
Angel dan Nayaka baru selesai membeli gelang yang diinginkan wanita itu, tampak Angel terus tersenyum memandangi gelang di tangannya yang dibeli dengan harga cukup tinggi.
Nayaka juga merasa senang karena melihat istrinya gembira, itulah yang ia inginkan dari mengajak Angel ke mall dan membelikan sang istri gelang emas.
"Kamu suka gak sayang sama gelangnya?" tanya Nayaka sambil tersenyum.
"Suka banget kak, makasih ya!" jawab Angel.
"Kamu gak perlu bilang makasih sayang, anggap aja itu hadiah dari aku karena kamu udah jadi istri yang baik buat aku," ucap Nayaka.
"Bisa aja kamu kak, selama ini juga kamu suami yang baik buat aku!" balas Angel.
"Harus dong, kamu tenang aja karena aku bakal terus berusaha buat jadi yang terbaik untuk kamu sayang!" ucap Nayaka.
"Hahaha, aku juga sayang," ucap Angel.
Angel menempelkan pipinya di bahu sang suami sambil tersenyum renyah.
"Terus kita mau kemana lagi?" tanya Angel.
"Makan dulu gimana? Aku udah lapar nih sayang, ya tapi kalau kamu masih pengen lihat-lihat barang yang lain silahkan aja!" usul Nayaka.
"Nanti aja deh itu mah, sekarang benar kata kamu, kita makan aja dulu!" ucap Angel.
"Okay! Kamu mau makan dimana? Chinese atau western?" tanya Nayaka.
"Umm, aku ngikut kamu aja kak. Soalnya aku kalo disuruh milih tuh bingung tau," jawab Angel.
"Kenapa harus bingung? Tinggal pilih aja mau makan apa, karena hari ini aku mau bikin kamu benar-benar bahagia. Jadi, kamu bilang lagi kepengen makan apa!" ucap Nayaka.
"Indo aja deh kak, bosen makanan luar mulu," ucap Angel.
"Oh gitu, ya oke deh aku nurut sama kamu. Sekarang kita cari restoran indo disini," ucap Nayaka.
Angel mengangguk setuju, mereka beralih melangkah menuju restoran berada.
"Sebenarnya kenapa sih kak, kok kakak jadi baik begini sama aku hari ini?" tanya Angel kebingungan.
"Gak kenapa-napa, aku suka aja kalau lihat kamu senang. Abisnya kamu kelihatan lebih manis dan cantik, aku juga jadi tambah sayang!" jawab Nayaka.
"Aw kakak mah bisa aja bikin aku baper!" ujar Angel tersipu malu.
Nayaka tersenyum, kemudian merangkul pundak istrinya dan sesekali mencium pipi serta kening wanita itu.
Cup!
"Kak, jangan cium-cium disini dong! Malu tau dilihat sama orang!" protes Angel.
"Biarin aja sayang, aku gak perduli mau ada yang lihat kita apa enggak," ucap Nayaka.
"Tapi kak—"
"Sssttt kamu gausah banyak protes! Oh ya satu lagi, kamu bisa gak jangan panggil aku kakak?" sela Nayaka.
__ADS_1
"Emang kenapa sih kak? Itu kan panggilan aku buat kamu dari dulu," tanya Angel heran.
"Ya kurang enak aja didengarnya, lebih pas kalau kamu panggil yang lain. Aku ini kan suami kamu bukan kakak kamu sayang," jawab Nayaka.
"Suami dipanggil kakak gak ada masalah kan?" tanya Angel.
"Gak ada sih, ya tapi kan kalau didengar orang lain tuh agak gimana gitu. Coba deh kamu panggil aku yang lain!" jawab Nayaka.
"Kayak gimana contohnya? Panggilan apa yang cocok buat suami?" tanya Angel.
"Umm misal mas mungkin, atau sayang. Apapun itu sesuka kamu," jawab Nayaka memberi usul.
"Iya deh, mulai hari ini aku panggil kamu sayang. Kamu suka kan sayang?" ucap Angel.
"Ya pasti suka lah, masa iya aku gak suka dipanggil sayang sama kamu?" ucap Nayaka.
"Ahaha, udah yuk tuh restorannya udah dekat!" ucap Angel menunjuk ke depan.
