Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 46. Tak sengaja dengar


__ADS_3

Nayaka kini berada berdua saja dengan Zefa setelah Angel pergi ke kamar untuk berganti pakaian sekaligus menghapus make-up nya.


Terlihat Nayaka sangat bingung dan canggung, sedangkan Zefa terus saja tersenyum genit ke arahnya bermaksud menggodanya.


Zefa menggeser posisinya lebih mendekati Nayaka, dengan berani ia menaruh tangannya di atas paha tertutup Nayaka dan mengelusnya.


"Kamu apa-apaan sih Zefa? Jangan kurang ajar ya di rumah saya!" sentak Nayaka.


"Sssttt kamu gausah protes mas! Bukannya kamu suka diginiin sama aku? Malam itu kamu sampai paksa aku buat begini kan? Kenapa sekarang malah nolak?" ucap Zefa dengan suara serak.


"Cukup ya Zefa! Jangan bahas malam itu lagi! Karena saat itu saya gak sadar!" ujar Nayaka.


"Kamu emang gak sadar, tapi kamu ingat kan dengan semua itu?" ucap Zefa.


"Iya saya ingat, dan saya sudah meminta maaf pada kamu atas kejadian itu!" ucap Nayaka.


"Maaf aja gak cukup mas, kamu sudah mengambil kesucian aku, itu artinya kamu juga harus menikahi aku mas," ucap Zefa.


"Apa? Kamu sudah gila ya Zefa? Saya gak mungkin nikahin kamu, jangan mengada-ada!" ucap Nayaka.


"Kalau kamu gak mau, aku bakal ceritain semuanya ke Angel tentang malam itu. Aku yakin dia pasti akan kecewa banget sama kamu!" ancam Zefa.


"Jangan mengancam saya Zefa!" pinta Nayaka.


"Aku gak ngancem, aku cuma pengen kamu nikahin aku. Udah itu aja kok mas, gak susah kan?" ucap Zefa.


"Seenaknya aja kamu kalo ngomong, saya ini sudah menikah dan gak mungkin saya menikah lagi dengan kamu! Apalagi saya juga gak cinta sama kamu Zefa," ucap Nayaka.


"Aku gak perduli mas, pokoknya aku pengen kita berdua nikah dan kalau bisa sih kamu sekalian ceraikan Angel," ucap Zefa.


"Memang udah gak waras kamu Zefa! Lebih baik kamu pergi sekarang sebelum saya emosi!" ucap Nayaka.


"Kok kamu gitu sih mas? Kamu harus tanggung jawab sama aku, jangan mau enaknya aja dong! Masa habis manis sepah dibuang? Aku mau kamu nikahin aku," ucap Zefa tegas.


"Udah udah cukup! Bisa gak ngomongnya biasa aja gausah keras-keras?! Gimana kalau ada yang dengar nanti?" sentak Nayaka.


"Aku gak perduli mas, biarin aja mereka pada tau apa yang udah kamu lakuin ke aku!" ucap Zefa.


"Hey! Asal kamu ingat ya Zefa, aku ngelakuin itu juga atas pengaruh obat yang udah kamu taruh di minuman aku! Jadi, itu semua bukan murni kesalahan aku. Ada campur tangan kamu juga disana," ucap Nayaka.


Zefa hanya tersenyum seolah tak memperdulikan ucapan Nayaka, ia malah semakin mendekati pria itu dan meraih satu tangannya untuk digenggam.


"Iya, aku ingat kok mas. Emang aku yang udah taruh obat itu di minuman kamu, sampai kamu jadi kepanasan dan butuh aku buat bantu kamu. Tapi, tetap aja kamu udah perkosa aku," ucap Zefa.

__ADS_1


"Ngaco aja kamu! Saya gak pernah perkosa kamu, kamu sendiri yang serahin mahkota kamu ke saya. Jangan salahkan saya atas tindakan yang kamu lakukan sendiri!" sentak Nayaka.


"Kamu kenapa sih mas? Kayak gak senang gitu sama aku," ujar Zefa.


"Dari awal emang aku gak senang sama kamu, jadi kamu jangan pernah gangguin kehidupan aku dan Angel!" ucap Nayaka.


"Aku akan terus begini mas, sampai kamu putusin buat mau nikahin aku," ucap Zefa.


Nayaka menggeleng dan menyingkirkan tangan Zefa dari lengannya, ia bangkit berniat pergi meninggalkan wanita itu.


Namun, tentu Zefa menahannya.


"Jangan pergi mas! Kalau kamu gak mau istri kamu tahu tentang ini semua," ucap Zefa.


