
Angel berteriak cukup keras saat mencapai pelepasan bersama Nayaka, suaminya. Mereka sudah bermain sekitar tiga jam dan ini pertama kalinya Nayaka merasakan kepuasan.
Sementara Angel sudah beberapa kali keluar, tampak saat ini wanita itu terbaring lemas dengan posisi tengkurap dan Nayaka masih menindih di atasnya tanpa melepas penyatuan mereka.
"Kamu selalu bisa bikin aku enak, lanjut lagi gak sayang?" ucap Nayaka sensual.
"Hah? Istirahat dulu kak, aku capek banget!" pinta Angel yang sudah sangat lelah dan dipenuhi keringat.
"Capek? Perasaan daritadi kamu cuma tidur doang, kan aku yang gerak," kekeh Nayaka.
"Ih kamu mah! Sini deh kamu ngerasain jadi aku, huh dasar!" kesal Angel.
"Hahaha, iya bercanda sayang. Yaudah, kamu boleh istirahat sekarang. Kalau kamu mau tidur juga terserah, aku gak minta lagi deh. Aku kasihan sama kamu istriku!" ucap Nayaka sembari mengecup pundak dan punggung istrinya.
"Mmhhh cabut dulu dong punya kamu kak! Gimana aku bisa tidur kalau masih ada anu kamu disana?" ucap Angel.
"Biarin aja begini sayang, aku mau coba sensasi baru tidur dengan posisi begini. Gapapa ya sayang? Aku janji deh gak bakal gerakin lagi, kita tidur sama-sama!" ucap Nayaka.
"Terserah kamu kak," lirih Angel.
Tampaknya Angel sudah sangat lelah kali ini, ia tidak bisa menolak keinginan Nayaka dan memilih mengiyakan saja.
Nayaka pun menarik selimut menutupi tubuh mereka, memeluk erat sang istri dan merubah posisi menjadi menghadap samping.
Angel langsung memejamkan mata, Nayaka yang melihatnya merasa kasihan namun tetap tidak mau mencabut miliknya.
"Good night sayang, i love you!" bisik Nayaka sembari mengecup pipi istrinya.
Mereka berdua pun tertidur dengan posisi seperti itu, Nayaka merasa sangat nyaman karena ini kali pertama dia tertidur bersama istrinya.
Pagi telah tiba, Angel terbangun lebih dulu dan merasakan sesuatu mengganjal di bagian bawahnya.
"Uhh.." ia pun terkejut sesaat setelah hendak berbalik karena tak sengaja milik Nayaka di dalam sana tersenggol olehnya.
"Duh, gimana ini ya? Aku gak bisa kemana-mana kalo kayak gini," batin Angel.
Angel berusaha membangunkan Nayaka yang masih tertidur, ia goyang-goyang kan tubuh pria itu dan berharap Nayaka bisa segera bangun karena ia sudah tidak tahan lagi.
"Kak, please bangun kak! Ayolah aku mau ke kamar mandi ini!" ujar Angel.
"Kak Nayaka!!" suara Angel tiba-tiba meninggi, dan itu membuat Nayaka terkejut lalu membuka matanya.
"Haish, kamu ngapain sih Angel? Aku masih ngantuk tau butuh tidur cukup," geram Nayaka.
"Tidurnya dilanjut nanti dulu, aku kebelet pipis nih. Lepas dong punya kakak, aku mau ke toilet tau!" ucap Angel.
"Eh eh jangan gerak Angel! Duh tuh kan, dia jadi keras lagi nih," ucap Nayaka.
__ADS_1
"Hah? Terus?" tanya Angel dengan polosnya.
Tanpa aba-aba, Nayaka langsung membalikkan posisi tidurnya menjadi di atas Angel. Wanita itu terkejut dan reflek memukul-mukul tubuh Nayaka minta dilepaskan, tetapi tak berhasil.
Cup
Satu kecupan mendarat di bibir serta leher Angel, membuat wanita itu amat syok dan khawatir Nayaka akan bertindak lebih jauh.
"Stop kak! Aku mau ke kamar mandi dulu, please aku gak tahan!" pinta Angel.
"Ah kamu itu ya, aku lebih gak tahan ini. Udah kita main aja dulu!" tegas Nayaka.
"Tapi kak—"
"Sssttt nikmati aja baby!" potong Nayaka.
