
Angel dan Nayaka sudah menyelesaikan aktivitas mandi mereka, Nayaka juga menepati janjinya untuk tidak memaksa Angel melakukan itu lagi mengingat miliknya yang masih sakit.
Kini keduanya melangkah keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk sepinggang, tangan Nayaka tak mau lepas dari pinggang Angel seolah menandakan Angel hanyalah untuknya.
"Kak, aku kan gak bawa baju ganti. Gak mungkin dong aku pake baju sekolah lagi?" ujar Angel.
"Kamu tenang sayang! Aku udah siapin baju ganti untuk kamu, tadi pagi aku yang beli di toko sehabis antar kamu ke sekolah," ucap Nayaka.
"Ohh, berarti kakak udah siapin semuanya dengan matang ya? Kakak pengen banget ya ngelakuin itu ke aku?" tanya Angel.
"Aku juga lelaki normal Angel, mana tahan aku lama-lama di dekat kamu kayak gini?" jawab Nayaka sambil tersenyum.
"Ah kakak mah," Angel tersipu malu.
"Kamu makin lucu kalo lagi malu-malu gitu!" goda Nayaka seraya mencubit kedua pipi gadisnya.
"Umm, terus baju aku mana kak?" tanya Angel.
"Kamu bisa gak jangan imut-imut banget jadi cewek?!" tegas Nayaka sembari menekan kedua bahu Angel.
"Kakak kenapa sih? Jangan tatap aku kayak gitu dong, aku takut tau!" rengek Angel.
"Maaf ya Angel! Iya iya, aku gak akan begitu lagi. Aku cuma bercanda kok, abisnya kamu sih imut banget jadi cewek," ucap Nayaka.
"Ish, apa hubungannya?!" kesal Angel.
"Hahaha, jangan marah dong sayang!" kekeh Nayaka.
"Ih jangan ketawa! Udah deh mending kakak kasih bajunya ke aku sekarang!" sentak Angel.
"Cium dulu dong!" pinta Nayaka.
"Ci-cium??" kaget Angel membulatkan matanya.
"Iya, kalo gak mau ya gak akan aku kasih bajunya. Biarin aja kamu begini terus sampe besok," ucap Nayaka.
Pria itu pun melangkah menjauhi Angel.
"Kak tunggu!" Angel mengejarnya, menarik lengan pria itu dan menggenggamnya.
"Kenapa cantik? Mau cium?" tanya Nayaka menggoda.
"Yaudah iya deh," jawab Angel terpaksa.
Nayaka pun tersenyum senang, ia membungkuk sedikit memberi ruang bagi Angel agar dapat lebih mudah menciumnya.
Cup!
Satu kecupan mendarat di pipinya, seketika Nayaka tambah senang dan terus mengusap-usap bekas kecupan itu.
__ADS_1
"Yang satu kayaknya mau juga deh, kamu kasih dong buat dia!" pinta Nayaka.
"Yeh malah ketagihan! Yaudah, tapi ini terakhir ya? Aku mau buru-buru pake baju dulu sebelum kedinginan," ucap Angel.
"Iya Angel sayang, makanya cepetan kamu cium yang satu lagi biar impas!" ucap Nayaka.
"Iya iya.." Angel mengangguk pelan kemudian mulai mengecup pipi yang lain dari kekasihnya.
Cup!
Sontak Nayaka langsung bergerak cepat menangkup wajah Angel dan melu-mat bibirnya secara brutal, membuat gadis itu kesulitan untuk mengimbangi.
•
•
Kini mereka berada di meja makan, sebelumnya Nayaka juga telah memesan makanan agar mereka bisa menikmati santap malam hari ini.
Angel tampak menikmati makanannya, entah kenapa dia malah senang sesudah menyerahkan mahkotanya kepada sang kekasih, padahal seharusnya Angel sangat bersedih.
"Kamu kayaknya senang banget deh, kenapa sih sayang?" tanya Nayaka.
"Pake ditanya, aku malu tau jawabnya," ujar Angel.
"Loh kenapa malu? Jawab aja kali sayang, jangan bikin aku penasaran dong!" pinta Nayaka.
"Gak mau ah, biarin aja kamu penasaran. Justru aku semakin suka lihatnya," kekeh Angel.
"Kakak gak boleh kepo ih!" ucap Angel.
