
Angel kini tengah berganti pakaian di kamarnya, ia terlihat amat senang karena hari ini Nayaka akan mengajaknya pergi ke mall untuk jalan-jalan.
Wanita itu bahkan dibuat bingung saat hendak memilih pakaian yang akan ia kenakan, ia tak mau membuat Nayaka kecewa dan ingin pria itu senang dengan penampilannya nanti.
Setelah berdebat hampir 20 menit dengan dirinya sendiri, akhirnya Angel dapat memilih. Ia pun mengenakan dress berwarna biru muda yang merupakan warna kesukaan suaminya.
"Haaahhh akhirnya selesai juga! Semoga kak Nayaka suka!" ucap Angel di depan cermin.
Saat Angel hendak mengambil tas miliknya dan pergi keluar, pintu tiba-tiba terbuka dan menunjukkan Nayaka disana.
Ceklek
"Sayang, kamu udah siap belum?" tanya Nayaka sembari menatap ke arah Angel.
"Eh kak, ini udah kok. Maaf ya lama! Abisnya aku bingung mau pake apa," jawab Angel.
Nayaka tersenyum, kemudian maju mendekati Angel dan menutup pintu dengan rapat.
"Buat apa bingung? Kamu pake apa aja kan juga cantik, malah gak pake apa-apa tetap cantik," sarkas Nayaka.
"Ih kamu mah! Masa aku ke mall gak pake apa-apa sih?" ujar Angel.
"Hahaha, itu cuma gurauan sayang. Maksudnya itu kamu cantik pakai apapun karena kamu emang cantik natural, jadi kamu gak perlu bingung mau pakai baju apa!" ucap Nayaka.
"Oh ya? Terus sekarang aku cocok gak pake baju ini?" tanya Angel.
"Cocok kok, banget malah! Aku suka lihatnya, apalagi ini warna kesukaan aku. Kamu cantik sekali sayang!" jawab Nayaka.
Pria itu semakin mendekatinya, berakhir dengan mengusap ceruk leher dan mengecupnya lembut.
"Tuh kan aku jadi tegang, kayaknya kita gak jadi ke mall deh sayang. Si dia baperan banget kalau dekat sama kamu," ucap Nayaka.
"Kakak!!" geram Angel.
"Bercanda, mana mungkin aku tega bikin istri aku ini sedih? Kita pasti jadilah ke mall nya, yuk kita berangkat sekarang mumpung belum terlalu panas!" ucap Nayaka.
"Kan perginya juga pake mobil kak, gak akan kepanasan dong," ucap Angel.
"Iya sih, cuma tetap aja nanti kepanasan juga. Udah yuk berangkat!" ucap Nayaka menggandeng tangan Angel.
Angel hanya mengangguk setuju.
"Duh kamu cantik banget sih! Aku cium bibir kamu sebentar boleh gak?" ujar Nayaka.
"Cium aja kak, biasanya juga gak pake izin kan? Kita ini udah jadi suami-istri sah," ucap Angel.
"Iya ya, yaudah sini!" ucap Nayaka.
Nayaka pun menarik pinggang Angel dan melahap bibir mungil wanita itu, menahan pinggul sang istri seraya memainkan lidahnya di dalam sana.
__ADS_1
Sekitar lima menit sudah bibir mereka saling bertaut, akhirnya Nayaka mengakhiri ciuman tersebut setelah Angel tampak kehabisan nafas.
"Uhh puas banget aku sayang! Bibir kamu selalu bikin candu," ucap Nayaka seraya mengusap sisa-sisa ciuman mereka di bibir sang istri.
Angel hanya tersenyum malu menerima perlakuan itu.
"Kak, kalo gitu kita berangkat sekarang ya? Aku gak sabar pengen jalan berdua bareng kamu kak," ucap Angel dengan senyum manisnya.
"Okay sayang!" singkat Nayaka.
Cup!
Nayaka kembali mengecup singkat bibir istrinya, membawa wanita itu ke dalam kenikmatan sesaat.
"Manis," puji Nayaka.
"Udah kak, kalo kamu cium-cium aku terus kapan kita berangkatnya?!" protes Angel.
"Ahaha, iya siap sayangku cintaku! Abisnya kamu gemesin banget sih!" ujar Nayaka sembari mencubit dua pipi istrinya.
"Ah sakit kak! Jangan dicubitin terus nanti makin ngembang!" kesal Angel.