Akhirnya Nayaka langsung menyatukan bibir mereka dan mulai memompa pinggulnya.
•
•
Angel terpaksa berjalan tertatih-tatih karena Nayaka seolah tak memberinya waktu istirahat untuk melayaninya.
Wanita itu tampak kesulitan melangkahkan kakinya, meskipun ini bukan kali pertama dia melakukan hal itu bersama Nayaka.
Ceklek
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, Nayaka muncul dari sana dengan mengenakan handuk sepinggang.
"Udah selesai mandinya kak?" tanya Angel.
"Iya dong, kamu mau kemana sayang? Udah dibilang istirahat aja dulu jangan ngapa-ngapain!" ucap Nayaka.
"Gapapa kak, aku kan harus siapin sarapan buat kakak. Emang kak Nayaka gak mau makan apa?" ucap Angel.
"Ya mau lah, tapi kan bisa pesan online. Kamu gak perlu masak hari ini sayang," ucap Nayaka.
"Aku pengen kakak cobain masakan aku tau, lagian biar irit juga kak jangan pesan online terus!" ucap Angel.
"Umm, oke deh terserah kamu. Tapi, jangan capek-capek ya cantik!" ucap Nayaka.
"Tenang aja kak! Kalau cuma masak mah aku gak capek kok," ucap Angel.
"Yaudah," singkat Nayaka.
Setelahnya, Angel pun berjalan keluar kamar untuk menuju dapur dan memasak sarapan.
__ADS_1
Sementara Nayaka tetap disana memakai pakaian sebelum menyusul keluar menemui istrinya.
Disaat ia hendak keluar, tiba-tiba ponselnya berdering membuat ia mengurungkan niatnya.
"Siapa sih yang nelpon pagi-pagi gini?" gumamnya.
Nayaka mengambil ponselnya, matanya terbelalak melihat nama Zefa terpampang disana.
"Mau apa lagi coba dia?" ujarnya.
Akhirnya Nayaka terpaksa mengangkat telpon itu, namun ia melihat sekitar lebih dulu jaga-jaga kalau Angel mendengar ucapannya nanti.
📞"Halo! Kamu mau apa lagi sih Zefa? Gak ngerti ya yang saya bilang kemarin?" geram Nayaka.
📞"Halo mas Nayaka! Santai dong, kamu gak perlu marah-marah gitu! Aku tahu sekarang kamu lagi menikmati hari pertama kamu sama Angel, selamat ya mas atas pernikahannya!" ucap Zefa dengan suara serak.
📞"Terimakasih, sekarang udah ya saya sibuk dan saya gak bisa ladenin kamu terus!" ucap Nayaka.
📞"Tunggu dong mas! Aku mau kita ketemuan, kamu bisa kan mas?" ucap Zefa.
📞"Bicara apa sih kamu? Saya udah bilang tadi kalau saya sibuk, lagipun saya gak mau temuin kamu lagi! Sekarang saya sudah menikah, jadi stop ganggu saya!" ucap Nayaka.
📞"Kamu kenapa begitu terus sih mas? Aku cuma mau kita ketemuan loh, ayolah sebentar aja kok mas Nayaka!" bujuk Zefa.
📞"Dengar ya, saya gak mau ketemu sama kamu!" tegas Nayaka.
📞"Sebentar aja mas, please! Emangnya kamu mau kalau aku cerita ke Angel tentang apa yang udah kita lakuin malam itu?" ucap Zefa.
📞"Maksudnya apa? Kamu ancam saya?" tanya Nayaka dengan tegas.
📞"Enggak kok mas, aku cuma mau kita ketemuan hari ini. Kamu deh yang nentuin tempatnya, mau kan mas?" jawab Zefa.
📞"Haish, oke saya mau! Kita ketemu di Maura cafe, dua jam dari sekarang. Sudah ya jangan telpon saya lagi!" ucap Nayaka.
📞"Okay mas! Sampai ketemu nanti!" ucap Zefa.
Tut Tut Tut...
Nayaka dengan cepat mematikan teleponnya, ia khawatir Angel akan mengetahuinya jika terlalu lama ia berbicara dengan Zefa.
"Sialan emang Zefa! Saya harus bilang apa ya sama Angel nanti?" gumam Nayaka.
Nayaka memilih keluar dari kamar sambil berpikir bagaimana cara untuk bisa pergi menemui Zefa tanpa menimbulkan rasa curiga dari sang istri.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1