
Nayaka pulang ke rumah dengan perasaan hampa dan sedih, setelah ia mendapat kabar dari asistennya bahwa sang manager memutus kontraknya akibat ia jarang beraktivitas dalam pemotretan dan dunia model.
Pria itu memasuki rumahnya, ia dikejutkan saat tiba-tiba Tata berdiri di hadapannya menatap ke arahnya dengan mata tajam serta kedua tangan dilipat di depan.
"Kamu sudah pulang Nayaka?" tegur Tata dengan nada tegas.
"Eh mama? Mama ada disini?" Nayaka terkejut dan sontak mencium tangan mertuanya itu.
"Iya, mama datang buat temuin Angel. Sekarang mama mau bicara sama kamu, bisa kan kita bicara sebentar di luar?" ucap Tata.
"Kenapa harus di luar ma? Enakan di dalam, gak panas terus bisa sambil duduk santai," heran Nayaka.
"Mama pengen bicara empat mata sama kamu, jadi kita di luar aja," ucap Tata.
"Eee ada apa ya ma? Kelihatannya serius banget, aku jadi penasaran," tanya Nayaka.
"Nanti kamu juga tau, udah yuk kita bicara sekarang!" ajak Tata.
Nayaka hanya bisa mengangguk mengikuti kemauan mamanya, akhirnya ia dan Tata pun pergi ke teras rumah dan berbincang disana sambil duduk pada kursi yang tersedia.
"Jadi, mama mau bicara apa sama aku?" Nayaka sudah sangat penasaran dan ingin tahu.
"Mama tadi dikasih tau sama Angel mengenai testpack yang ada di baju kamu, dia bilang dia temuin testpack itu sendiri. Benar kan?" ujar Tata.
"Eee iya ma, itu benar. Angel juga serahin testpack itu ke aku tadi," jawab Nayaka gugup.
"Mana? Coba mama mau lihat testpack nya!" pinta Tata.
"I-ini ma," Nayaka pun mengambil testpack itu dan menyerahkannya pada sang mama.
"Hasilnya positif, berarti pemiliknya hamil dong. Apa kamu tau siapa yang punya testpack ini?" tanya Tata.
"Itu dia ma, aku lagi cari tahu siapa yang udah taruh testpack itu ke baju aku," jawab Nayaka.
"Kamu gak bohong kan Nayaka? Mama gak suka loh dibohongi, mama minta kamu jujur sama mama sekarang!" ujar Tata.
"Buat apa aku bohong ma? Aku gak tahu itu punya siapa, aku udah coba cari tau dan sampai sekarang aku belum temuin pemiliknya," ucap Nayaka.
"Baiklah, mama percaya sama kamu. Tapi, apa kamu pernah selingkuh dari Angel?" ucap Tata.
"Hah? Mama bicara apa sih? Mana mungkin aku selingkuh dari Angel? Aku sayang banget sama Angel, bahkan dari kita berdua masih kecil. Pantang bagi aku buat selingkuh ma," elak Nayaka.
"Mama harap kata-kata kamu itu bisa dipercaya Nayaka, karena mama gak mau kamu menyakiti hati anak mama!" ucap Tata.
"Sampai kapanpun, aku gak akan pernah menyakiti Angel ma. Aku itu sayang banget sama Angel, aku juga gak mau dia tersakiti. Aku janji sama mama, aku bakal jaga Angel sebaik mungkin!" ujar Nayaka.
"Baguslah, kalo gitu sekarang juga kamu temui Angel dan yakini dia kalau kamu gak selingkuh! Kasihan Angel, dia masih kepikiran tentang testpack itu!" perintah Tata.
"Baik ma! Aku permisi dulu ya ma?" ucap Nayaka.
"Ya." Tata mengangguk memberi izin, membiarkan Nayaka beranjak dari kursi lalu masuk ke dalam menemui istrinya.
Disaat Tata hendak menyusul, tiba-tiba dua orang pria dan wanita datang menghampirinya.
"Permisi tante!" ucap si wanita menyapanya.
"Kalian siapa ya? Ada perlu apa datang kesini?" tanya Tata kebingungan.
"Saya Zefa tante, Nayaka nya ada gak tante di dalam?" jawab wanita itu.
•
•
Kini Nayaka tiba di kamarnya, ia masuk begitu saja menemui Angel yang sedang melamun seorang diri sembari memandang ke luar jendela.
Nayaka tersenyum, penyesalan terlintas di benaknya karena ia merasa sudah mengkhianati cintanya dengan Angel.
