
Angel merasa sangat lemas selepas permainan panas sang suami, ia masih tergeletak di atas sofa dengan posisi terlentang dan kedua tangan melebar ke samping.
Sementara Nayaka sudah memakai kembali pakaiannya, ia menatap sekilas Angel sambil tersenyum dan menyeka keringat di dahinya menggunakan tisu.
"Capek banget ya kamu?" tanya Nayaka menggoda.
"Tau ah pake nanya lagi! Kamu gak lihat nih aku ngos-ngosan begini? Jahat banget kamu mah sama istri sendiri!" jawab Angel ketus.
"Hahaha, kok jahat sih? Perasaan aku cuma lakuin apa yang harus aku lakuin," ujar Nayaka.
"Ya tapi kamu keterlaluan tadi, harusnya kan pelan-pelan aja gausah cepat-cepat kayak gitu! Jadinya aku kecapekan deh," ucap Angel.
"Nanti juga ilang capeknya, apa mau aku pijitin sini?" tawar Nayaka.
"Gausah, aku bisa pijit sendiri. Tolong dong kak ambilin pakaian aku!" pinta Angel.
"Buat apa sih? Udah lah ngapain pake baju segala? Kamu kayak gini aja, tambah seksi dan cantik tau sayang!" ucap Nayaka.
"Sembarangan kamu! Masa aku mau jalan keluar sambil telanjang begini?" ucap Angel.
"Salahnya dimana? Toh juga gak ada yang lihat, kamu tenang aja cantik!" ucap Nayaka.
"Ada bik Lita sama yang lain di depan, kamu jangan ngada-ngada deh!" ucap Angel.
"Aku kan bisa sembunyiin kamu sambil gendong, gak akan ada yang lihat kamu sayang. Yuk kita keluar!" ucap Nayaka.
"Enggak ah, pokoknya aku mau pake baju. Kamu aja sana keluar telanjang berani apa kagak!" ucap Angel ketus.
"Lah kok jadi aku? Aku mah udah pake pakaian lengkap nih," kekeh Nayaka.
"Iya kamu curang, giliran aku aja gak boleh pake baju. Sini ah balikin baju aku!" ucap Angel.
"Gak mau!" Nayaka meledek istrinya dan malah mengambil celana milik Angel bersama baju yang dikenakannya.
"Ish, kak Nayaka jangan gitu dong! Itu baju aku sini mau aku pake," sentak Angel.
"Sssttt diam dulu sayang!" Nayaka meminta istrinya untuk diam, ia pun menghirup aroma pakaian Angel tersebut dan tersenyum seketika.
"Ih jorok banget sih kamu!" geram Angel.
"Baunya enak tau sayang, aku suka ciumnya. Udah ya kamu gausah pake ini? Aku mau cium-cium terus, kamu begitu aja dulu!" ucap Nayaka.
"Kak Nayaka! Jangan macam-macam deh! Balikin sini!" kesal Angel.
"Iya iya, tapi sebentar ya aku masih mau cium ini. Kamu istirahat aja dulu, masih capek kan pasti?!" ucap Nayaka.
__ADS_1
"Aku ngeliatnya gak enak banget kak, malu tau! Kak Nayaka mah ada-ada aja ih!" ujar Angel.
Nayaka justru tersenyum mesum, duduk di sebelah Angel dengan terus menciumi pakaian sang istri yang sedikit basah oleh keringat itu.
"Udah ah kak cukup!" pinta Angel.
"Ada syaratnya sayang, kamu harus cium aku duluan!" ucap Nayaka.
"Cium apa?" tanya Angel dengan polos.
"Sini nih sayang, cium dong!" jawab Nayaka seraya menyentuh bibirnya.
"Hah? Gak puas-puas apa kamu ih? Daritadi kan kita udah ciuman tau," ucap Angel.
"Gapapa, tadi kan aku terus yang cium kamu. Sekarang gantian kamu cium aku," ucap Nayaka.
"Aku gak mau kak!" tolak Angel.
"Ya itu sih terserah kamu, tapi jangan salahin aku kalau semua underwear kamu nanti aku curi buat dicium-cium," ucap Nayaka.
"Kak, jangan ngada-ngada deh! Apa enaknya sih ciumin begituan?" ucap Angel.
"Lebih enak cium kamu langsung ya? Yaudah sini kamu aku cium!" ujar Nayaka.
"Eh eh kak, ap—" ucapan Angel terpotong karena Nayaka langsung meraup bibirnya dan kembali melanjutkan aktivitas panas mereka.
