Menikahi Calon Suami Tetanggaku

Menikahi Calon Suami Tetanggaku
Chapter 41


__ADS_3

Sepulangnya dari rumah sakit setelah memeriksakan kondisi kandungan sang istri, Rangga mengajak Kasih dan mamahnya untuk makan siang di salah satu restoran mewah yang menyediakan makanan dari dalam maupun luar negeri.


Tentu saja Kasih senang, ia bebas memilih makanan apa saja asal jangan pedas.


"Makasih ya mas sudah ajak aku ke tempat seperti ini," ucap Kasih yang sangat bahagia.


Melihat kebahagiaan istrinya, Rangga merasa bersalah karena sejak menikah ia belum pernah mengajak sang istri pergi ke tempat bagus-bagus.


"Mumpung kalian ke kota, udah jalan-jalan aja. Kasih, menginaplah beberapa hari ya, nak!" Pinta bu Hesti.


"Aku sih terserah mas Rangga aja mah. Semua keputusan ada di tangan dia."


"Iya sayang, kita akan menginap satu minggu di sini." Ujar Rangga seraya mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Rangga,.....!!" Sapa suara wanita cantik dengan senyum lebarnya.


Wajah Rangga yang semula hangat kini mendadak dingin. Pria ini menepis wajah Finda yang hendak mencium pipi kanan kirinya.


Deru nafas Kasih tak beraturan ketika melihat seorang wanita yang tiba-tiba datang hendak mencium suaminya.


"Mbak, gak punya malu banget. Ini suami ku, jangan asal ***** aja dong!" Ucap Kasih dengan nada tinggi.


"Kau benar istrinya Rangga?" Tanya Finda dengan tatapan mencemooh.


"Kenapa memangnya? Jangan bilang kalau aku dan suami ku tidak cocok? Atau penampilan ku seperti orang kampung!" Kasih langsung membungkam mulut Finda.


"Jangan merusak makan siang kami," ucap Rangga. "Pergilah!" Usirnya.


"Why? come on Rangga! I really miss you (Kenapa? Ayolah Rangga. Aku sangat merindukan kamu)." Ucap Finda tak tahu malu.


Byuur,......


Tiba-tiba saja Kasih menyiram wajah Finda dengan segelas air putih miliknya yang berada di atas meja. Tentu saja hal ini membuat bu Hesti dan Rangga terkejut.


"Sembarang banget ya bilang rindu sama suami orang. Dasar tidak berpendidikan. Mbak, meskipun aku orang kampung, aku juga bisa bahasa inggris!"


"Kau,.....!!" Finda menunjuk wajah Kasih.


"Turunkan tangan mu dan pergilah!" Titah Rangga.


Finda menghentakkan sebelah kakinya kemudian memutuskan untuk pergi setelah dirinya menjadi pusat perhatian di restoran itu.

__ADS_1


"Kasih,...kamu hebat." Bu Hesti memuji menantunya.


"Dan kamu mas, diam aja. Gak mau bertindak tegas. Kamu jangan macam-macam sama aku ya mas, ingat bagaimana perjalanan rumah tangga kita dari awal." Kasih memperingati suaminya tepat di hadapan mertuanya.


"Iya nih Rangga, lembek banget!" Timpal bu Hesti.


"Bukan masalah lembeknya mah. Aku hanya ingin melihat istri ku ini, segalak apa sih dia?"


Rangga mencubit pipi istrinya namun di tepis oleh Kasih.


Meskipun selera makan Kasih mendadak hilang, tapi wanita ini tetap makan untuk menghargai mertuanya.


Selesai makan mereka langsung pulang, Kasih pergi beristirahat begitu juga dengan bu Hesti yang langsung pergi ke kamar untuk mengadukan apa yang terjadi di restoran tadi pada pak Diman.


"Masa sih mah?" pak Diman tidak percaya.


"Bener loh pah. Itu si Finda benar-benar tidak memiliki attitude sama sekali. Di depan mamah aja dia sama sekali tidak sopan!"


"Sama-sama kuliah di luar negeri tapi seperti orang yang tidak berpendidikan!"