"Sayang," panggil Nayaka lirih.
Angel tersentak kaget, lalu menoleh ke belakang menatap suaminya. Ia menyunggingkan senyum tipis di bibirnya dan bergerak mendekati Nayaka.
"Kak, kamu udah pulang? Tadi mama mau bicara sama kamu katanya," ucap Angel.
"Iya udah kok, barusan aja aku abis bicara sama mama kamu di bawah," ucap Nayaka.
__ADS_1
"Kak Nayaka gapapa kan? Maksudnya, mama gak marahin kamu kan?" tanya Angel cemas.
"Gak dong, mama cuma ingetin aku buat lebih sayang dan perhatian sama kamu," jawab Nayaka.
"Maafin mamaku ya kak! Mama emang gitu sama aku," ucap Angel.
"Gapapa sayang, wajar kok mama kamu begitu. Setiap orang tua pasti akan melakukan hal yang sama kalau merasa anaknya dikhianati oleh suaminya," ucap Nayaka.
"Tapi, kamu gak gitu kan kak?" tanya Angel.
Deg!
Nayaka terdiam, bingung sejenak saat Angel bertanya seperti itu padanya.
"Kak, kenapa diam?" Angel penasaran dan heran.
"Ah enggak kok, aku gak ngerti aja kenapa kamu nanya begitu. Padahal jelas-jelas aku gak mungkin selingkuhin kamu," ucap Nayaka.
"Iya kak, aku percaya kok sama kak Nayaka. Kan kamu udah janji sama aku," ucap Angel.
"Bagus! Suami-istri itu harus saling percaya, aku janji gak akan kecewakan kamu sayang!" ucap Nayaka mengusap wajah istrinya.
"Eee terus soal testpack itu gimana kak? Kamu udah nemu siapa yang punya?" tanya Angel.
"Belum sayang, aku masih usaha buat cari. Ini aku juga terpaksa pulang karena pikiran aku langsung kacau setelah dapat kabar dari Nara," jawab Nayaka.
"Kenapa kak? Nara emangnya kasih kabar apa ke kamu?" tanya Angel penasaran.
"Tadi Nara telpon, dia bilang kalau Bu Mawar putus kontrak aku. Bu Mawar udah gak mau jadi manager aku lagi sayang," jawab Nayaka.
"Hah? Kok gitu sih kak? Emang kak Nayaka salah apa sampai Bu Mawar putus kontrak kakak?" kaget Angel seolah tak percaya.
"Nara bilang ini terjadi karena aku jarang atau bahkan gak pernah terima job pemotretan lagi sejak nikah sama kamu," jelas Nayaka.
"Duh, iya sih kak selama ini kan kak Nayaka udah jarang banget foto-foto model lagi! Kamu juga sih gak mau dengerin kata aku," ucap Angel.
"Gapapa sayang, mungkin emang bukan rezeki aku lagi buat masuk management Bu Mawar. Tapi, aku bakal cari tempat lain kok," ucap Nayaka.
"Apa kamu bisa sukses seperti ketika Bu Mawar jadi manager kamu?" tanya Angel.
Angel mengangguk pelan.
"Sekarang gimana kalau kamu hibur aku? Biar aku gak sedih lagi sayang," usul Nayaka.
"Boleh, kamu mau dihibur kayak gimana?" tanya Angel.
"Cukup kita bikin anak seperti biasanya disini sayang, itu aja kok yang aku mau," jawab Nayaka.
"Ih kak Nayaka mesum banget sih!" kesal Angel.
"Hahaha, ayolah sayang hibur aku biar aku gak sedih lagi!" bujuk Nayaka.
"Di bawah ada mama, kak. Gak enak lah kalo kita malah begituan disini," ucap Angel.
"Iya sih, tapi—"
TOK TOK TOK...
Ucapan Nayaka terjeda begitu ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"NAYAKA, KELUAR KAMU!"
•
•
Sementara itu, Zefa masih terduduk di sofa ruang tamu rumah Nayaka bersama Jeon alias kakak tirinya.
Mereka saling pandang dan tersenyum renyah seakan gembira karena rencana mereka sebentar lagi akan berhasil.
"Bang, abang emang top deh! Dengan begini, aku yakin tante Tata bakal marah besar sama Nayaka dan aku bisa memiliki Nayaka seutuhnya. Makasih ya bang!" ucap Zefa.
"Sama-sama adikku yang cantik, ini semua kan aku lakuin demi kamu," ucap Jeon.
