Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 12. Sama-sama setia


__ADS_3

Cekrek


Cekrek


Cekrek


Nayaka dan Zefa kembali menyelesaikan sesi pemotretan mereka, Nayaka pun langsung melepaskan tangannya dari tubuh Zefa lalu bergeser menjauh untuk menenangkan diri.


Zefa tersenyum dengan reaksi Nayaka saat ini, ia sadar pria itu sedang gugup setelah pose intim yang baru saja mereka lakukan. Ini memang bukan kali pertama untuk Zefa, tapi bagi Nayaka iya.


"Kamu kenapa Nayaka? Grogi ya gara-gara tadi?" tanya Zefa dengan nada menggoda.


"Enggak, aku cuma gak mau lama-lama aja. Lagian fotonya kan udah selesai, kalau kelamaan nanti malah pada mikir yang enggak-enggak," jawab Nayaka.


"Oh gitu, sebenarnya mau lama juga gapapa sih. Ya tapi gak disini juga, di tempat lain maybe," ucap Zefa sembari tersenyum.


"Ah jangan begitu Zefa! Kamu tahu kan aku laki-laki normal, aku juga bisa tergoda meski sudah berusaha menahannya. Jadi, tolong kamu jangan goda aku kayak gitu!" pinta Nayaka.


"Kenapa harus ditahan? Kita bisa ke penginapan sekarang, and do that!" ujar Zefa.


Ucapan sensual Zefa membuat Nayaka meneguk ludahnya, ia benar-benar tak tahan lagi melihat godaan yang diberikan wanita itu padanya.


"Kamu memang pandai menggoda Zefa, aku akui itu! Aku juga gak nyangka, ternyata seorang Zefanya Malinda bisa melakukan hal ini. Naughty!" ucap Nayaka.


"Jadi bagaimana? Kamu tertarik?" tanya Zefa.


"Eee tentu tidak, aku kesini untuk bekerja dan aku harus profesional. Hubungan kita cuma sebatas rekan kerja, tolong jangan bersikap di luar batas!" jawab Nayaka.


"Gak perlu malu-malu Nayaka, aku yakin kamu pasti juga pengen," goda Zefa.


"Dengar ya, aku bisa sebarkan ini semua ke seluruh kru dan manager kamu. Jika mereka tahu kamu bersikap seperti ini ke aku, pastinya mereka akan sangat syok. Apa kamu mau karir kamu hancur Zefa?" ucap Nayaka.


"You can't do that Nayaka!" ucap Zefa.


"I can, kamu pikir aku gak berani? Dengar ya Zefa, berhenti menggoda aku sekarang atau kamu akan menyesal nantinya!" sentak Nayaka.


"Aku gak mungkin menyesal, bermain dengan kamu adalah hal yang sangat aku inginkan. Ayolah, apa kamu tidak tertarik?!" ucap Zefa.


"Aku bilang tidak ya tidak, kamu pergi dan jangan harap kamu bisa goda aku! Aku bukan seorang pengkhianat, aku setia dan aku tidak mau menyakiti hati wanitaku disana!" tegas Nayaka.


"Beruntung sekali wanita yang berhasil mendapatkan kamu Nayaka, siapa orang itu? Apa dia juga model seperti kita?" tanya Zefa.


"Bukan, dia hanya wanita biasa," jawab Nayaka.

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa tertarik sama dia? Apa yang spesial dari dia sampai bikin kamu begitu ingin menjaga perasaannya?" tanya Zefa penasaran.


"Angel itu sangat spesial di mataku, dia bukan cuma cantik tapi juga menggemaskan. Aku gak tahu apa yang bikin aku cinta sama dia, tapi yang pasti aku gak mau bikin Angel sakit hati walau sedikit," jawab Nayaka.


"Enak banget ya jadi dia? Andai aku yang ada di posisi dia sekarang," ucap Zefa.


"Aku yakin kamu juga bisa dapetin pria yang bisa memperlakukan kamu seperti itu, asalkan kamu harus merubah sikap kamu dan jangan menggoda pria sembarangan lagi!" ucap Nayaka.


"I-iya, aku jadi nyesel udah ngelakuin itu. Cuma demi kamu, aku malah bertindak seperti wanita malam. Aku minta maaf ya!" ucap Zefa.


