Menikahi Calon Suami Tetanggaku

Menikahi Calon Suami Tetanggaku
Chapter 59


__ADS_3

"Mas, kok uring-uringan. Kenapa?" Tanya Kasih heran.


"Daffa sialan. Di telpon gak di angkat, awas aja kalau dia macam-macam sama Nada."


"Lagi sibuk kali, gak usah gitu lah."


"Daffa itu jomblo akut. Mas takut aja kalau dia macam-macam."


"Berpikir positif mas, perasaan kalau sama Daffa pikirannya kotor melulu."


"Kamu kok belain Daffa?" Protes Rangga.


"Ya gak belain. Tapi, kamu aja yang berlebihan."


"Karena mas gak mau dia macam-macam sama Nada."


"Kalau tahu buat kamu kepikiran, kenapa gak di antar sama pak Mun aja kemarin?"


"Kamu ini loh Rangga, masalah kecil aja jadi besar. Heran deh!" Sambung bu Hesti yang ternyata mendengar.


"Mah, coba telpon tante Santi. Tanyain kabar. Kalau udah, nanti kasih tahu aku ya,"


"Kamu mau kemana?" tanya bu Hesti.


"Mau nyiapin obat dan vitamin untuk Kasih. Kalau gak di tungguin gak akan di minum," ujar Rangga.


"Minum obat terus bikin enek mah," sahut Kasih.


Bu Hesti hanya mengangkat kedua bahu menanggapi. Kasih dan Rangga pun masuk ke dalam kamar.


Rangga sibuk menyiapkan obat dan Vitamin untuk di minum istrinya.


"Sayang, kepala mas gatal." Ujar Rangga.


"Mas gak keramas kali....!"


"Maksudnya kepala bawah!" Ujar Rangga memperjelas.

__ADS_1


"Mas, bisa-bisanya ngomong gitu."


"Mas serius loh, kepala bawah mas gatal banget. Perasaan, udah lama kita gak main yang beronde-ronde."


"Hidih,.....tapi benar juga!" Sahut Kasih yang membenarkan.


"Kamu udah lama juga kan gak kejang-kejang?"


"Mas, jelas banget ngomongnya. Aku malu," ucap Kasih.


"Kalau lagi berdua, ngapain malu?"


"Ya malu aja!"


"kamu tahu gak?" Tanya Rangga membuat Kasih penasaran.


"Tahu apa mas?" Kasih bertanya balik.


"Anu, itu loh kenapa lapis legit mu pinggirnya melebar?"


"Mas,.....!" Kasih melempar bantal ke arah suaminya. "Aku lagi hamil loh mas, jangan bahas yang aneh-aneh bisa gak?"


"Laki-laki enteng banget kalau ngomong. Timbang nahan hawa nafsu aja protes terus. Nih, aku yang pusing mual baperan capek dan berat bawa perut, selera makan terganggu, gak ada protes."


"Eh, iya. Bercanda sayang, jangan di jelasin semua. Nah, minum dulu setelah itu istirahat."


Demi merawat istrinya, Rangga harus pintar membagi waktu antara pekerjaan dan merawat Kasih. Ia tidak mau kelewatan dalam mengurus sang istri yang sedang hamil apa lagi ini anak pertama. Hanya sesekali Rangga mengecek pabrik dan perkebunan, semua karyawannya bisa di percaya.


Sementara itu, Daffa dan Nada yang masih mutar-mutar mencari kampus terbaik akhirnya ketemu juga.


"Kampus ini dekat loh sama perusahaan induk kakak ipar mu," ujar Daffa memberitahu.


"Masa sih mas?"


"Iya, setengah hari keliling eh kampus ini juga yang di pilih. Baguslah, itu artinya mas bisa pantau kamu sambil kerja."


"Aku capek loh mas, haus."

__ADS_1


"Ya udah, kita cari cafe terdekat."


Cafe yang berada di depan Kampus menjadi tujuan Daffa dan Nada. Mereka memesan minuman milkshake lalu duduk-duduk di sana.


"Mas punya beberapa kenalan dosen di sini." Kata Daffa memberitahu.


"Wah, hebat." Puji Nada.


"Kakak ipar mu hampir kenal semua dosen di kampus ini meskipun dia kuliah di luar negeri."


"Oh, begitu...!"


"Kenapa kamu gak kuliah di kampus yang sama dengan mbak mu?"


"Cari yang beda aja mas!"


"Jangan nakal, belajar yang sungguh-sungguh. Ingat, ada mas yang nungguin kamu."


"Bahasnya kesitu lagi deh!" Protes Nada.


"Kita kan pacaran, iya gak sih?" Tanya Daffa yang aneh.


"Sejak kapan kita pacaran?" Nada bertanya balik.


"Jangan gitu dong, hilang nih semangat mas. Nunggu empat tahun itu lama loh."


"Kalau mau ya nunggu kalau gak ya udah mas Daffa nikah aja duluan."


"Nada kok gitu, jadi sedih loh dengarnya."


"Bercanda loh mas," ucap Nada.


"Eh sayang mas, laper gak?"Tanya Daffa.


"Laper dong, sudikah calon suami ku ini mentraktir calon istri makan?" Gurau Nada.


"Jangankan traktir makanan, nafkahin kamu dana anak-anak kita kelak juga mas sanggup!"

__ADS_1


Nada tertawa, pria tampan yang duduk di hadapannya ini sangat pandai mengambil hatinya.


__ADS_2