Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 31. Belajar berenang


__ADS_3

Nayaka kini telah sampai di depan kolam renang yang cukup luas itu, ia masih terus memegangi tangan istrinya yang terlihat tak sabaran ingin segera berenang disana.


Angel memang sudah seringkali mencoba untuk berenang, namun entah mengapa sulit sekali baginya melakukan itu. Untungnya kali ini ia memiliki Nayaka yang bisa mengajarkannya.


"Emang sebelum ini kamu gak pernah diajarin berenang sama orang tua kamu?" tanya Nayaka.


"Enggak kak, mama papa aku juga pada gak bisa berenang. Jadi makanya rumah mereka gak dikasih kolam renang," jawab Angel.


"Oalah, kasihan banget sih kamu! Tapi tenang, sekarang kan ada aku disini!" ucap Nayaka.


"Iya kak, aku juga udah gak sabar buat berenang. Ayo kak kita turun ke air!" ucap Angel.


"Sabar cantik! Gausah buru-buru gitu, airnya gak akan kemana-mana kok. Kamu rileks aja dulu biar gampang berenangnya," ucap Nayaka.


"Aku rileks kok," ucap Angel.


"Rileks apanya masih tegang begini? Kamu tenangin diri kamu sayang, kalau terlalu tegang nanti malah susah!" ucap Nayaka.


"Iya kak iya, yaudah kamu juga jangan pegang gunung aku terus dong kak! Gimana aku gak tegang coba kalo digituin?" ucap Angel.


"Hah? Ups maaf sayang! Aku gak nyadar daritadi tangan aku pegang anu kamu," kekeh Nayaka.


"Huh dasar kamu otak mesum! Padahal sengaja kan kamu pegang-pegang itu tadi? Tobat kak tobat!" ucap Angel.


"Apa sih sayang? Aku mana tahan coba lihat kamu kayak begini?" ucap Nayaka.


"Ya kamu harus tahan! Aku gak mau ya nanti di air kamu modus juga!" ucap Angel.


"Tenang aja, kalo di air mau gak akan kerasa. Yuk lah kita langsung turun ke bawah!" ucap Nayaka.


"Iya kak," Angel mengangguk setuju. Kemudian melangkahkan kaki bersama Nayaka menuju kolam renang.


Perlahan keduanya mulai menceburkan diri, tangan Angel tak luput dari perhatian Nayaka saat ini.


"Aw dingin," itu yang pertama kali Angel rasakan saat tubuhnya sudah berendam setengah di dalam air yang jernih.


"Iyalah sayang namanya juga air, kalo mau panas pake shower. Mau lanjut apa enggak nih?" ucap Nayaka sambil tersenyum.


"Lanjut lah sayang, masa iya berhenti di awal? Aku kan udah kepengen banget berenang, ayo ah dilanjut dong!" rengek Angel.


"Iya iya, tapi kamu kuat kan sama dinginnya?" tanya Nayaka prihatin.


"Kuat kok kak, yang penting kan jangan lama-lama. Kamu sendiri kuat gak?" jawab Angel.


"Aku mau gausah ditanya, udah jelas aku kuat. Aku itu perenang handal sayangku cintaku, aku bisa ajarin kamu sekarang," ucap Nayaka.


"Yaudah, ayo buruan kak!" pinta Angel.


Nayaka tersenyum sembari mengecupi cuping telinga dan leher jenjang istrinya, membuat sang empu melenguh pelan merasakan sensasi aneh.


"Mmhhh kamu apa-apaan sih kak? Aku minta ajarin renang, kenapa kamu malah begini?" tanya Angel.


"Maaf! Abisnya kamu menggoda banget, aku gak tahan sayang. Kayaknya aku mau coba sensasi bercinta di kolam renang deh, kamu mau kan sayang?" ucap Nayaka.

__ADS_1


"Apa? Kamu gak waras ya kak? Aku gak mau ah, aku tuh pengen berenang bukan bercinta! Kamu jangan ngada-ngada deh!" kesal Angel.


"Ayolah sayang, sebentar aja!" bujuk Nayaka.


"Gak ada begituan ya kak, kalo gitu kita udahan aja! Daripada terus di air tapi kamu malah mesum terus," ucap Angel.


"I-iya iya, aku ajarin kamu berenang deh. Jangan ngambek ya istriku yang cantik!" ucap Nayaka.


Angel mencebikkan bibirnya, sedangkan Nayaka malah tersenyum kemudian melu-mat bibir Angel selama beberapa saat sebelum akhirnya mengajari wanita itu berenang.




Akibat mengajari berenang Angel tadi, Nayaka sulit mengendalikan tubuhnya sendiri. Ia selalu tegang dan bahkan mencuri kesempatan dengan menusuk miliknya ke sela-sela paha sang istri.


Kini mereka menuntaskan kenikmatan itu di dalam kamar mandi, Angel menjadi sasaran amukan sang suami yang sudah mati-matian menahan hasrat sedari tadi.


Nayaka terus memompa Angel dengan keras di bawah guyuran shower, mereka melakukannya dengan posisi berdiri. Angel hanya bisa pasrah meski merasakan perih di bawah sana.


