
"Sayang, kamu mau makan apa?" Tanya Daffa pada istrinya.
"Yang ini mas," jawab Nada asal tunjuk.
"Steak tenderloin. Kamu kenyang makan ini?"
"Jangan lupa sama nasi, biar kenyang!" Sahut Nada.
"Pesan apa lagi?" Tanya Daffa.
"Udah itu aja, kalau kebanyakan mesan gak habis nanti mubazir."
Akhirnya Daffa memesan dua porsi steak yang di tunjuk istrinya tadi.
"Rame ya mas," ucap Nada.
"Maklum, rekomendasi. Makanan di sini enak semua!"
Suami istri ini makan malam dengan saling mengobrol. Rasa-rasanya Daffa sudah tidak sabar lagi untuk memakan istrinya, alhasil pria ini cepat-cepat menghabiskan makanannya.
"Sayang, cepat sedikit makannya." Tegur Daffa.
"Kenapa memangnya?" Tanya Nada yang heran.
"Tidak kenapa-kenapa. Biar cepat pulang aja, ada pekerjaan yang harus mas selesaikan segera."
"Oh, iya....!!"
Bergegas Nada menghabiskan makanannya. Selesai makan mereka langsung pulang, tentu saja senyum Daffa lebar sepanjang perjalanan menuju rumah.
"Kamu ini kenapa sih mas, aneh?"
"Gak kenapa-kenapa. Lagi senang aja!"
"Itu loh senyum-senyum sendiri," ucap Nada.
__ADS_1
"Dari pada nangis!" Jawab Daffa. "Sayang.....!!"
"Iya mas. Ada apa?"
"Hari minggu kamu belajar nyetir ya. Biar, kalau mau kemana-mana enak!"
"Gak lah mas, aku takut!" Tolak Nada.
"Eh, nanti mas yang ajarin kamu!"
"Belum cukup umur loh mas," jawab Nada.
"Tapi, kalau buat anak udah cukup umur kan?"
"Mas,.......!!" Nada merona malu.
Akhirnya sampai juga di rumah, Daffa langsung mengajak istrinya pergi ke kamar.
Nada membersihkan riasannya dan berganti pakaian. Gadis cantik ini pergi ke dapur saat suaminya sedang berada di kamar mandi. Saat Daffa keluar, ia tak mendapati sang istri.
"Astaga, ada aja halangannya. Kemana lagi itu bocah?"
"Kamu dari mana?" Tanya Daffa pada istrinya yang masih berada di lantai bawah.
"Ini loh mas, ngisi air minum." Ujar Nada memberitahu.
"Cepat naik!" Titahnya.
Nada bergegas naik ke lantai dua.
"Eh, mas. Kok kamarnya di kunci?" Tanya Nada.
"Biar gak ada yang ganggu!"
Merindinglah bulu kuduk Nada, gadis ini tiba-tiba saja membayangkan sesuatu.
__ADS_1
"Mas, mau malam pertama ya?" Tanya Nada begitu polosnya.
Daffa memutar bola matanya bingung mau menjawab apa.
"Kamu gak mau?" Daffa bertanya balik.
"Anu mas,.....!" Nada mendadak gugup.
Tiba-tiba saja Daffa merangkul pinggang istrinya agar mereka lebih dekat.
"Anu apa, hem.....?"
"Aku kok merinding ya....?"
"Gak ada hantu di sini,....!!" Sahut Daffa.
Daffa menuntun langkah istrinya mundur hingga menyentuh ranjang. Tinggi badan gadis ini hanya sepundak Daffa. Tentu Saja Daffa dengan mudahnya bisa menaklukkan Nada.
Selisih umur kurang lebih sebelas tahun, membuat Daffa sedikit bingung ingin mulai dari mana. Nafas keduanya saling beradu saat wajah mereka saling pandang.
"Ciuman yuk....!" Ajak Daffa malah membuat Nada tertawa.
Daffa mengerutkan keningnya kesal, entah perkataan mana yang membuat Nada tertawa.
"Kenapa tertawa?" Tanya Daffa kesal.
"Biasanya aja main sosor, kok sekarang ngajak?"
Dep,.....
Daffa mendadak diam, apa yang di katakan Nada ada benarnya juga.
"Mas, aku duduk kamu berdiri. Mau sampai kapan kita seperti ini?" Tanya Nada.
Tiba-tiba saja Daffa menjatuhkan tubuhnya menindih tubuh istrinya.
__ADS_1
"Mau begini, maksudnya?" Tanya Daffa.
"Mas,......!!" Nada semakin gugup, terlebih lagi gadis ini dapat merasakan benda keras yang menggesek-gesek di bawah.