•
•
Kini Zefa turun dari mobil sambil terus meracau kesal, ia tak habis pikir bagaimana bisa ia pasrah saat Jefri memakai tubuhnya tadi pagi.
"Aaarrgghh sialan banget si Jefri! Awas ya aku bakal bales kamu Jefri!" geram Zefa.
"Zefa? What's wrong? Ada apa sama kamu?" tanya seorang pria yang baru muncul dari dalam rumah mendekati wanita itu.
"Bang, aku mau minta tolong sama kamu boleh gak?" ucap Zefa terisak.
"Of course, tentu saja boleh. Kamu mau minta tolong apa Zefa? Aku pasti siap buat bantu kamu, bilang aja!" ucap pria itu.
Ya pria tersebut adalah Jeon, abang tiri Zefa.
"Aku lagi ada masalah sama cowok, aku butuh bantuan kamu buat kasih pelajaran ke dia. Kira-kira kamu bisa bantu aku gak?" ucap Zefa.
"Tadi kan aku udah bilang, aku siap bantu kamu apapun itu yang kamu minta. Bilang aja ke aku siapa cowok yang pengen kamu kasih pelajaran!" ucap Jeon.
__ADS_1
"Iya bang, dia itu namanya Jefri. Dia udah bikin aku kesel banget bang, aku gak terima karena dia nyakitin perasaan aku!" ucap Zefa.
"Jefri? Siapa Jefri? Dia orang mana Zefa? Kasih tau ke aku yang lengkapnya!" ucap Jeon.
"Aku juga belum tahu sih bang, karena aku sama dia baru pertama kali ketemu. Aku gak tahu dia siapa dan tinggal dimana," ucap Zefa.
"Berarti susah dong buat aku cari tahu tentang dia, kamu punya fotonya gak?" ucap Jeon.
"Aku gak sempat foto dia bang, soalnya aku terlanjur kesal dan aku langsung pergi gitu aja tinggalin dia," ucap Zefa.
"Emang dia apain kamu sih Zefa? Kamu kasih tau yang jelas dong ke aku!" ujar Jeon.
"Dia udah bikin aku sakit hati bang, aku gak bisa jelasin tapi aku mohon kamu harus kasih pelajaran ke dia!" ucap Zefa.
"Iya deh, aku bakal usaha buat cari tau tentang tuh cowok. Sekarang kamu masuk aja dulu, istirahat dan tenangin diri kamu!" ucap Jeon.
"Bang, nyokap sama bokap belum pulang ya?" tanya Zefa menyeka air matanya.
"Belum Zef, emang kenapa? Kalau kamu mau curhat dan butuh sandaran, aku siap kok. Gak perlu lah nyokap atau bokap, mereka itu sibuk dan punya urusan sendiri," ucap Jeon.
"Tetap aja beda rasanya bang, aku butuh mama buat curhat," ucap Zefa.
"Mau curhat apa sih kamu?" tanya Jeon.
"Ada deh bang, aku gak bisa cerita ini ke kamu. Aku gak sanggup ceritanya, aku cuma bisa cerita ke mama," jawab Zefa.
"Cerita aja Zefa! Kamu gausah malu, aku pasti bisa bantu masalah kamu! Jangan ditutup-tutupi!" ucap Jeon.
"Kalau aku cerita ke kamu, nantinya kamu malah susah kontrol emosi," ujar Zefa.
"Ada apa sih emang Zefa? Cerita aja udah sama aku, gak perlu ragu atau sungkan!" ucap Jeon.
Zefa terdiam sejenak memikirkan apakah pantas ia menceritakan semua itu kepada Jeon atau tidak, jujur ia memang butuh tempat untuk curhat saat ini.
"Zef, ayo cerita! Aku tau kamu lagi ada masalah besar, jangan ragu Zefa!" pinta Jeon.
"I-iya bang, aku cerita kok sama kamu. Tapi, kamu janji ya buat jangan marah-marah dan tenang!" ucap Zefa ragu.
"It's okay, aku bakal kontrol emosi demi kamu. Udah sekarang cerita aja!" ucap Jeon.
"Aku udah gak perawan bang, dan yang ngambil perawan aku itu laki-laki yang udah punya istri. Sekarang dia tinggalin aku gitu aja, dia gak mau tanggung jawab bang," jelas Zefa.
"Apa??" kaget Jeon.
Pria itu benar-benar kaget, matanya terbelalak disertai mulut terbuka setelah mendengar itu.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...