Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 44. Bisa kabur


__ADS_3

Ceklek


Jefri membuka pintu, dilihatnya sosok lelaki menggunakan masker hitam serta topi dengan warna senada yang menutupi sebagian wajahnya.


Meski begitu, Jefri dapat mengenali bahwa yang berdiri di hadapannya itu adalah Jeon, sang kakak dari Zefa.


"Dimana Zefa? Cepat bebaskan dia atau kamu akan habis saat ini juga!" ucap Jeon.


"Siapa yang kasih tau lu alamat tempat tinggal gue?" tanya Jefri tegas.


"Itu gak penting, sekarang juga saya minta kamu lepaskan adik saya!" sentak Jeon.


"Kalo gue gak mau gimana? Lagian adik lu udah nyaman kok tinggal disini," ujar Jefri.


"Kurang ajar! Kamu sepertinya minta dihabisi!" geram Jeon.


"Siapa takut?" tantang Jefri.


Zefa di belakang sana hanya senyum-senyum tipis mengetahui abangnya datang dan akan menyelamatkannya dari sana.


"Baiklah, ayo kita ke luar dan bertarung secara jantan!" ucap Jeon.


"Oke gue setuju! Tapi, apa keuntungan gue kalo berhasil menang dari lu?" tanya Jefri.


"Saya biarkan Zefa dekat dengan kamu, tapi kalau saya yang menang maka kamu tidak boleh lagi dekati dia ataupun ganggu dia!" jawab Jeon.


"Tawaran yang menarik, kalo gitu gue mau tarung sama lu. Kita ke basemen sekarang, disana sepi dan jarang ada orang datang," ucap Jefri.


"Boleh, tapi lepaskan dulu adik saya dan biarin dia pergi dari sini!" pinta Jeon.


"Oh tidak bisa, itu curang namanya. Zefa akan tetap disini sampai kita selesai bertarung," ucap Jefri menolak permintaan Jeon.


Zefa langsung bergerak menghampiri mereka.


"Gak bisa gitu dong, aku udah gak betah disini. Kamu lepasin aku sebentar aja Jefri, nanti kalau kamu menang baru aku bakal balik lagi kesini," ucap Zefa.


"Aku gak setuju, kamu harus tetap disini sampai aku dan kakak kamu selesai bertarung!" tegas Jefri.


"Kamu benar-benar nyebelin ya Jef!" kesal Zefa.


"Itu udah adil Zefa, kamu harus nurut sama aku!" ucap Jefri.


"Zefa, udah kamu nurut aja!" pinta Jeon.


"Bang, kok abang gitu sih? Aku gak mau ah tetap disini, aku pengen keluar tau!" ujar Zefa.


"Tenang aja Zefa! Aku bakal selamatin kamu kok, aku pasti bisa kalahin cowok tengik ini!" ujar Jeon.


"Cih dasar sombong!" cibir Jefri.


"Yaudah, aku percaya sama abang. Pokoknya abang harus menang dan gak boleh kalah! Aku gak mau ada disini terus-terusan!" ucap Zefa.

__ADS_1


"Iya Zefa, kamu tenang aja ya!" ucap Jeon.


"Udah gausah banyak drama! Masuk lagi sana kamu, awas ya kalo kabur!" perintah Jefri.


"Berisik kamu!" Zefa mendengus kesal kemudian kembali ke dalam apartemen itu.


Sementara Jefri kembali menatap Jeon, mereka saling tatap selama beberapa detik sebelum Jefri memberi kode pada Jeon untuk mengikutinya.


Kedua pria itu melangkah menuju basemen, tak lupa tentunya Jefri mengunci pintu apartemen agar Zefa tidak bisa kemana-mana.


Namun, bukan Zefa namanya jika tidak punya banyak ide. Dia tersenyum smirk dan mengambil alat yang sudah ia persiapkan sebelumnya.


Ya alat tersebut adalah alat buatannya untuk membuka kunci pintu tersebut, semalaman ia mencari benda-benda yang bisa digunakan membuka pintu dan berhasil menemukannya.


"Hahaha, aku pasti bisa keluar dari sini pakai kunci ini! Aku gak perlu tunggu mereka selesai berantem, karena itu kelamaan!" gumam Zefa.


Zefa langsung mengarahkan alat buatannya ke lubang kunci, ia memutar alat itu dan berusaha membuka pintu sambil terus berharap pintu itu akan terbuka.


Ceklek


Dan ya usahanya berhasil, Zefa pun bersorak gembira karena ia akan segera keluar dari sana.


