Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 37. Usaha Zefa


__ADS_3

Angel tersenyum seraya menempelkan wajahnya pada bahu sang suami, membuat Nayaka menggerakkan tangannya mengusap puncak kepala istrinya dengan lembut.


"Kakak masih wangi aja, padahal kita udah main kesana-kemari daritadi," ucap Angel.


"Sama kan kayak kamu sayang, kamu juga masih wangi sampai sekarang," ucap Nayaka.


"Apa iya? Perasaan aku gak wangi deh," Angel langsung mencium tubuhnya sendiri untuk memastikan Nayaka tidak salah.


"Kamu wangi sayang, wangi banget!" ucap Nayaka sembari mengecup kening Angel.


"Ah bisa aja kamu!" Angel tersipu malu.


Tiba-tiba saja, langkah Nayaka terhenti disertai mata terbelalak. Angel pun turut mengikuti suaminya yang berhenti disana.


"Ada apa sih kak?" tanya Angel.


"Eee..."


"Itu kan si Zefa, dia kok bisa ada di mall ini juga sih? Gawat ini!" batin Nayaka.


Ya alasan Nayaka menghentikan langkahnya adalah karena ia melihat sosok Zefa tengah berdiri di hadapannya, wanita itu tampak celingak-celinguk seperti mencari seseorang di sekitarnya.


"Mau apa sih dia? Kalau sampai dia lihat saya disini, dia pasti bakal nyamperin saya dan semuanya bisa gawat!" batin Nayaka.


Angel benar-benar heran melihat suaminya terdiam tanpa alasan yang jelas, ia pun berjinjit menatap wajah Nayaka dari jarak dekat sembari mengipas-ngipas tangannya.


"Kak, ada apa sih kak? Kakak kenapa bengong aja kayak gitu?" tanya Angel penasaran.


"Eee gapapa kok sayang, kita lewat jalan sana aja yuk!" jawab Nayaka berbohong.


"Hah? Sana kan malah makin jauh kak, bukannya deketan lewat situ ya?" ucap Angel.


"Justru itu sayang, aku maunya lewat jalan yang lebih jauh supaya kita bisa berduaan lebih lama," ucap Nayaka.


"Ih kamu mah ada-ada aja deh kak, nanti keburu filmnya mulai tau!" ucap Angel.


"Belum tentu, kan kita juga belum cek ada film apa dan tayangnya jam berapa. Ayolah sayang kita lewat sana aja ya!" bujuk Nayaka.


"Iya deh kak iya, aku mah nurut aja sama kamu. Tapi, nanti sebelum nonton kita beli popcorn dulu ya yang banyak!" ucap Angel.


"Sip! Kalau cuma itu mah pasti aku bakal turutin sayang, popcorn gak sebanding sama rasa sayang aku ke kamu," ucap Nayaka.


"Hahaha, bisa aja kamu!" ujar Angel.

__ADS_1


Nayaka mendekap tubuh Angel dan mengecupi lehernya bertubi-tubi, membuat sang empu memejamkan mata menikmati sensasi itu.


"Kak, jangan kayak gini ah! Aku takut ketahuan sama orang lain!" pinta Angel.


"Biarin aja sayang, toh mereka gak bakal perduli juga. Lagian kita kan udah nikah sayang, jadi bebas dong?" ucap Nayaka.


"Iya iya, udah ah ayo kita pergi sekarang! Ngapain sih kakak berhenti disini aja?" ujar Angel.


"Okay sayang! Kita lewat sana ya biar aku bisa puas berduaan sama kamu?" ucap Nayaka.


"Iya kak Nayaka sayang," Angel menuruti kemauan Nayaka meskipun ia agak bingung mengapa Nayaka tiba-tiba ingin melangkah ke jalan yang lebih jauh.


Setelahnya, mereka pun berjalan dengan tangan saling bergandengan melewati area yang lebih jauh untuk menuju bioskop di mall tersebut.


"Huh selamat!" batin Nayaka merasa lega.


Angel yang masih bingung, terus menatap wajah Nayaka dengan tatapan menyorot seperti bertanya-tanya pada pria itu.


"Kamu kenapa sih sayang? Ada yang salah sama wajahku?" tanya Nayaka keheranan.


