajahnya membuat Cantika sedikit tersipu.
"Apaan deh Abang."
"Biar Abang semangat kerjanya."
Cup!
"Kok pipi sih yang."
"Terus?"
"Ini." menunjuk bibirnya yang mengulas senyum.
"Nggak!"
"Lagi yang?"
"Abang ihs."
Entah siapa yang kembali memulai, kini bibir mereka kembali menyatu saling membelit satu sama lainnya.
*
Sepulang dari kantor, Cantika meminta Langit agar mampir terlebih dulu di sebuah kedai yang khusus menjual berbagai macam menu es cream, yang menjadi salah satu makanan favoritnya.
"CK dia lagi." gerutu Cantika, membuat moodnya kembali memburuk saat mereka kembali berpapasan dengan wanita yang akhir-akhir ini sering ia temui tanpa sengaja.
"Eh ketemu lagi kita Lang." wanita yang bernama Sindy itu memasang senyum terbaiknya, menatap Langit dengan tatapan memuja.
__ADS_1
"Maaf kami sibuk." ucap Cantika dengan nada tak ramah.
"Lang, aku minta maaf karena waktu itu udah mutusin kamu secara sepihak, aku terpaksa, tapi aku masih cinta sama kamu Lang." ujar Sindy tanpa mempedulikan Cantika yang kini membelalakkan kedua matanya.
"Sorry Sin." Langit tampak menarik napas, menoleh kearah istrinya yang benar-benar terlihat kesal, sejak kemarin Cantika sudah bercerita banyak mengenai kehadiran Sindy yang selalu tiba-tiba dan memakinya.
"Sebaiknya kamu berhenti mengganggu saya, karena saya sudah menikah, dan bahkan sebentar lagi kami akan memiliki seorang anak." Langit semakin mengeratkan genggamannya dengan tangan Cantika.
"Lang?" Sindy menggelengkan kepalanya.
"Satu hal yang harus kamu tahu Sin, dari dulu sampai sekarang, nggak ada satu wanita pun yang saya cintai, selain wanita yang kini bersama saya."
"Mungkin kamu juga pernah mendengarnya, tentang saya yang pernah menyakiti Vina teman kamu, demi satu wanita yang bahkan saat itu jauh dari jangkauan saya."
"Kamu tahu siapa orangnya?"
"Ini." Langit merangkul pundak Cantika menunjukkan kepada Sindy bahwa hanya dia satu-satunya wanita yang sangat ia cintai.
"Lang?"
"Saya harap setelah ini kamu tidak mengganggu saya ataupun istri saya lagi."
*
*
Hallo readers tercinta, apa kabarnya π₯°
Semoga sehat selalu ya..πππ
Jangan lewatkan beberapa part terakhir dari kisah Cantika, dan Langit, yang akan segera EndβΊοΈ
*
__ADS_1
*