Menikahi Calon Suami Tetanggaku

Menikahi Calon Suami Tetanggaku
Chapter 63


__ADS_3

"Apa mamah bilang, Kasih itu cuma mengalami kontraksi bohongan." Ucap bu Hesti.


"Iya, wajar kalau mengalami kontraksi bohongan itu." Imbuh bu Erni.


"Ini anak masih dalam perut aja udah ngerjain orang tua. Gimana kalau udah besar nanti?"


Rangga menggelengkan kepalanya.


"Kamu pikirlah sendiri Rangga, kamu aja suka ngerjain orang!" Sahut pak Diman.


"Semua gara-gara kamu nih mas," ucap Kasih malah menyalahkan.


"Kok mas yang salah?" Protes Rangga.


"Udah ah, sekarang kita langsung pulang biar Kasih bisa istirahat." Ajak bu Hesti.


"Nada, ya kamu. Kamu ikut pulang bersama kami," ujar Rangga seraya melirik tajam ke arah Daffa.


"Tapi itu mas, semua barang-barang Nada masih berada di rumah mas Daffa."


"Ngambilnya bareng ibu aja, nanti ibu sama Nada aku anterin ke rumah Rangga." Kata Daffa yang mencari kesempatan.


"Gak bisa, enak aja main bawa-bawa mertua ku!"

__ADS_1


"Rangga,....!"


Bu Hesti yang geram mencubit lengan anaknya.


"Pikirin istri kamu dong, biarin aja kalau bu Erni mau ikut. Biar sekalian jalan-jalan," ucap bu Hesti.


"Ibu mau ikut sama Daffa?" Tanya Rangga.


"Kasih gak apa-apa kalau ibu tinggal?" Tanya bu Erni pada anaknya.


"Kasih baik-baik aja kok bu. Mas Rangga aja yang berlebihan." Jawab Kasih.


"Ya udah, ibu mau nemanin adik kamu. Lagian katanya masih ada yang harus di urus!"


"Jagain itu mertua ku, awas aja kalau sampai kenapa-kenapa. Ku gantung kau di tiang listrik." Ancam Rangga.


"Asyik, pergi sama calon mertua!" Ujar Daffa.


Semakin tajam tatapan Rangga pada Daffa.


Bu Erni dan Nada akhirnya ikut bersama dengan Nada. Mengajak bu Erni pergi ke rumahnya adalah satu kesempatan bagi Daffa untuk merayu sang calon ibu mertua.


Sedangkan Kasih di ajak pulang oleh suami dan kedua mertuanya. Setibanya di rumah, Rangga langsung menggendong istrinya naik ke lantai dua karena kamar Rangga berada di lantai dua.

__ADS_1


"Mas, kamu itu gak boleh galak-galak sama Daffa. Kasihan dia," ucap Kasih.


"Kesal aja bawaannya sama dia."


"Kenapa?" Tanya Kasih penasaran.


"Dia itu sebenarnya pernah ngerjain mas," ujar Rangga.


"Ngerjain gimana sih mas?" Tanya Kasih yang penasaran.


"Anu, pas mas pergi ke kota beberapa waktu yang lalu dia ada janjian sama teman lamanya. Nah, mas cuma ngantar dia pas ketemu itu cewek bawa anak tiga yang pertama umur empat tahun yang kedua umur dua tahun dan yang terakhir umur enam bulan. Kata perempuan itu dia janda, lah Daffa langsung bilang kalau nama mas itu Daffa."


Rangga menceritakan pada istrinya.


"Teman lama, seharusnya perempuan itu mengenali Daffa dong?"


"Itu teman saat sekolah dasar, mana mungkin ingat wajahnya. Makanya, mas sakit hati banget sama Daffa. Mana anak yang kedua manggil mas dengan sebutan papah lagi."


Kasih tertawa terbahak-bahak mendengar cerita dari suaminya. Bukannya marah, Kasih malah mengejek suaminya.


"Udah puas ketawanya?" Tanya Rangga kesal.


"Lagian, ada-ada aja kalian berdua. Itu bocah juga aneh, baru ketemu udah manggil papah aja!"

__ADS_1


"Sumpah, sakit hati mas sama Daffa. Makanya pas dia dekat sama Nada mas jaga benar-benar."


Kasih kembali tertawa, perut yang sakit karena kontraksi palsu malah sakit akibat menertawakan suaminya sendiri.


__ADS_2