
Hari yang menyedihkan itu akhirnya tiba, Angel dengan berat hati terpaksa melepas Nayaka untuk pergi ke Bali meski dia tidak ingin hal itu terjadi.
Nayaka sendiri merasa sedih dan tidak tega melihat gadisnya menangis, ia terus memeluk serta mengusap lembut punggung Angel berusaha menenangkan gadis itu agar berhenti menangis.
"Hey, sudah ya Angel jangan nangis terus! Minggu depan kan aku pulang lagi," ucap Nayaka.
"Ih tapi lama tau, mana bisa aku seminggu gak ketemu kamu?" rengek Angel.
"Kan kita masih bisa telpon atau video call kalau perlu, jadi kamu gak akan kangen sama aku," ucap Nayaka.
"Tetap aja feelnya beda tau kak, lebih seru ketemu langsung," ucap Angel.
"Iya sih, tapi mau gimana lagi Angel? Ini semua kan udah kerjaan aku, kamu yang sabar ya! Belajar yang rajin biar cepat lulus, terus bisa nikah deh sama aku!" ucap Nayaka.
"Emang kalo udah nikah terus kenapa kak?" tanya Angel tak mengerti.
"Ya kamu jadi bisa ikut sama aku," jawab Nayaka.
"Oh gitu ya? Yaudah, aku mau nikah sama kakak," ucap Angel dengan polosnya.
"Iya, nanti kita akan nikah," ucap Nayaka.
"Kenapa nanti? Gak bisa sekarang aja?" tanya Angel lagi.
"Ya gak bisa gitu lah sayang, nikah itu butuh persiapan yang matang. Lagian kamu kan masih sekolah," jawab Nayaka.
"Tapi aku mau didekat kak Nayaka terus," ujar Angel dengan manja.
"Aku juga pengennya begitu, nanti begitu pulang aku janji deh bakalan abisin waktu berdua sama kamu lagi," ucap Nayaka.
"Bener ya?" tanya Angel memastikan.
"Iya sayang, bener kok. Kamu doain aja ya supaya kerjaan aku di Bali bisa cepat kelar, terus aku bisa balik kesini tepat waktu!" pinta Nayaka.
"Pasti kak," ucap Angel sambil tersenyum.
Percakapan kedua insan itu didengar langsung oleh para orang tua mereka, yang sontak tertawa begitu mendengarnya.
Nayaka lalu melirik ke arah Nara serta Mawar yang sudah menunjukkan jam padanya, mereka memberi kode bagi Nayaka untuk segera pergi.
"Yasudah, aku berangkat ya? Aku takut telat dan ketinggalan pesawat," ucap Nayaka.
"I-iya kak iya, kakak hati-hati ya! Jangan lupa kabarin aku kalau kakak udah sampe disana!" ucap Angel sambil terisak.
"Cup cup, berhenti dong nangisnya sayang! Aku pasti kabarin kamu," ucap Nayaka mengusap air mata di wajah gadisnya sambil tersenyum.
"Aku gak nangis kok, aku cuma sedih mau ditinggal sama kakak," ucap Angel.
"Sabar ya! Satu Minggu lagi aku kembali," ucap Nayaka.
__ADS_1
Pria itu menarik tengkuk Angel dan mengecup keningnya, kecupan lembut itu membuat Angel merasa nyaman seakan tak ingin berakhir.
"Sampai jumpa Angel!" ucap Nayaka.
"Iya kak," balas Angel.
Mereka saling melambaikan tangan dan perlahan Nayaka mulai menjauh dari Angel, air mata menetes di pipinya karena tak sanggup harus menjauh dari sang kekasih.
"Bye kak! Hati-hati ya! Sehat-sehat terus!" teriak Angel sangat bersemangat.
"Bye juga sayang! See you!" balas Nayaka.
Angel didekati oleh kedua orangtuanya dan juga orang tua Nayaka, mereka sama-sama menenangkan gadis itu.
"Tenang ya sayang! Nayaka kan cuma pergi seminggu, sebentar kok!" ucap Tata sambil mengusap putrinya.
"Iya Angel, nanti juga Nayaka balik kesini dan kalian bisa bareng-bareng lagi deh," timpal Ellya.
"Tapi ma, tante, aku belum terbiasa jauh-jauh dari kak Nayaka," kata Angel.
"Sabar! Kamu pasti bisa kok, kan cuma satu Minggu!" ucap Tata meyakinkan putrinya.