"Emangnya kenapa sayang? Kamu gak mau berbagi kesenangan kamu sama aku?" tanya Nayaka.
"Bukan gitu, aku cuma malu aja bilangnya. Nanti yang ada kakak malah ledekin aku," ucap Angel.
"Mana mungkin aku ngeledekin kamu sayang? Aku ini kan cinta banget sama kamu, ayolah cerita aja sama aku!" ujar Nayaka.
"Iya iya, tapi janji jangan ketawa!" ucap Angel.
"Aku janji sayangku cintaku!" ucap Nayaka.
"Eee aku itu sebenarnya senang karena kak Nayaka udah ambil kesucian aku," jawab Angel tanpa ragu.
"Hah??" Nayaka terkejut hebat mendengarnya.
Bahkan, pria itu nyaris tersedak jika ia tak berhati-hati dalam mengunyah makanannya.
"Kenapa kak?" tanya Angel heran.
"Enggak sayang, aku cuma kaget aja. Kenapa bisa kamu malah senang sayang? Bukannya harusnya kamu itu marah ya sama aku karena aku udah rebut kesucian kamu?" ujar Nayaka.
__ADS_1
"Lah kok gitu sih? Buat apa aku marah coba? Mungkin kalau yang ambil itu orang lain, baru aku bakal marah. Tapi ini kan kak Nayaka yang ambil, pacar aku sendiri. Jadi, aku gak masalah dong kak dan malah senang," ucap Angel.
"Ohh, ya bagus deh aku ikut senang!" ucap Nayaka sambil tersenyum bimbang.
Nayaka berusaha menutupi kebingungannya dengan melanjutkan memakan makan malamnya, jujur dia tidak tahu harus senang atau bagaimana dengan reaksi Angel saat ini.
"Kak, apa setelah ini kakak bakal nikahin aku?" tanya Angel di sela-sela makannya.
"Pasti dong sayang, aku akan nikahin kamu dan tanggung jawab atas apa yang aku lakuin ke kamu. Kamu gausah khawatir ya!" jawab Nayaka.
"Aku percaya kok sama kakak, aku kan sayang banget sama kak Nayaka!" ucap Angel.
"Bagus! Angel emang harus percaya sama kakak, kalau gak percaya nanti kakak sedih loh," ucap Nayaka.
"Yah jangan sedih dong kak!" pinta Angel.
"Enggak kok, asalkan Angel mau percaya terus sama kakak. Angel janji ya?" ucap Nayaka.
"Janji!" jawab Angel singkat.
Gadis itu pun menakutkan jari kelingking nya dengan milik sang kekasih, mereka sama-sama tersenyum riang seperti tidak terjadi apapun.
"Makan sampai habis ya!" ucap Nayaka.
"Siap kak!" ucap Angel patuh.
Drrttt
Drrttt
Tiba-tiba ponsel Nayaka berbunyi, ia mengeceknya sekilas dan terlihat nama Zefanya disana. Saat itu juga Nayaka panik, bahkan selera makannya hilang setelah melihat nama wanita itu.
"Mau apa sih dia? Kenapa masih aja ganggu saya?" gumam Nayaka dalam hati.
"Kak, siapa yang telpon?" tanya Angel penasaran.
"Eee bukan siapa-siapa kok, cuma rekan kerja aku. Sebentar ya aku angkat dulu telponnya?" jawab Nayaka gugup.
"Oh iya kak," ucap Angel tanpa curiga sedikitpun.
Nayaka bangkit dengan membawa ponselnya, lalu pergi agak menjauh dari meja makan.
Angel yang melihat itu dibuat bingung, untuk apa Nayaka harus mengangkat telpon jauh-jauh?
"Kak Nayaka kok angkat telponnya jauh banget ya? Emang siapa sih yang telpon? Serahasia itu ya sampai aku gak boleh dengar?" gumam Angel.
"Ah biarin aja deh, kak Nayaka bilang kan itu telpon dari rekan kerjanya. Mungkin aja mereka mau bahas kerjaan, aku gak boleh curiga sama kak Nayaka. Aku gak mau bikin kak Nayaka sedih nantinya," sambungnya.
Akhirnya Angel menepis jauh-jauh pikiran buruknya terhadap Nayaka dan kembali lanjut makan, meskipun jauh di dalam sana dia masih penasaran siapa sebenarnya yang menghubungi Nayaka.
__ADS_1
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...