Di banding perempuan seperti Yesi dan Finda yang terlihat liar, pak Diman dan bu Hesti lebih memilih Kasih, gadis kampung pecicilan tapi masih bisa menghargai orang yang lebih tua.


Sementara itu, Kasih masih merasa kesal pada Rangga yang terlihat biasa saja saat di restoran tadi. Ia hanya diam, tidak seperti biasanya yang suka bicara.


"Sayang,....!!" Panggil Rangga. "Bukan maksud mas gak mau belain kamu tadi, mas cuma di n melihat bagaimana sikap kamu aja."


"Oh, jadi mas ingin menguji aku? Jangankan istri di dunia, istri di alam jin sekali pun akan marah jika ada seorang perempuan yang mengatakan rindu pada suaminya!"


"Sayang maafin mas deh. Janji gak akan seperti itu lagi."


Mulai panik lah Rangga.


"Jangan coba macam-macam ya mas. Kau yang membuat aku jatuh cinta pada mu jangan sampai kau yang menghancurkan cinta ku."


"Sumpah deh sayang, mas gak akan seperti itu lagi. Mas itu malas ketemu sama Finda makanya mas gak gubris dia."


"Awas aja kamu mas, ancaman ku serius. Berani menyakiti hati ku berati kau sudah siap untuk tidak melihat anak mu!" Ancam Kasih.


Rangga langsung berlutut, memeluk istrinya sambil menciumi perut Kasih yang sedikit membuncit.


"Jangan sayang, gak beneran gak berani mas. Mas cuma cinta sama kamu dan anak kita. Jangan pisahkan mas dengan anak kita." Rangga memohon.

__ADS_1


"Awas aja!!"


Buru-buru Rangga menggelengkan kepalanya. Pria ini tahu betul watak Kasih yang sedikit keras.


Sedangkan Finda, wanita ini berganti pakaian di salah satu butik kemudian pergi menemui Daffa dalam keadaan marah.


Daffa hanya diam saja saat Finda menceritakan apa yang sudah ia alami.


"Sudah ceritanya?" Tanya Daffa.


Huft.......


Finda membuang nafas kasar.


"Lagian kau ini pun salah Fin, sudah tahu Rangga udah punya istri masih aja di ganggu!"


"Lagian, kenapa coba mau nikah sama perempuan kampung. Heran, emang di kota udah gak ada perempuan apa?"


"Kau ini kenapa jadi mengatur?" Tanya Daffa mulai kesal. "Rencananya aja aku mau mencari jodoh orang kampung. Cantiknya alami, sopan dan ramah lagi."


"Jadi menurut mu perempuan kota gak cantik, gak sopan dan gak ramah?" Protes Finda.


"Sama cantik, sopan dan ramah. Tapi tidak semua seperti itu kan?"


Huft,......


Sekali lagi Finda membuang nafas kasar.


"Menurut ku, aku jauh lebih pantas menjadi istri Rangga." Ucap Finda membuat Daffa tertawa.


"Jika kau merasa pantas, lalu kenapa Rangga menikah dengan istrinya?"


"Yang berteman lama siapa yang di nikahi siapa?" Kesal Finda. "Seumur-umur belum pernah melihat Rangga pacaran sama orang eh tahu-tahunya udah nikah aja. Apa sih mau nya dia?"


"Kenapa kau jadi repot dengan kehidupan Rangga?"


"Kau Tahu sendiri aku sejak dulu menyukai Rangga. Lihat dia udah nikah ya sakit lah hati ku!"


"Kasih itu cinta pertama Rangga sejak kecil. Kau tidak akan mungkin bisa menyingkirkan Kasih di dalam hidupnya. Rangga saja hampir stres hanya karena kedua orang tuanya pernah melakukan perjanjian pada salah satu teman papahnya untuk menikahkan Rangga dan anaknya. Untung saja batal, akhirnya Rangga bisa menikah dengan cinta pertamanya." Tutur Daffa panjang lebar.


"Gak terima ah, masa sama perempuan kampung!"

__ADS_1


"Semuanya itu tidak ada hubungannya dengan mu. Rangga berhak menikah dengan siapa pun," ucap Daffa kemudian pamit pergi.


__ADS_2