Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 20. Minta bantuan


__ADS_3

"Umm kak, aku boleh tanya sesuatu gak?" ucap Angel pada suaminya.


"Boleh dong sayang, mau tanya apa kamu?" Nayaka penasaran dan langsung merangkul pundak Angel membawanya ke dalam dekapan hangat.


"Apa aku ini yang pertama juga buat kakak?" tanya Angel lirih.


Nayaka terkejut mendengarnya, pertanyaan itu lah yang selama ini ia khawatirkan. Akhirnya muncul juga dari mulut sang istri.


"Kak, kenapa diam?" Angel terus menatap Nayaka dengan tatapan heran.


"Eee kamu kok nanyanya begitu sih? Emang kamu kira aku udah pernah begini sama perempuan lain gitu?" ucap Nayaka.


"Bisa aja kan? Tapi, itu baru pemikiran aku kak, makanya aku tanya ke kakak. Jadi benar apa enggak kak?" ujar Angel.


"Jelas enggak dong, kamu yang pertama buat aku sayang. Aku ini kan cinta banget sama kamu, dari awal kita ketemu sampai akhirnya kita nikah sekarang. Kamu jangan mikir yang aneh-aneh lagi ya cantik!" ucap Nayaka meyakinkan istrinya.


"Bagus deh! Aku harap kakak jujur ya sama aku," ucap Angel membenamkan wajahnya pada tubuh bidang sang suami.


Cup!


Nayaka mengecup puncak kepala sembari mengusap rambut istrinya, ia menuju telinga lalu membisikkan sesuatu disana.


"Kamu gak perlu khawatir, kamu bisa percaya sama aku sayang!" bisik Nayaka sensual.


Angel tersenyum dan perlahan mulai memejamkan matanya, larut dalam tidur pada dekapan hangat Nayaka.


Ingatan itu terus muncul di kepalanya, entah mengapa Angel merasa ada yang mencurigakan dari sikap Nayaka sebelum ini.


Angel amat cemas jika Nayaka berkhianat padanya, namun ia juga terus berusaha meyakinkan diri bahwa Nayaka tidak begitu.


"Huft Angel, kenapa kamu mikir kayak gitu sih sama kak Nayaka? Dia itu kan suami kamu, harusnya kamu percaya sama dia dong jangan malah curiga begini!" gumam Angel.


"Tapi, kira-kira kak Nayaka sekarang pergi kemana ya? Kenapa dia belum pulang juga?" sambungnya.


TOK TOK TOK


Tiba-tiba Angel dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari arah luar, membuat Angel bangkit lalu melangkah ke depan untuk mengecek siapa yang datang kali ini.


Ceklek


Pintu terbuka, betapa terkejutnya Angel saat mendapati mama papanya ada di depannya.


"Mama? Papa?" ucap Angel.


"Halo sayang! Selamat siang!" Tata langsung mendekat dan memeluk putrinya erat karena ia cukup merindukan wanita itu.


"Gimana semalam malam pertamanya sama Nayaka? Lancar kan?" tanya Tata sesaat setelah melepas pelukannya.


"Apa sih ih ma? Kenapa mama nanyain yang begituan coba?" heran Angel.


"Ahaha, mama cuma bercanda sayang. Eh mama sama papa boleh masuk gak nih?" ujar Tata.

__ADS_1


"Ya boleh dong ma, ayo masuk! Pa, masuk yuk!" ucap Angel.


"Iya sayang," ucap Ferdi.


Lalu, kedua orangtuanya itu melangkah masuk ke dalam apartemen milik Nayaka. Mereka diajak duduk di sofa bersama Angel sang putri.


"Ma, pa, duduk dulu! Mama sama papa mau Angel buatin minum apa?" tanya Angel.


"Apa aja sayang, kalau bisa yang dingin. Soalnya tenggorokan mama kering nih," jawab Tata.


"Ah siap ma! Papa gimana?" ucap Angel.


"Samain aja kayak mama kamu, papa mah minum apa aja juga jadi," ucap Ferdi.


"Hahaha, oke deh pa!" ujar Angel.


Angel pun melangkah ke dapur membuatkan minuman untuk kedua orangtuanya.


Tata merasa heran lantaran Nayaka tak terlihat disana, ia pun celingak-celinguk mencarinya.


"Ini Nayaka mantu kita kemana ya pa? Kok gak kelihatan?" tanya Tata pada suaminya.