"Sekarang pasti mereka lagi berdebat di atas sana, aku jadi penasaran pengen dengar ucapan mereka bang," ucap Zefa.
__ADS_1
"Udah lah, gausah sayang! Kita tunggu hasilnya aja, aku yakin rencana kita akan berhasil!" ujar Jeon.
"Iya deh bang, ya walau aku sebenarnya pengen banget dengerin perdebatan mereka. Aku yakin mas Nayaka pasti lagi panik banget!" ucap Zefa.
"Pasti, dia gak mungkin bisa ngelak lagi setelah kamu kasih tau yang sejujurnya ke tante Tata tadi. Hubungan dia sama istrinya akan selesai sebentar lagi, dan kamu yang akan menggantikan peran Angel sebagai istri Nayaka," ucap Jeon.
"Itu dia yang aku mau bang, aku gak sabar buat nunggu waktu itu. Rasanya aku pengen cepat-cepat nikah sama mas Nayaka," ucap Zefa.
"Sabar Zefa! Keberhasilan kamu ada di depan mata, kamu gak perlu cemas lagi!" ucap Jeon.
Tak lama kemudian, Lita datang menghampiri mereka membawa minuman yang sudah ia siapkan sebelumnya di dapur.
"Silahkan mas, mbak!" ucap Lita.
"Terimakasih ya bik!" ucap Zefa sambil tersenyum.
"Sama-sama mbak," singkat Lita.
Setelahnya, Lita pun kembali ke dapur dan melaporkan apa yang ia lihat barusan kepada Riska si asisten rumah tangga yang kedua.
"Bang, terus kita diem aja gitu disini? Gak ada kegiatan lagi yang harus kita lakuin?" tanya Zefa.
"Kita tunggu sampai tante Tata kembali dengan Nayaka!" jawab Jeon.
"Kenapa abang yakin banget tante Tata bakal balik sama mas Nayaka?" tanya Zefa.
"Ya karena aku yakin dia mau meluruskan masalah ini, jadi jalan satu-satunya ya cuma bawa Nayaka kesini dan bicara sama kita," jawab Jeon.
"Terus kalau emang mas Nayaka bakal kesini, aku bicara apa dong bang?" tanya Zefa bingung.
"Kamu bicara apa adanya, sampaikan ke semua orang di rumah ini kalau kamu sudah diperkosa sama Nayaka sampai hamil," jawab Jeon.
"Okay, aku bakal lakuin perintah abang. Semoga dengan ini mas Nayaka bisa jadi milik aku seutuhnya!" ucap Zefa.
"Iya Zefa, kalaupun gagal aku janji akan mengusahakan cara lain untuk bisa bikin kamu nikah sama Nayaka!" ucap Jeon.
"Thanks ya bang! Abang emang orang yang paling baik dan perhatian sama aku!" puji Zefa.
"Tentu, aku hadir di sebelah kamu untuk bantu kamu sayang. Sekarang kamu rileks, kamu harus yakin kalau kamu bisa!" ucap Jeon.
"Aku yakin kok bang, aku kan gak kalah dari Angel," ucap Zefa.
"Oh itu sih udah pasti sayang, kamu itu yang terbaik diantara semua wanita. Nayaka bodoh kalau dia gak pilih kamu!" ucap Jeon.
"Ahaha, abang bisa aja. Aku jadi malu tau," ucap Zefa dengan rona merah di pipinya.
Ting nong ting nong
Keduanya dikejutkan dengan suara bel yang berbunyi dari arah luar rumah, mereka sama-sama berpikir siapa kiranya yang datang kesana.
"Itu siapa ya bang?" ujar Zefa.
"Coba gih kamu cek sana!" suruh Jeon.
"Lah kok aku? Kenapa gak kamu?" tanya Zefa.
"Kamu aja, aku tunggu disini," jawab Jeon sembari menyandarkan punggungnya.
"Huh dasar!" cibir Zefa.
Gadis itu pun beranjak dari sofa, namun saat ia hendak melangkah seorang pria sudah lebih dulu masuk ke rumah itu dan menatap ke arahnya.
"Waw Zefa! Kamu kok bisa ada disini?" ujarnya.
"Si Jefri sialan ini ngapain sih harus datang kesini! Ngerusak suasana aja!" batin Zefa.
...~Bersambung~...
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...
...•...
...•...
Menjelang episode terakhir, pada mau Angel tetap bertahan sama Nayaka atau pisah nih?
__ADS_1