Menikahi Calon Suami Tetanggaku

Menikahi Calon Suami Tetanggaku
Chapter 75


__ADS_3

Uuuhmmm.......


Suara lenguhan keluar dari bibir manja Nada. Gadis yang sebentar pagi sudah tidak gadis ini akan melepas keperawanannya dengan sang suami.


Daffa terus memagut mesra bibir istrinya dengan salah satu tangan sibuk merasa buah dada istrinya sedangkan tangan satunya sibuk melepaskan kancing celananya.


Nada mendorong tubuh suaminya karena ia nyaris kehabisan nafas.


"Aku tidak bisa bernafas," ucap Nada.


"Gimana sayang, enak?" Tanya Daffa.


"Apanya yang enak?" Nada balik bertanya.


"Ciumannya?"


Seketika wajah Nada merona, ia mencubit dada bidang suaminya yang sudah tidak berpakaian.


Daffa yang masih berada di atas tubuh sang istri langsung membuka resleting gaun istrinya kemudian melepasnya.


"Mas, aku malu." Ucap Nada. Bagaimana malu, gadis sembilan belas tahun menikah muda dengan seorang pria yang usianya hampir tiga puluh tahun.


"Ngapain malu sama suami sendiri?"


Sekali lagi tangan Daffa kembali nakal melepas pengait bra milik istrinya. Matanya sedikit melebar saat melihat gundukan kenyal di hadapannya.


Daffa tak mau membuang waktu lagi, hasrat birahinya semakin tinggi. Pria ini langsung mencumbu di leher sang istri, menggelitik manja hingga membuat Nada melenguh terpancing nafsu birahinya.


Dari leher turun ke atas dada, memberi tanda sedikit berwarna di atas sana.


Eeemph.......


Sekali lagi Nada mendes*h saat suaminya menghis*p dalam-dalam salah satu buah dadanya.


"Mas,.....!" Lirih Nada seraya meremas rambut suaminya.


Jelas terlihat di depan mata Nada saat sang suami bersiap-siap memasukan belut yang berukuran jumbo.


Untuk yang pertama kalinya Nada melihat alat kelamin pria secara langsung. Tidak munafik, sebelum ini Nada juga pernah melihat lewat gambar yang terkadang suka ada berselawiran.

__ADS_1


"Astaga, besar sekali. Masa iya benda segitu panjang dan besarnya bisa masuk?" Batin Nada.


Aaaaaw........


Nada merintih perih saat Daffa tiba-tiba memasukan belutnya ke dalam lubang.


"Mas, sakit. Mengejutkan ku saja!" Protes Nada.


"Mas pikir kamu udah pasrah aja gitu. Dari tadi kamu lihatin burung mas terus!"


"Pelan-pelan....!!"


Daffa mengangguk, pria ini kembali menyodokan induk belut nya untuk masuk ke dalam lubang.


Dua tiga hentakan tak juga masuk, lubang ini begitu sempit meskipun sudah di bantu lebar dengan tangan.


Daffa begitu kesal di dalam hatinya, gejolak di dada memaksa pria ini sedikit kasar.


Bug......


Jleb......


Nada menggigit bibir bawahnya, menahan perih saat belut suaminya yang berukuran besar sudah berhasil masuk ke dalam rawa-rawa.


Untuk beberapa saat Daffa diam hanya sekedar membiarkan sang belut beradaptasi dengan rumah barunya.


"Gimana sayang, besar gak punya mas?" Tanya Daffa berbisik.


"Muatan full mas....!" Jawab Nada.


Daffa mulai menggoyangkan pinggulnya, naik turun menjadi gerakan yang pertama.


"Ouh,....ternyata begini nikmatnya menggoyang istri." Ucap Daffa di dalam hati.


Ekspresi Nada tak bisa bohong, batang keras seperti balok kayu yang menghujam sangat dalam membuat lapis legitnya berdenyut kenikmatan.


Ah,....ih....uh.....


Nada mendes*h begitu juga dengan Daffa.

__ADS_1


Plok....plok....plok...


"Mas pelan-pelan,....!"


"Gak bisa,....!"


"Mas,.....!"


Kedua kaki Nada merapat, di tambah lagi Daffa semakin mempercepat gerakannya bahkan dengan liar pria ini menghisap buah dada istrinya.


"Mas.....!"


Plok...


Plok....


Plok.....


Aaaaaaargh..........


Suara erangan menggema di sudut ruangan kamar. Daffa dan Nada sama-sama merasakan nikmatnya *******. Tubuh mereka menggelinjang, Nada meremas rambut suaminya menahan agar pria ini semakin dalam menghisap buah dada miliknya.


Setelah beberapa saat menikmati indahnya surga dunia. Tubuh Daffa dan Nada sama melemas bahkan Daffa jatuh di samping istrinya.


Deru nafas mereka tak beraturan, keringat membanjiri tubuh mereka.


"Sialan!" Umpat Daffa dalam hati. "Ternyata begini rasanya. Pantesan Rangga kalau mendes*h nyaring banget!"


"Mas,....!" Panggil Nada.


"Iya sayang, ada apa?"


"Gak kenapa-kenapa!"


"Mau lagi?"


"Mau....!!"


Sama-sama ketagihan, Daffa kembali menghajar istri di atas ranjang. Membelah malam pertama mereka dengan begitu indah, entah berapa kali pasangan pengantin baru ini sama-sama menemukan puncaknya.

__ADS_1


__ADS_2