
Sepulang dari bioskop, Nayaka langsung mengajak Angel pulang ke rumah untuk segera melanjutkan aktivitas panas yang mereka lakukan sebelumnya.
Angel pasrah saja saat Nayaka merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan kasar, ia bahkan sudah terpejam dengan kondisi tak karuan.
"Kamu cantik banget sayang! Aku selalu gak bisa tahan tiap dekat kamu!" ucap Nayaka.
Pria itu masih berdiri mengamati tubuh sang istri sembari melepas kemejanya, ia tersenyum dan tidak sabar ingin menerjang tubuh Angel.
"Iyain aja, padahal mah kamu yang mesum. Aku perasaan biasa aja gak terlalu cantik, harusnya kamu tuh bisa tahan dan jangan mesum gak tau tempat!" ucap Angel.
"Suka-suka aku dong, kamu istri aku jadi terserah aku mau apain kamu!" ucap Nayaka.
"Iya kak iya, udah cepetan kalo mau main jangan lama-lama! Aku butuh istirahat kak, aku capek abis jalan-jalan di mall tadi!" ucap Angel.
"Sabar dong sayang! Kamu udah kepengen banget ya sampe kayak gitu?" goda Nayaka.
"Apa sih? Kalau kamu masih kayak gitu, aku gak mau nih layani kamu!" ucap Angel.
"Hahaha, jangan ngambek dong! Iya iya kita mulai, tapi kamu di atas ya sekarang? Aku pengen coba posisi wot," ucap Nayaka.
"Eee mau gak yaaa??" Angel sengaja menggoda suaminya.
"Harus mau sayang! Ayo tukar posisi!" paksa Nayaka.
Angel tersenyum menurut, ia bangkit dari posisinya dan terduduk memandangi wajah Nayaka, membuat pria itu semakin memanas.
"Puasin aku baby!" pinta Nayaka.
"Iya kak,"
Nayaka pun ikut terduduk di sebelah Angel, wanita itu turun dari ranjang dan berlutut di depan Nayaka sembari melepaskan celana pria itu.
Tampaklah senjata panjang dan kekar milik sang suami, mata Angel seketika terbelalak namun akhirnya ia tersenyum puas melihatnya.
Angel langsung memainkan milik Nayaka, membuat pria itu melenguh panjang sambil menekan kepala Angel agar lebih dalam memuaskan miliknya.
Tak lama, Nayaka sampai dan semakin menahan kepala Angel agar menelan semua lahar yang ia keluarkan di dalam mulut wanita itu.
"Uhuk uhuk uhuk!!" Angel langsung terbatuk-batuk setelah Nayaka melepaskan mulutnya.
"Hahaha, nikmat baby! Kamu telan semuanya ya jangan ada yang jatuh!" perintah Nayaka.
"Huweekk gak enak banget kak!" Angel hendak memuntahkannya, tetapi ditahan oleh Nayaka.
"Jangan dimuntahin dong sayang! Itu bergizi tau, cepat telan!" ucap Nayaka.
"Iya iya.." akhirnya Angel menurut dan terpaksa menelan semua sisanya.
__ADS_1
"Udah sekarang kita langsung ke intinya aja!" pinta Angel dengan wajah cemberut.
"Kamu udah basah ya sayang? Gak sabar banget sih!" goda Nayaka.
"Ih kamu mah! Jangan gitu dong malu tau!" kesal Angel yang langsung merapatkan tubuhnya.
"Hahaha.." Nayaka tertawa dan menarik tubuh Angel untuk naik ke atasnya.
Keduanya kini sudah sama-sama polos, dalam sekejap Angel berhasil menyatukan tubuh mereka dan mulai bergoyang dengan pelan.
"Eenngghh uhh.." lenguh Angel sembari mendongakkan kepalanya.
Nayaka tersenyum lebar menyaksikan pemandangan indah itu, tangannya terulur mere-mas dua bola kenyal milik istrinya.
Drrttt
Drrttt
Tiba-tiba ponsel Nayaka berdering, membuat ia menggeram kesal karena sedang asyik bermain bersama sang istri.
"Kak, itu hp kamu bunyi. Diangkat aja dulu kak!" ucap Angel yang masih terus bergoyang.
"Iya sayang, tapi kamu jangan berhenti! Terus aja begini ya!" pinta Nayaka.
"Kamu serius kak? Emang yang telpon siapa?" tanya Angel.
"Mama," jawab Nayaka santai.