Nayaka mengangguk saja, mempercepat langkahnya mengikuti Angel dan melangkah masuk ke dalam restoran.
•
•
Saat di dalam restoran, Nayaka membersihkan lebih dulu kursi sebelum mempersilahkan Angel duduk disana.
Tentu Angel tersenyum lebar melihat perlakuan Nayaka yang begitu perhatian padanya, ia amat senang dengan apa yang dilakukan suaminya.
"Makasih sayang!" ucap Angel sambil tersenyum manis dan duduk di tempatnya.
"Kamu makin cantik deh lama-lama!" puji Nayaka.
"Apa sih sayang? Udah ah sini duduk samping aku, jangan kebanyakan gombal!" ucap Angel tersipu.
"Hahaha.."
Nayaka terkekeh kecil sembari ikut duduk di sebelah istrinya, barulah ia merangkul kembali Angel dan mengecup pipinya.
Cup!
"Kamu apa-apaan sih sayang?!" protes Angel sambil memegangi bekas kecupan sang suami.
"Aku gak bisa tahan kalau lihat kamu terus, rasanya aku kepengen cium kamu mulu," ucap Nayaka.
"Halah kamu mah!" cibir Angel.
Tak lama, seorang pelayan datang menghampiri mereka membawa daftar menu lalu menyodorkannya ke meja Angel dan Nayaka.
"Selamat datang mas, mbak! Sudah mau pesan sekarang?" ucap pelayan itu.
"Iya, kita lihat-lihat dulu ya mbak?" ucap Nayaka pada si pelayan.
"Silahkan mas!" pelayan itu setia menunggu.
__ADS_1
"Sayang, kamu mau pesan yang mana? Makanan berat atau ringan?" tanya Nayaka pada istrinya.
"Sini coba aku lihat dulu!" ucap Angel.
Angel pun menatap sejenak daftar menu tersebut untuk melihat apa saja yang ingin ia pesan, begitupun dengan Nayaka.
"Eee aku mau rawon deh sayang, kayaknya enak deh," ucap Angel.
"Oh rawon? Boleh juga tuh, yaudah aku pesen sama kayak kamu deh. Minumnya kamu mau apa sayang?" ucap Nayaka.
"Jus jeruk aja biar segar," ucap Angel.
"Pas!" Nayaka tersenyum singkat lalu kembali menghadap si pelayan.
"Eee mbak, kita pesan rawon nya dua sama jus jeruk dua ya!" ucap Nayaka.
"Baik mas! Rawon dua sama jus jeruk dua, ada tambahan?" tanya si pelayan.
"Mungkin nanti," jawab Nayaka.
"Baik, ditunggu ya mas, mbak!" ucap si pelayan.
"Iya," singkat Nayaka.
Pelayan itu pun pergi membawa serta daftar menu tadi dan kembali ke tempat kerjanya mengatakan pesanan Angel serta Nayaka.
"Sabar ya cantik! Makanannya dibuat dulu, kalo udah laper gigit aja jari aku dulu nih!" ucap Nayaka.
"Ih gak mau! Apa enaknya gigitin jari kamu sayang?" ujar Angel menolak.
"Hahaha, bercanda sayang. Terus kamu mau pesan cemilan dulu buat nunda lapar?" tanya Nayaka.
"Gausah sayang, aku belum terlalu lapar kok. Kamu gak perlu panik gitu kali!" jawab Angel.
"Iya deh iya, kamu tuh cantik banget sih gak ada obat manisnya!" puji Nayaka sembari mencolek lesung pipi istrinya.
"Umm, aku mau ke toilet dulu deh sayang. Boleh kan?" izin Angel.
"Ya bolehlah masa enggak? Tapi, mau aku antar gak kesana nya?" ujar Nayaka.
"Ngapain sayang? Aku bisa sendiri kok, gak enak lah dilihatnya kalau kamu ikut ke toilet perempuan, nanti bisa diusir kita," ucap Angel.
"It's okay, kamu hati-hati kalo gitu ya sayang!" ucap Nayaka mengusap wajah istrinya.
"Iya sayang, titip tas aku disini ya?" ucap Angel meletakkan tasnya di samping sang suami.
"Siap!" ucap Nayaka patuh.
Angel beranjak dari duduknya, lalu melangkah pergi menuju toilet yang ada di dalam restoran tersebut.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
__ADS_1