Akhirnya Nayaka mengurungkan niatnya.


Dan tanpa disadari oleh keduanya, salah seorang maid disana mendengar ucapan Zefa serta Nayaka barusan.




Maid itu pun berlari ke dapur membawa serta kemoceng yang ia akan gunakan untuk membersihkan meja di ruang depan tadi.


Lita yang melihat kegelisahan di wajah temannya, sontak menghampiri wanita itu. Ia penasaran lalu bertanya langsung kepadanya.


"Riska, kamu itu kenapa sih? Kok gelisah gitu? Tadi katanya mau bersihin meja, kenapa kamu malah balik lagi kesini? Emang udah selesai bersihinnya?" tanya Lita penasaran.


"Eee mbak, aku mau cerita sesuatu dong mbak. Ini penting banget!" jawab Riska.


"Ada apa Riska? Kamu mau cerita apa? Udah cerita aja kali!" ujar Lita.


"Jangan disini mbak! Kita ke kamar aja yuk!" ajak Riska.


"Emangnya kamu mau cerita apa sih Riska? Kok pake ke kamar segala?" tanya Lita.


"Ini penting banget mbak, aku gak mau ada yang dengar selain kita," jawab Riska.


"Iya, tapi tentang apa? Kita kan harus kerja, masa malah ke kamar?" ujar Lita.


"Duh sebentar aja kok mbak! Abis itu kita kan bisa balik kerja lagi," ucap Riska.


"Yaudah, ayo deh kita ke kamar! Tapi, awas ya kalau gak penting-penting amat!" ucap Lita.

__ADS_1


"Iya mbak, aku jamin mbak pasti kaget banget dengarnya. Ini masalah besar tau!" ujar Riska.


"Huh kamu itu sukanya bikin penasaran orang aja sih Riska!" cibir Lita.


Akhirnya Lita bersama Riska pergi ke kamar khusus para maid, disana lah nantinya Riska akan menceritakan semuanya pada Lita.


Sesampainya di kamar, Lira langsung menatap Riska penuh penasaran seakan meminta penjelasan dari wanita itu.


"Nah, kita udah di kamar sekarang. Cepat kamu mau cerita apa ke aku!" ujar Lita.


"Iya mbak, jadi gini aku tadi gak sengaja dengar percakapan tuan Nayaka sama perempuan di depan. Kayaknya itu tamu nyonya Angel yang kamu maksud deh mbak," ucap Riska.


"Ohh, ya ya terus kenapa?" tanya Lita.


"Begini mbak, aku dengar kalau wanita itu bilang tuan Nayaka pernah perkosa dia karena pengaruh obat," jawab Riska.


"Apa? Yang benar aja kamu Riska? Jangan sembarangan deh kalo ngomong!" kaget Lita.


"Aku gak sembarangan mbak, aku dengar sendiri tadi wanita itu ngomong begitu," ucap Riska.


"Kamu udah coba dengerin sampai akhir belum? Siapa tahu mereka cuma lagi bercanda," tanya Lita.


"Ih udah mbak, aku dengerin sampai selesai kok. Disitu juga kelihatan wajahnya tuan Nayaka kayak panik banget waktu perempuan itu bahas soal pemerkosaan," jawab Riska.


"Hadeh, yaudah tapi kamu jangan bahas ini sama yang lain ya! Kita ini cuma pekerja disini, gak pantas kalau kita ikut campur urusan rumah tangga majikan kita," ucap Lita.


"Iya mbak, tapi kasihan juga sama nyonya Angel. Andai nyonya Angel tahu tentang ini, pasti bakal ada masalah besar disini mbak," ucap Riska.


"Makanya kamu diam-diam aja Riska! Kita gausah ikut csmpur masalah mereka, tugas kita disini cuma kerja!" peringat Lita.


"Siap mbak! Tapi, aku kepikiran terus loh sama kata-kata itu. Aku gak bisa bayangin kalau aku jadi nyonya Angel," ucap Riska.


"Udah gausah dibayangin! Yuk lanjut kerja!" ucap Lita.


Riska mengangguk pelan menyetujui ajakan Lita, ia pun keluar dari kamar bersama Lita untuk kembali bekerja.


Namun, alangkah terkejutnya mereka saat mendapati Angel ada di depan pintu kamar mereka dan tengah berdiri menatap ke arah mereka.


"Bu Lita, mbak Riska, abis pada ngapain di dalam? Aku cari-cari gak ada ternyata disini," ucap Angel.


Lita dan Riska terdiam mematung, mereka bingung harus menjawab apa. Mereka juga khawatir Angel mendengar percakapan mereka tadi.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2