Akhirnya Angel mengangguk, Tata dan Ellya pun memeluknya bersamaan agar Angel bisa tenang tak lagi merasa cemas.
•
•
Terdapat pula dua orang bodyguard yang berjaga-jaga di dekatnya untuk memastikan keamanan Nayaka.
Saat ini perasaan Nayaka masih terus mengarah pada sosok Angel, ia amat khawatir kalau Angel terus bersedih karenanya.
"Umm, mas Nayaka gapapa?" tanya Nara yang duduk tepat di sebelahnya.
"Enggak kok, saya baik-baik aja. Saya cuma masih kepikiran dengan Angel, saya takut Angel sedih terus karena ditinggal sama saya. Kapan kita sampai di Bali?" jawab Nayaka.
"Eee sekitar dua jam lagi mas, mas yang sabar aja ya! Nanti begitu sampai disana, kan mas Nayaka bisa langsung kabarin Angel," ucap Nara.
"Kamu gak ngerti perasaan saya Nara, saya itu paling gak bisa lihat Angel sedih. Apalagi kalau dia sedih karena saya, bisa-bisa saya jadi kepikiran terus sama dia," ucap Nayaka.
"Sabar mas! Sekarang kita kan masih di pesawat, mas Nayaka belum bisa kabarin Angel," ucap Nara.
"Ya saya tahu, memangnya kamu pikir saya ini bodoh apa?" sentak Nayaka.
"Enggak mas, saya—"
"Sudahlah, saya mau istirahat aja! Kamu bangunin saya begitu kita sampai, rasanya saya gak tahan lagi karena kepikiran Angel terus!" sela Nayaka.
"Baik mas! Memangnya sebaiknya mas istirahat saja dulu," ucap Nara sambil tersenyum.
__ADS_1
Nayaka mengangguk pelan, lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela dan mulai memejamkan mata secara perlahan.
Namun, lagi-lagi muncul wajah Angel di dalam kepalanya. Sangat sulit bagi Nayaka untuk bisa menghilangkan Angel dari pikirannya.
"Aaarrgghh!!" geramnya.
"Ma-mas kenapa??" tanya Nara penasaran.
"Enggak gapapa, saya cuma gak bisa tidur. Bisa kamu berikan earphone saya? Siapa tahu kalau saya pake earphone saya bisa tidur," ucap Nayaka sambil menengadahkan tangannya.
"Ah iya siap mas! Sebentar ya saya carikan dulu. Kayaknya sih saya masukin ke tas ini, tapi kurang ngerti juga mas," ucap Nara.
"Ya cepat kamu cari sampai ketemu!" suruh Nayaka.
Nara mengangguk, kemudian mengobrak-abrik isi tasnya untuk menemukan earphone milik Nayaka. Ia terlihat panik karena tak mau mengecewakan pria di sampingnya itu.
"Nara, kenapa? Kamu cari apa?" tanya Mawar.
"Eee maaf Bu! Ini mas Nayaka minta earphone, tapi saya lupa taruh dimana," jawab Nara.
"Kamu gimana sih? Coba cari yang teliti!" ujar Mawar.
"I-iya Bu," ucap Nara.
Nara kembali fokus mencari earphone itu, tapi tetap tidak berhasil menemukannya.
"Duh gak ada lagi! Gimana ini ya?" gumamnya.
"Kenapa Nara?" tanya Mawar penasaran.
"Earphone nya gak ada Bu," jawab Nara pelan.
"Huh kamu itu ceroboh banget sih! Yaudah, kamu kasih aja earphone punya saya ini ke mas Nayaka!" perintah Mawar.
"Iya Bu, makasih ya!" ucap Nara.
Nara pun beralih menatap Nayaka, ia hendak menyerahkan earphone pemberian Mawar itu padanya. Akan tetapi, Nayaka justru sudah tertidur dengan suara dengkuran pelan khasnya.
"Loh mas Nayaka kok udah tidur? Tadi katanya minta dicariin earphone," heran Nara.
"Sssttt udah jangan diganggu! Biarin aja mas Nayaka tidur!" ucap Mawar.
"Iya iya Bu, syukur deh kalo mas Nayaka bisa tidur!" ucap Nara manggut-manggut.
Disaat mereka merasa lega, tiba-tiba saja ada pengumuman dari sang pilot pesawat mengenai masalah yang terjadi disana.
"Hah Bu? Ini kenapa??" ujar Nara terkejut.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...