
Zefa kini keluar dari maura cafe dan bergegas menuju mobilnya, ia sudah tak perduli lagi dengan Jefri meskipun pria itu masih saja berusaha menahannya agar tetap disana.
Zefa ingin segera menemui Nayaka, ia tidak terima pria itu telah mempermainkannya. Berkali-kali pula Zefa mencoba menghubungi nomor Nayaka, tetapi tidak aktif dan tidak bisa dihubungi.
"Awas aja ya kamu Nayaka! Aku bakal bongkar semuanya ke istri kamu!" geram Zefa.
Disaat Zefa hendak masuk ke mobil, sebuah tangan panjang yang kekar mencekal lengannya dari belakang.
"Tunggu Zefa!" ucapnya.
Seketika Zefa menoleh, matanya membulat menemukan sosok Jefri yang kembali menghampirinya disana. Pria itu tanpa diduga justru sudah di dekatnya mencengkram lengannya dengan erat.
"Kamu lagi kamu lagi, mau apa sih kamu? Kenapa kamu kejar aku sampe kesini?" geram Zefa.
"Aku kan belum kasih izin kamu pergi, kenapa kamu langsung pergi gitu aja?" tanya Jefri.
"Aku gak butuh izin dari kamu buat pergi dari sini, jadi kamu gak punya hak buat halangin aku!" jawab Zefa dengan tegas.
"Emang aku gak punya hak, tapi aku gak akan biarin kamu pergi dari sini!" ucap Jefri.
"Kenapa? Obrolan kita kan udah selesai, buat apa lagi aku masih disini? Lebih baik aku pergi dan cari mas Nayaka," ucap Zefa.
"Aku bilang kamu tetap disini, kamu nurut dan jangan bantah!" tegas Jefri.
"Kamu siapa? Kita gak punya hubungan apa-apa, kamu gak bisa atur-atur aku buat tetap disini atau pergi!" ujar Zefa.
"Emang kamu mau kalau aku sebar semua yang kamu lakuin ke Nayaka di media sosial? Popularitas kamu bisa redup Zefa, dan apa kamu mau itu terjadi?" ancam Jefri.
"Diam ya kamu Jefri! Aku bukan perempuan yang gampang diancam, jadi jangan pikir dengan begitu aku bakal takut sama kamu!" ucap Zefa.
"Aku gak minta kamu takut, aku cuma peringati kamu kalau berita ini akan dengan mudah tersebar dan kamu bisa dicemooh oleh semua fans kamu! Siap-siap aja kamu bakal kehilangan semua yang kamu punya saat ini!" ucap Jefri.
"Haish, okay aku nurut sama kamu! Kamu emang mau apa lagi sih Jefri?" ujar Zefa sangat kesal.
"Aku mau kamu ikut aku," ucap Jefri.
"Kemana?" tanya Zefa penasaran.
"Ikut aja dulu!" pinta Jefri.
"Ya terserah, asal kamu jangan macam-macam sama aku!" ucap Zefa.
"Kenapa kamu takut aku bakal macam-macam sama kamu? Bukannya kamu wanita nakal yang suka menggoda lelaki?" ujar Jefri dengan heran.
"Aku begitu cuma sama Nayaka, itu juga karena aku emang suka sama dia," elak Zefa.
__ADS_1
"Masa kamu gak suka sama aku sih? Aku masih jomblo loh, mending kamu sama aku daripada kejar-kejar Nayaka terus," ucap Jefri.
"Kamu emang suka sama aku?" tanya Zefa.
"Bisa dibilang iya, siapa sih laki-laki yang gak tertarik sama kamu? Aku yakin Nayaka mungkin bakal suka juga sama kamu kalau dia belum punya Angel," jawab Jefri.
"Terus kenapa kamu malah halangi aku sekarang? Kalau kamu suka aku, harusnya kamu biarin aku pergi dan kejar mas Nayaka!" ujar Zefa.
"Gak gitu dong Zefa, karena aku suka kamu jadinya aku gak mau kamu kejar-kejar Nayaka terus. Lebih baik kamu dekat sama aku," ucap Jefri.
"Udah lah cepetan kita pergi sekarang!" ucap Zefa.