"Gapapa biarin aja, supaya kamu tambah imut dan lucu!" ucap Nayaka.
Angel mencebikkan bibirnya pertanda kalau ia kesal, namun Nayaka justru terkekeh geli dan semakin gemas dengan istrinya.
•
•
Sesekali Jefri melirik Zefa, memberikan seringaian kecil yang membuat wanita itu makin kesal.
"Aku mau pulang," ucap Zefa.
"Eits, jangan dong Zefa! Kamu temenin aku aja disini sampai aku selesai makan! Atau kalau kamu lapar, pesan aja gih makanan juga! Tenang, aku kok yang traktir kamu! Pasti si Nayaka gak pernah traktir kamu kan? Iyalah orang dia pelit," ucap Jefri.
"Berisik kamu! Gausah jelek-jelekin Nayaka di depan aku ya, karena itu gak mempan! Aku tahu sikap Nayaka kayak gimana!" bentak Zefa.
"Waw! Emang kamu tahu apa sih dari Nayaka? Kalian aja baru saling kenal, sedangkan aku dan dia udah temenan sepuluh tahun lebih," ujar Jefri.
"Tetap aja aku gak percaya sama kamu!" ucap Zefa dengan tegas.
"Itu sih terserah kamu, mau kamu percaya sama aku atau enggak ya aku gak masalah. Yang penting kamu makan dulu gih Zefa! Aku bayarin apapun yang kamu pesan!" ucap Jefri.
"Gausah, aku gak lapar! Kamu makan aja sampai habis, cepetan tapi!" sentak Zefa.
"Aku kalau makan tuh gak bisa cepat-cepat, nanti yang ada aku keselek. Mungkin kamu mau coba suapin aku?" ucap Jefri sambil tersenyum menggoda.
"Ogah!" jawab Zefa dengan ketus.
__ADS_1
"Oh yaudah, padahal kalau kamu suapin aku, nanti aku bakal kasih tau rahasia Nayaka ke kamu yang semua orang belum tahu," ucap Jefri.
"Hah? Maksudnya? Rahasia apa??" tanya Zefa penasaran.
"Cie penasaran ya? Aku gak bakal kasih tau kamu, kecuali kamu mau nurut sama aku. Gimana? Tertarik?" ujar Jefri.
"Gak dulu deh, aku bisa tanya sendiri secara langsung ke mas Nayaka nanti," ucap Zefa.
"Yah elah gak mungkin lah dia mau kasih tau ke kamu, ini rahasia besar loh Zefa," ucap Jefri.
"Yaudah, cepetan kamu kasih tau ke aku jangan bikin aku marah!" pinta Zefa.
"Buat apa? Aku gak mau kasih tau kamu, soalnya kamu aja gak mau nurut sama aku," ucap Jefri.
"Ih kamu benar-benar ngeselin ya! Okay, aku bakal turutin kemauan kamu! Tapi, jangan yang aneh-aneh ya!" ujar Zefa.
"Santai aja!" ucap Jefri meyakinkan.
"Emang kamu mau aku ngapain supaya kamu bisa ceritain rahasia mas Nayaka ke aku?" tanya Zefa.
"Suapin aku," jawab Jefri.
"Oke aku mau! Sini majuan!" ucap Zefa pasrah.
"Nah gitu dong!" Jefri tersenyum gembira.
Zefa pun terpaksa menyuapi Jefri makanan tersebut, hanya demi rahasia Nayaka yang ia ingin ketahui.
"Udah kan? Cepet cerita ke aku!" ujar Zefa.
"Belum dong sayang, sampe habis!" pinta Jefri.
"Dih jangan panggil-panggil sayang ya! Aku ini milik mas Nayaka seorang," ucap Zefa.
"Pede banget ya kamu? Jelas-jelas Nayaka udah menikah, masih aja kamu berharap," ucap Jefri.
"Bodoamat!" kesal Zefa.
"Cepetan suapin! Kamu mau kan aku cerita rahasia Nayaka?" ucap Jefri.
"Iya iya bawel!"
Akhirnya Zefa kembali menyuapi Jefri sampai makanan milik pria itu habis tak bersisa.
"Udah abis tuh, ayo cerita!" ucap Zefa.
"Rahasia Nayaka itu..." Jefri sengaja menggantung ucapannya agar membuat Zefa penasaran.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...