"Tidak masalah," singkat Nayaka.


Mereka pun saling memandang dan tersenyum, Zefa sangat menyesal atas apa yang dia lakukan tadi.




Di Jakarta, Angel masih merasa bete karena Nayaka tak kunjung pulang. Memang belum seminggu Nayaka pergi, namun Angel sudah tak tahan lagi ingin bertemu pria itu.


Ia pun duduk sendirian di taman sekolah, melamun membayangkan wajah Nayaka dan kegiatan yang selama ini mereka lakukan. Sungguh ia amat merindukan Nayaka dan ingin menyentuhnya.


"Kak Nayaka kapan pulang? Aku udah kangen banget tau sama kakak!" batinnya.


"Hai Angel!" sapa pria itu.


"Kak Leo?" Angel terkejut dan mendongakkan kepalanya.


"Boleh aku ikut duduk di sebelah kamu?" tanya Leo meminta izin.


"Umm, ya silahkan aja!" jawab Angel.


"Terimakasih!" Leo tersenyum lalu duduk di samping Angel dengan antusias.


"Kamu lagi apa disini sendirian? Mikirin apa?" tanya Leo kembali.


"Gak ada kok, aku emang lagi pengen sendiri aja," jawab Angel berbohong.


"Jangan bohong! Aku tahu kok kamu ada masalah, mending kamu cerita aja sama aku!" pinta Leo.


"Aku gak ada masalah kak," ucap Angel.


"Kamu yakin? Padahal aku lihat loh tadi kamu cemberut gitu, pasti ada sesuatu yang aku gak tahu. Apa soal cowok kamu itu?" ucap Leo.

__ADS_1


"Kalau aku bilang enggak, ya enggak. Kak Leo bisa ngerti gak sih?" sentak Angel.


"Ah iya, maafin aku ya Angel kalau aku maksa kamu! Aku cuma khawatir aja sama kamu, abisnya aku lihat kamu kayak lagi sedih gitu," ujar Leo.


"Ya gapapa, tapi tolong kak Leo jangan ikut campur masalah aku lagi!" pinta Angel.


"Okay, kamu bisa percaya sama aku! Yang penting kamu bahagia Angel," ucap Leo.


Angel mengangguk singkat dan tersenyum dingin, kemudian memalingkan wajahnya karena merasa tidak nyaman bersama pria itu disana.


"Angel, kamu suka es krim gak?" tanya Leo.


"Hah? Eee suka, siapa sih yang gak suka es krim?" jawab Angel.


"Mau aku traktir es krim?" tanya Leo.


"Gak dulu deh kak, aku lagi males makan es krim. Kalau kamu mau, makan aja sendiri sana!" jawab Angel dengan tegas.


"Oh gitu, yaudah kapan-kapan aja deh aku traktir kamu es krim. Sekarang kamu lagi mau makan apa?" ucap Leo.


"Aku gak lapar, lagian ngapain sih kamu nanya begitu?" kesal Angel.


"Ya aku cuma pengen ajak kamu makan, siapa tahu dengan makan kamu bisa sedikit tenang dan gak sedih lagi gitu," ucap Leo.


"Aku lagi gak mau makan, kamu aja sana yang makan sendiri! Aku masih pengen disini, please jangan paksa aku!" ujar Angel.


"It's okay Angel, aku gak akan paksa kamu. Tapi, kamu jangan sedih-sedih terus dong Angel! Sedih mulut itu gak baik loh," ucap Leo.


"Suka-suka aku lah!" sentak Angel.


"Hahaha, kamu tambah lucu ya kalau ngambek begitu? Pantas aja pacar kamu posesif banget sama kamu, dia pasti gak mau kehilangan gadis secantik kamu ini," kekeh Leo.


"Itu kak Leo tau kalau pacar aku agak mau kehilangan aku, terus kenapa kak Leo masih aja berusaha deketin aku?" tanya Angel.


"Selagi kalian belum menikah, aku masih punya kesempatan kan?" jawab Leo.


"Enggak kak, aku cuma mau nikah sama kak Nayaka bukan yang lain. Jadi, kak Leo jangan terlalu berharap!" ucap Angel.


Setelah mengatakan itu, Angel bangkit dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Leo dengan wajah jengkel.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2