"Okay!" Jefri menarik tangan Zefa dan mengecup punggung tangannya sekilas.
Lalu, mereka pun sama-sama masuk ke dalam mobil Jefri dan melaju pergi.
•
•
Cup!
Sementara itu, Nayaka dicium secara tiba-tiba oleh Angel saat baru keluar dari kamar mandi. Ya ia sangat terkejut tentu karena sebelumnya Angel masih berada di depan bersama orangtuanya.
"Sayang, kamu nakal ya sekarang! Main cium-cium aja pipi aku, mau goda aku?" tegur Nayaka.
"Tuh kenapa ekspresinya begitu? Kamu tau gak sih kalau kamu itu imut banget? Aku jadi tegang nih, susah tau nahan nya!" ujar Nayaka.
"Terus kamu mau lakuin sekarang?" tanya Angel.
"Iya, kamu juga kepengen kan? Jangan-jangan punya kamu udah basah ya?" goda Nayaka.
"Apa sih? Enggak loh," elak Angel.
"Udah yuk kita ke kamar mandi! Mama papa kamu ada di depan kan? Mereka pasti gak bakal dengar," ajak Nayaka.
"Kamu jangan ngada-ngada deh kak! Aku gak mau ah takut!" tolak Angel.
"Gak ada penolakan, udah ayo buruan aku gak tahan nih! Tenang aja gak akan ketahuan!" paksa Nayaka.
"Tapi kak—"
"Sssttt jangan banyak bicara! Aku udah terlanjur tegang dan ini gara-gara kamu!" potong Nayaka.
"I-iya iya mas.."
__ADS_1
Angel pasrah saat Nayaka menarik tangannya dan membawanya masuk ke toilet, pria itu juga langsung mengunci pintu rapat lalu duduk di kloset dengan Angel di atasnya.
"Ah ya ini yang aku inginkan daritadi sayang, aku buka baju kamu ya? Aku benar-benar udah gak tahan lagi," ucap Nayaka sensual.
"Terserah kamu kak, yang penting jangan lama-lama!" ucap Angel agak berbisik.
Nayaka mengangguk saja disertai senyuman, kemudian membuka gaun yang dikenakan Angel sampai wanita itu telanjang sempurna.
Setelahnya, Nayaka pun bergerak cepat menikmati tubuh istrinya. Mulai dari leher, mulut, telinga, bahu, pundak, sampai puncak gunung yang indah.
Semua tanda ia berikan disana, Angel hanya bisa bersuara pelan dengan mata terpejam menahan suara agar tak mencurigakan.
"Aku suka suara kamu, sangat indah!" puji Nayaka sembari menggigit cuping telinga istrinya.
"Cepat kak!" pinta Angel tak tahan.
"As you wish baby," ucap Nayaka tanpa ragu.
Pria itu mulai melepas celananya, mengarahkan miliknya ke dalam lubang Angel yang sudah basah dan seketika keduanya pun menyatu.
"Akh!" Angel memekik tertahan, beruntung dia sempat menutup mulutnya karena kalau tidak itu bisa saja menjadi suara yang keras.
"Uhh enak banget! Punya kamu masih sempit aja, padahal udah sering aku masukin. Hebat banget kamu sayang!" puji Nayaka.
"Lebih cepat kak!!" racau Angel sembari mencengkram pahanya sendiri.
Nayaka membawa Angel berdiri, mengubah posisi mereka menjadi pria itu menunggangi istrinya dari belakang.
Ya Nayaka pun menggoyang dengan cepat dan kuat, Angel bahkan mati-matian menahan suaranya akibat permainan suaminya itu.
"Aku sampai sayang!!" ucap Nayaka.
"Aku juga kak," jawab Angel.
"Bersama!"
Ya Nayaka menumpahkan benihnya ke dalam rahim sang istri, keduanya terengah-engah dan jatuh terduduk dengan peluh membasahi tubuh keduanya.
Cup!
"Kamu hebat baby! Aku puas banget, akhirnya aku gak perlu tahan-tahan lagi deh," ucap Nayaka sambil mengecup bibir Angel.
Angel mengangguk lemas dengan nafas memburu.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...