"Entahlah ma," jawab Ferdi santai.




Namun, kepalanya masih terasa pusing akibat permintaan Zefa yang benar-benar menyulitkan untuknya. Ia khawatir Angel akan curiga jika ia sering bepergian tanpa alasan yang jelas.


"Haish, gara-gara obat sialan itu! Sekarang saya jadi terjebak kelicikan Zefa!" kesal Nayaka.


Pria itu bahkan sampai memukul setir mobilnya.


"Sekarang saya harus gimana ya? Gak mungkin saya khianati Angel, dia itu satu-satunya wanita yang saya cintai dan sayangi!" gumam Nayaka.


Akhirnya Nayaka mempunyai pikiran untuk meminta bantuan dari temannya.


"Ah! Apa saya minta bantuan Jefri aja? Tapi, kira-kira aman gak ya kalau saya ceritain semuanya ke dia? Pasti aman lah, Jefri itu kan temen saya yang paling setia!" ujar Nayaka.


Setelah berpikir keras, Nayaka pun mengambil earphone miliknya dan mulai menghubungi nomor Jefri sahabat masa sekolahnya.


📞"Halo Jef!" ucap Nayaka di telpon.


📞"Iya bro, ada apa nih? Tumben banget lu telpon gue, biasanya juga gak pernah," ujar Jefri.


📞"Eee sorry nih bro kalo gue ganggu! Gue mau ajak lu ketemu kira-kira bisa gak?" ucap Nayaka.


📞"Hah ketemuan? Ya bisa kok bisa, emangnya lu mau ngobrolin apa sih bro?" tanya Jefri.


📞"Nanti aja gue bahas pas kita ketemu, gak enak kalo bicaranya disini," jawab Nayaka.

__ADS_1


📞"Oh oke, terus lu mau kita ketemuan dimana nih?" tanya Jefri.


📞"Manila cafe," jawab Nayaka singkat.


📞"Sip, gue langsung meluncur kesana sekarang!" ucap Jefri.


📞"Ya ya, ini gue juga udah di jalan. Sampai ketemu disana ya bro!" ucap Nayaka.


📞"Okay bro!" ucap Jefri.


Tut Tut Tut...


Nayaka memutus telpon dan kembali fokus menyetir.


Sesampainya di lokasi, Nayaka menghela nafas sejenak sebelum turun dari mobil bersiap menemui sahabatnya di dalam sana.


"Huh semoga aja saya bisa dapat solusi dari si Jefri!" lirih Nayaka.


Pria itu pun melangkah memasuki cafe, duduk di tempat yang kosong dan menunggu kedatangan Jefri karena temannya itu belum sampai.


"Nayaka!" akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba, Nayaka langsung bangkit dan tersenyum ke arahnya.


"Eh bro, apa kabar?" ucap Nayaka berjabat tangan dengan sahabatnya.


"Baik bro! Lu sendiri gimana? Baik-baik aja kan? Gue denger-denger lu udah nikah, sorry ya gue gak bisa datang!" ucap Jefri.


"Santai bro! Iya kemarin aja gue baru nikah, lu sendiri kapan nikahnya?" kekeh Nayaka.


"Hahaha, kapan-kapan lah nunggu ada pengantin perempuannya," sarkas Jefri.


"Hahaha..." mereka saling tertawa, kemudian duduk di kursi masing-masing.


"Nah, jadi lu mau ngomong apa nih sama gue? Kayaknya serius banget sampai lu ajak gue ketemuan disini," tanya Jefri.


"Emang ada hal serius yang mau gue sampein ke lu, tapi ini rahasia kita berdua ya bro," jawab Nayaka.


"Oh iya siap, lu tenang aja gue bisa jaga rahasia kok!" ucap Jefri.


"Jadi gini bro, sebelum gue nikah sama istri gue, gue sempat tidur sama perempuan lain," ucap Nayaka pelan.


"Hah apa??" kaget Jefri.


"Sssttt jangan keras-keras! Gue gak mau ada yang denger pembicaraan kita!" pinta Nayaka.


"I-iya bro, sorry sorry! Abisnya gue kaget banget, kok bisa lu tidur sama cewek lain? Terus, istri lu tau apa kagak?" ujar Jefri.


"Jangan sampai tau bro! Lagian waktu itu gue dijebak sama tuh cewek, dia taruh obat di minuman gue," ucap Nayaka.


"Waduh!" ujar Jefri.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2