"Gak ada kok, aku masih bingung aja kenapa kamu ajak aku lewat jalan yang lebih jauh," jawab Angel.


"Ohh, ngapain kamu bingung sih sayang? Aku kan udah bilang tadi, aku pengen nikmati waktu lebih lama bareng kamu sayang," ucap Nayaka.


"Aku tetap gak percaya sama kamu," ucap Angel.




Sementara itu, Zefa tampak kebingungan mencari keberadaan Nayaka. Ia terus celingak-celinguk ke kanan dan kiri untuk menemukan lelaki itu.


"Ih ini mas Nayaka kemana sih? Perasaan info yang aku dapetin bener deh," gumam Zefa kesal.


"Hey Zefa!" wanita itu terkejut saat ada suara berat yang menyapanya, ia menoleh dan menemukan sang kakak tiri berjalan ke arahnya.


"Gimana kak? Kakak udah berhasil singkirin cowok tadi kan?" tanya Zefa.


"Belum, dia kabur. Aku udah coba kejar, tapi aku kehilangan jejak," jawab Jeon.


"Haish, gimana sih kak? Harusnya kakak tangkap dia dong jangan sampai dia lepas! Aku pikir kamu bisa diandelin, ternyata malah kagak! Nyesel aku!" sentak Zefa.


"Sabar Zefa! Aku gak akan berhenti sampai disini, aku bakal terus kejar dia. Aku yakin banget tuh orang pasti masih ada di sekitar sini!" ucap Jeon coba meyakinkan adik tirinya.

__ADS_1


"Aku kasih kakak kesempatan sekali lagi, awas aja kalau kakak sampai gagal buat singkirin cowok itu!" ucap Zefa.


"Tenang aja! Kamu bisa andalkan aku, aku yakin aku bisa tangkap tuh cowok dan abisin dia! Aku juga gak terima karena dia udah berani sentuh kamu!" ucap Jeon.


"Bagus kak, yaudah sana cepat cari dia sampai ketemu!" perintah Zefa.


"Iya Zefa sayang," ucap Jeon patuh.


Jeon pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Zefa untuk mencari keberadaan Jefri, sedangkan wanita itu tetap disana berusaha menemukan Nayaka.


"Huft, sekarang aku harus fokus temuin mas Nayaka! Aku yakin dia juga ada disini!" ucap Zefa.


Puukk


Lagi-lagi Zefa dibuat kaget saat ada seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang, kembali ia menoleh dan betapa kagetnya ia melihat Jefri berdiri disana menatap ke arahnya sambil tersenyum.


"Jefri? Kamu kok bisa disini? Awas ya, aku bakal panggil kak Jeon!" ucap Zefa.


Disaat Zefa hendak pergi mengejar Jeon, Jefri bergerak cepat menahan tangan wanita itu dari belakang dan mencengkramnya.


"Eits, mau kemana??" tanya Jefri menyeringai.


"Hah? Kak Je—mmpphh!!"


Dengan cepat Jefri membungkam mulut Zefa dengan telapak tangannya ketika wanita itu hendak memanggil kakaknya.


"Kamu diam Zefa! Ayo kita pergi dari sini, dan aku bakal kasih pelajaran ke kamu!" bisik Jefri.


"Mmppphhh mmppphhh!!" Zefa terus meronta-ronta sembari memukul dada Jefri, tetapi usahanya gagal karena dekapan pria itu benar-benar kuat.


Jefri pun membawa paksa Zefa keluar dari mall tersebut menuju tempat parkir, ia tak ingin Zefa bertemu dengan Nayaka disana.


Setelah dirasa aman, barulah Jefri melepaskan tangannya dari mulut Zefa. Namun, ia tetap mendekap tubuh wanita itu erat.


"Ih sialan kamu ya Jefri!" umpat Zefa.


"Sssttt diam kamu Zefa! Jangan bantah! Kamu disini aja sama aku!" bentak Jefri.


"Kamu siapa? Kamu gak bisa atur-atur aku! awas ah aku mau pergi!" kesal Zefa.


"Aku gak akan biarin kamu pergi, kamu tetap disini atau aku bakal bikin hidup kamu menderita Zefa! Kamu mau itu terjadi?" ancam Jefri.


Zefa terdiam menatap wajah Jefri penuh ketakutan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2