"Aaarrgghh aku gak tahan lagi, aku mau keluar kak!" Angel berteriak keras sembari memejamkan matanya saat hendak mencapai pelepasan.


"Bersama sayang!" teriak Nayaka.


Pria itu semakin mempercepat temponya, hingga akhirnya keduanya mencapai puncak secara bersamaan dan Angel merasakan semburan hangat di dalam rahimnya.


"Haaahhh haaahhh... kamu nikmat sekali sayang, aku benar-benar puas!" ucap Nayaka.


"Kak, udah ya? Kita mandi dulu yang bener, jangan diulang lagi!" ucap Angel tampak lemas.


"Yaudah, lepas dong sayang punya kamu, ganjel tau!" pinta Angel.


"Iya iya.." Nayaka menuruti kemauan istrinya dan mencabut miliknya dari dalam sana.


Mereka pun melanjutkan aktivitas mandi dengan benar, Nayaka terlihat membantu menyabuni tubuh Angel sambil sesekali menyentuh bagian indah sang istri yang menggoda baginya.


"Tubuh kamu semuanya luar biasa," puji Nayaka.


"Eenngghh kaaakkk.." lenguh Angel cukup panjang.


Setelah selesai mandi, keduanya keluar dari kamar mandi mengenakan handuk. Nayaka menggendong tubuh Angel dan membawanya ke kursi rias untuk memakai pakaiannya.


"Emang aku gak berat apa kak? Kayaknya kamu gendong aku terus daritadi," tanya Angel.


"Enggak kok, aku kan kuat. Tubuh kamu itu ringan buat aku, jadi gampang lah gendong kamu mah. Mau aku pakein baju sayang?" jawab Nayaka.


"Gausah, aku bisa sendiri. Kamu pake baju juga aja sana!" ucap Angel menolak.


"It's okay, abis ini kita makan malam bareng ya sayang? Kamu harus cobain masakan bik Lita dan yang lainnya, itu semuanya enak-enak tau!" ucap Nayaka.


"Iya kak, aku juga lapar nih. Maklumlah abis anu-anu sama kamu daritadi," ucap Angel.


"Hahaha, kamu tuh lucu banget sih sayangku cintaku!" goda Nayaka seraya mencubit pipi istrinya.

__ADS_1


"Udah udah kak, buruan pake baju sana! Jangan godain aku terus ah!" ucap Angel.


"Gapapa lah aku mah sayang, paling nanti juga duluan aku selesainya daripada kamu. Kamu itu kan lama banget kalo pake baju," ucap Nayaka.


"Dih kata siapa? Pake baju aja mah sebentar tau," ucap Angel.


"Buktiin aja kalo emang iya mah sayang!" ucap Nayaka sambil tersenyum.


"Oke!" ucap Angel menantang.


Nayaka pun pergi menjauh untuk mengenakan pakaiannya, dengan sengaja ia memamerkan miliknya setelah melepas handuk dari pinggang nya yang membuat Angel agak syok.


"Dia tegang lagi nih sayang, mau diusap-usap sama kamu kayaknya," ucap Nayaka.


"Kak! Jangan begitu lagi deh! Aku udah lemas, aku gak mau begituan sebelum makan!" ujar Angel.


"Usap aja sayang, dia cuma mau diurut sama kamu!" perintah Nayaka.


"Huh nanti kelamaan loh kita makan malamnya, nanti aja ya kak? Tahan dulu dong, masa gak bisa?!" ucap Angel.


"Yah yaudah deh, aku terpaksa tahan sampai kita selesai makan. Tapi, kamu harus janji kalau nanti kamu bakal puasin dia!" ucap Nayaka.


"Iya kak iya, kamu gak percaya banget sih sama aku!" ucap Angel.


Nayaka tersenyum lebar, mengusap puncak kepala istrinya sebelum mengambil pakaian dari dalam lemari dan mengenakannya.


Sementara Angel tampak berdandan di depan cermin, hingga tanpa sadar Nayaka telah selesai berpakaian.


"Tuh kan, aku yang duluan selesai. Kamu pake baju aja belum sama sekali," ucap Nayaka.


"Ih abisnya tadi kamu gangguin aku terus, jadinya aku gak selesai-selesai tau!" ucap Angel.


"Lah kenapa jadi aku yang salah?" tanya Nayaka.


"Ya emang kamu, terus siapa? Masa aku?" jawab Angel tegas.


"Hahaha, udah buruan kamu pake baju sebelum makin malam nih!" pinta Nayaka.


"Sabar dong kak!" ucap Angel.


Nayaka pun menghampiri Angel, memeluk secara tiba-tiba dari belakang sembari mengecupi pipi serta leher wanita itu.


"Eenngghh kak, udah stop! Kamu jangan gangguin aku lagi!" ucap Angel.


"Gapapa, aku bosan kalo cuma diam aja. Oh ya, besok kita nge-gym bareng yuk!" ucap Nayaka.


"Nge-gym? Dimana?" tanya Angel.


"Disini di rumah ini, aku kan udah siapin semuanya sayang," jawab Nayaka.


"Aku ngikut aja," ucap Angel singkat.


Nayaka langsung menghujani wajah Angel dengan berbagai kecupan.

__ADS_1


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2