
"Mas, kita gak jadi pulang hari ini." Ujar Nada memberitahu Daffa.
"Kenapa?" Tanya Daffa heran.
"Mas Rangga baru aja ngasih kabar kalau mereka semua perjalanan ke kota. Mbak Kasih katanya kontraksi."
"Aduh, udah mau lahir ya?"
"Gak tahu juga, anterin aku ke rumah mas Rangga ya."
"Tapi kita mampir ke kantor sebentar, ada berkas yang harus mas ambil."
"Oh, iya. Lagian mereka masih di perjalanan juga!"
Daffa dan Nada pun pergi, sedikit khawatir dengan keadaan sang kakak apa lagi Nada paham betul sifat kakaknya yang sedikit pecicilan.
"Wajah kamu kok tegang?" Tegur Daffa.
"Gak tahu juga, kepikiran sama mbak Kasih."
"Sebentar lagi Rangga akan menjadi seorang ayah. Mas mu ini kapan?" Goda Daffa.
"Mas, lagi serius malah bercanda!"
"Mas serius loh. Dua puluh sembilan tahun hidup baru sekarang punya pacar," ucap Daffa membuat Nada tidak percaya.
"Laki-laki sama aja. Ngaku gak pernah pacaranlah, apa lah gak tahunya gebetan banyak!"
"Jangan sama kan mas sama ipar mu itu. Kalau Rangga ya memang banyak, kalau mas gak ada. Malas aja!"
__ADS_1
"Bohong!"
"Serius loh!"
"Gak percaya ah!"
"Beneran, mas sibuk kerja. Sejak papah meninggal, mas yang gantiin papah kerja di perusahaan keluarga Raharja."
"Ah, masa?"
"Heeeee,......di bilangin juga. Tanya aja sama mamah."
Mobil berhenti tepat di depan lobby, Daffa bergegas turun tapi balik lagi ke mobil.
"Ada apa mas?" Tanya Nada heran.
"Mau ikut masuk?" Tawar Daffa.
"Harta kakak ipar mu tidak akan habis sampai sepuluh turunan kecuali di ambil sang maha kuasa. Mau ikut masuk apa di mobil?"
"Di mobil aja mas," tolak Nada.
"Oh, ya udah. Tungguin lima menit aja!"
Daffa bergegas masuk ke dalam, pria ini hanya mengambil berkas yang sudah di titipkan di meja resepsionis.
"Pak, maaf. Besok ada meeting sama klien dari kota D. Pak Diman tidak ada, mumpung bapak di sini ada baiknya pak Daffa yang mewakili." Ujar sekretaris pak Diman memberitahu.
"Oh, baiklah!" Jawab Daffa.
__ADS_1
"Bapak kemana aja? Perasaan udah lama gak masuk kantor." Tanya Vivi Sekretaris pak Diman.
"Sibuk sama calon istri, kenapa?" Daffa bertanya balik. "Ya udah, saya pergi dulu. Kasihan calon istri saya menunggu di mobil."
Daffa bergegas keluar dari kantor.
"Kalian dengarkan tadi?" Tanya Vivi pada kedua resepsionis.
"Calon istri sedang menunggu di mobil," ucap salah seorang resepsionis.
"Sejak kapan itu orang punya cewek?"
Vivi menggelengkan kepalanya tidak percaya.
Sementara itu, Daffa dan Nada kembali melanjutkan perjalanan ke rumah Rangga.
"Eh, ini Rangga kirim pesan. Kita di suruh pergi ke rumah sakit untuk booking ruang rawat inap untuk mbak mu."
"Loh, serius mau lahiran? Bukannya masih tiga minggu lagi?"
"Ya gak tahu!"
Nada mencoba menghubungi ibunya untuk meminta Kepastian. Sebenarnya Kasih hanya mengalami kontraksi biasa tapi Rangga yang sudah kadung panik langsung mengajak istrinya pulang ke kota.
"Perasaan masih tiga minggu lagi perkiraan lahirannya. Kenapa kontraksinya sekarang?"
Rangga bingung sendiri.
"Kamu kali, suka menjenguk!" Goda bu Hesti.
__ADS_1
"Ya gak gitu juga!" Sahut Rangga malu.
"Gak kasihan sama istri, lama-lama papah sunat lagi kamu itu." Ancam pak Diman.