📞"Halo ma! Ada apa?" ucap Nayaka di telpon sembari menahan de-sah nya.
•
•
Sementara itu, Jefri membawa paksa Zefa ke apartemen miliknya. Ia terus menarik tubuh gadis itu dan melemparnya begitu saja ke atas ranjang.
Zefa mengaduh kesakitan, memegangi bagian sikunya dan menatap Jefri dengan tajam dipenuhi emosi yang mencuat.
"Heh! Kamu bisa lembut gak sih?!" sentak Zefa.
"Buat apa aku lembut sama perempuan kayak kamu?" ujar Jefri.
"Ish, dasar kurang ajar lu!" umpat Zefa kesal.
"Diam aja Zefa! Ini tempat kamu sekarang, kamu gak akan bisa kemana-mana tanpa seizin aku! Dan kamu juga harus melayani semua kebutuhan aku apapun itu," ucap Jefri.
"Sialan! Kamu pikir aku cewek apaan? Aku bukan tipe orang yang kayak gitu," ucap Zefa.
__ADS_1
"Oh ya? Terus, kenapa kamu masih kejar-kejar Nayaka sampai sekarang?" tanya Jefri.
"Berkali-kali aku bilang ke kamu, aku cinta sama Nayaka. Aku gak bisa lepasin dia gitu aja meski dia udah punya istri," jawab Zefa tegas.
"Itu salahnya kamu Zefa, harusnya kamu lupain dia dan beralih ke aku!" ujar Jefri.
"Mana bisa? Aku gak cinta sama kamu, lagipun bukan suatu hal yang mudah untuk melupakan seseorang yang kita cintai!" ucap Zefa.
"Aku ngerti, tapi aku yakin kamu pasti bisa melakukan itu Zefa! Asalkan kamu mau berusaha dan gak gampang nyerah," ucap Jefri.
"Gausah sok nasehatin aku deh kamu! Emang kamu pernah ada di posisi aku?" ujar Zefa.
"Ya enggak sih, tapi kalau aku di posisi kamu pasti aku bakal mundur dan gak terus kejar-kejar orang yang udah punya pasangan," ucap Jefri.
"Halah bullshit kamu! Aku gak percaya kamu bisa lakuin itu kalau kamu jadi aku," ucap Zefa.
"Sudahlah Zefa, buat apa sih kamu terus-terusan kejar Nayaka? Ada aku loh disini, aku siap kok buat jadi pacar atau bahkan suami kamu!" ucap Jefri.
"Aku yang gak siap," ucap Zefa.
Jefri terdiam sembari memalingkan wajahnya, merasa sedikit sakit setelah mendengar ucapan Zefa barusan padanya.
"Kamu jangan bicara gitu dong Zefa! Kita jalani aja dulu, siapa tau kita cocok kan!" pinta Jefri.
"Emang kamu cinta sama aku Jef?" tanya Zefa mendongakkan wajahnya.
"Aku rasa begitu, karena aku sepertinya mulai tergila-gila sama kamu," jawab Jefri.
"Mungkin kamu cuma suka sama tubuh aku, itu gak masalah. Aku bisa kasih tubuh aku ke kamu sekarang sampai kamu puas. Gimana? Kamu tertarik? Tapi, setelah itu kamu harus lepasin aku dan jangan ganggu aku!" ucap Zefa.
"Gak bisa gitu dong Zefa, aku tuh pengennya miliki kamu seutuhnya bukan cuma sehari ini aja. Kamu mau ya jadi kekasih aku?" bujuk Jefri.
"Haish, kamu itu maunya apa sih sebenarnya?! Kenapa susah banget buat kamu nurut sama aku? Padahal aku rela loh ngelakuin apapun asalkan kamu mau bebasin aku," ucap Zefa.
Jefri mendekat dan menarik dagu wanita itu.
"Kalau kamu jadi pacar aku, aku juga bisa dapetin yang aku mau kan dari kamu?" ujar Jefri.
Zefa memalingkan wajahnya kesal.
"Ayolah Zefa, kamu mau dong jadi pacar aku! Cuma itu kok syarat supaya kamu bisa lepas dari sini," ucap Jefri.
"Aku gak bisa lakuin itu Jefri, aku gak cinta sama kamu. Tolong kamu ngerti dong!" ucap Zefa.
Jefri tersenyum menyeringai, mendaratkan kecupan manis di bibir sang wanita sembari membelai rambutnya.
Cup!
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...