"Yes! Lihat aja kamu Nayaka, aku akan ungkap semuanya di depan Angel dan bikin hubungan kalian hancur!" geram Zefa.




Ya memang sudah cukup lama mereka berbincang dan berkumpul di rumah putra mereka itu.


"Nayaka, Angel, kita berdua pamit pulang dulu ya? Kalian baik-baik loh sayang, jangan berantem apalagi ribut! Mama gak pengen dengar diantara kalian ada masalah," ucap Ellya.


"Iya ma, aku bakal berusaha untuk menghindari konflik dengan Angel. Jujur aku juga gak mau itu terjadi ma," ucap Nayaka.


"Bagus Nayaka!" puji Ellya.


"Ya kamu memang benar, tapi di dalam rumah tangga itu pasti ada aja masalahnya. Hanya saja papa minta kalian berdua harus bersikap dewasa dalam menghadapi masalah itu!" ucap Herlambang.


"Terimakasih nasihatnya pa! Aku pasti bakal ikutin kata-kata papa, karena aku pengen bikin Angel bahagia," ucap Nayaka.


"Itu memang harus Nayaka, awas kalau sampai Angel tersakiti!" peringat Ellya.


"Hahaha, mama ini perhatian banget sama aku. Makasih loh ma atas perhatiannya! Aku beruntung banget bisa dapat mertua kayak mama!" ujar Angel.


"Cuman mama aja nih? Papa gak disebut gitu?" sindir Herlambang.


"Eh eee iya maksudnya mama sama papa loh, papa jangan marah dulu dong!" ucap Angel.


"Papa gak marah kok sayang, tadi cuma bercanda. Kamu itu lucu sekali, pantas aja Nayaka dari dulu gemas sama kamu!" ujar Herlambang.


"Iyalah pa, Angel kan emang paling sempurna. Dia cantik, manis, terus gemesin lagi. Aku beruntung banget punya istri kayak dia!" ucap Nayaka.

__ADS_1


"Kamu terlalu lebay kak!" ucap Angel malu-malu.


"Gak lebay sayang, emang begitu nyatanya. Aku sayang banget sama kamu!" ucap Nayaka mendekap Angel dan mengusapnya lembut.


"Duh, so sweet nya kalian ini! Yaudah ya, mama sama papa pulang dulu?" ucap Ellya.


"Iya ma, hati-hati ya! Kasih kabar kalau sudah sampai di rumah! Jangan lupa sering-sering main juga kesini, atau nanti biar aku sama Angel yang main kesana!" ucap Nayaka.


"Boleh juga tuh, kalian dong gantian main ke rumah mama sama papa," ucap Ellya.


"Tenang aja ma! Nanti kapan-kapan giliran kita deh yang kesana," ujar Nayaka.


"Bagus itu!" ucap Ellya tersenyum lebar.


Setelah Ellya dan Herlambang pergi dari sana, Nayaka pun mengajak istrinya untuk kembali masuk dengan cara merangkulnya.


"Yuk masuk sayang!" ajak Nayaka.


"Iya kak," Angel menurut saja. Ia tersenyum dan mulai melangkahkan kakinya beriringan dengan sang suami.


Tak lupa Nayaka menutup pintu, lalu kembali berjalan menuju sofa ruang tamu.


"Kamu duduk dulu sini! Aku mau buatin sesuatu yang spesial untuk kamu, karena hari ini aku pengen bikin kamu bahagia!" ucap Nayaka.


"Sesuatu spesial apa sih kak? Kasih tahu dong, jangan bikin aku penasaran!" tanya Angel.


"Cie kepo, nanti juga kamu tahu kok. Kamu tunggu aja dulu disini ya! Jangan kemana-mana loh!" ucap Nayaka.


"Huft, kamu mah sukanya main rahasia-rahasiaan mulu. Yaudah aku nurut, tapi jangan lama-lama ya aku penasaran tau!" ujar Angel.


"Iya sayang, tenang aja cuma sebentar kok!" ucap Nayaka.


Angel mengangguk dan duduk di sofa, sedangkan Nayaka bergegas pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu yang sudah ia siapkan sebelumnya.


Ting nong ting nong


Tiba-tiba bel kembali berbunyi, Angel sontak kaget dan penasaran siapa yang datang kali ini.


"Siapa ya? Apa itu mama papa?" lirihnya.


Ia bangkit dari sofa, berjalan menuju pintu sembari berteriak agar tamu yang datang bisa sabar.


"Iya sebentar," ucap Angel dengan lantang.


Ceklek


Angel membuka pintu, terdiam seketika menatap sosok perempuan yang berdiri di hadapannya saat ini dengan tampilan cantik bak model.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2