Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 25. Beli gelang


__ADS_3

Zefa pun terpaksa menyuapi Jefri makanan tersebut, hanya demi rahasia Nayaka yang ia ingin ketahui.


"Udah kan? Cepet cerita ke aku!" ujar Zefa.


"Belum dong sayang, sampe habis!" pinta Jefri.


"Dih jangan panggil-panggil sayang ya! Aku ini milik mas Nayaka seorang," ucap Zefa.


"Pede banget ya kamu? Jelas-jelas Nayaka udah menikah, masih aja kamu berharap," ucap Jefri.


"Bodoamat!" kesal Zefa.


"Cepetan suapin! Kamu mau kan aku cerita rahasia Nayaka?" ucap Jefri.


"Iya iya bawel!"


Akhirnya Zefa kembali menyuapi Jefri sampai makanan milik pria itu habis tak bersisa.


"Udah abis tuh, ayo cerita!" ucap Zefa.


"Rahasia Nayaka itu..." Jefri sengaja menggantung ucapannya agar membuat Zefa penasaran.


"Apa? Jangan bikin aku penasaran deh!" kesal Zefa.


"Ya ya, ini aku mau lanjutin kok. Kamu sabar dong cantik!" ucap Jefri disertai kekehan kecil.


"Buruan!" sentak Zefa.


Jefri tersenyum singkat sambil meminum minuman miliknya sampai habis, barulah ia kembali menatap Zefa yang sudah penasaran sekali.


"Rahasia Nayaka itu, dia pernah cepirit di sekolah waktu lagi senam pagi. Ngakak banget itu kalo diingat-ingat! Hahahaha..." Jefri melanjutkan ucapannya yang tadi sembari tertawa cukup keras.


Sementara Zefa hanya diam bingung sekaligus mual mendengar ucapan Jefri, sungguh itu merupakan rahasia yang tak ingin ia ketahui.


"Kenapa rahasianya kayak gitu sih? Males banget aku dengernya tau, udah capek-capek suapin kamu eh ternyata informasinya gak berguna! Dasar nyebelin!" kesal Zefa.


"Hahaha, itu lucu tau!" kekeh Jefri.


"Tau ah!" Zefa cemberut dan bangkit dari duduknya seraya mengambil tas miliknya.


Jefri reflek mencekal lengan Zefa, menahan wanita itu untuk tidak pergi dari sana.


"Jangan pergi lah! Kamu mau kemana sih buru-buru amat? Mending disini aja sama aku, kita lanjut ngobrolin yang lain!" ucap Jefri.


"Ogah! Aku mau cari mas Nayaka aja," tegas Zefa.


"Mau cari kemana sih Zefa? Paling juga Nayaka lagi sama istrinya, kamu jangan gangguin mereka atau aku bakal bikin hidup kamu menderita!" ucap Jefri mengancam wanita itu.


Bukannya takut, Zefa justru menyingkirkan tangan Jefri dari lengannya secara paksa.

__ADS_1


"Kamu kenapa ngeyel banget sih? Please lah, kamu ini model terkenal loh Zefa! Masa iya kamu mau jadi pelakor di hubungan Nayaka?" ujar Jefri.


"Gausah ikut campur! Ini urusan aku dan kamu gak berhak atur-atur aku!" sentak Zefa.


"Oh jelas aku berhak, aku sahabat Nayaka dan aku akan selalu bela dia dari perempuan gatal kayak kamu!" tegas Jefri.


"Jangan sembarangan ya kalo ngomong! Aku bukan perempuan kayak gitu!" ujar Zefa tak terima.


"Ohh, kamu gak terima aku katain begitu? Emang kenyataan kan kalau kamu itu perempuan gatal?" ucap Jefri tersenyum smirk.


"Terserah kamu! Udah ah aku gak punya banyak waktu buat ladenin kamu!" ucap Zefa.


Saat Zefa hendak pergi, lagi dan lagi Jefri menahannya. Kali ini pria itu mencengkram kuat satu lengan Zefa hingga wanita itu tidak bisa pergi kemana-mana.


"Kamu benar-benar kurang ajar ya! Lepasin aku gak atau aku teriak nih!" ucap Zefa kesal.


"Silahkan kamu teriak! Aku juga bakal bongkar semuanya di depan umum kalau kamu itu suka gangguin rumah tangga orang!" bentak Jefri.


Zefa pun mendadak diam mendengarnya, tentu tak mungkin ia membiarkan Jefri melakukan itu.


"Kenapa diam? Takut? Sekarang nurut sama aku, jangan bantah! Aku gak main-main sama ancaman aku Zefa!" ucap Jefri.


Zefa masih terdiam tak berkutik, ia benar-benar dibuat bingung saat ini.




Nayaka langsung membawa Angel ke sebuah toko emas di mall tersebut, nampaknya ia ingin membelikan Angel emas baru disana.


"Nah, kita udah sampai nih sayang," ucap Nayaka.


"Kamu ngapain ajak aku ke toko emas kak?" tanya Angel bingung.


"Pake nanya lagi, ya aku mau beliin kamu emas sayang. Sekarang ayo kamu pilih apa aja yang kamu mau!" jawab Nayaka dengan gemas.


"Hah? Kamu yakin kak? Waktu nikah kan kamu udah kasih aku emas cukup banyak, masa mau beli lagi?" kaget Angel.


"Iya sih, tapi gak masalah kan kalau aku beliin lagi buat kamu? Gak ada yang ngelarang juga kan?" ujar Nayaka.


"Enggak ada sih kak, tapi beneran nih?" ucap Angel masih ragu.


"Kamu kok ngeraguin aku sih sayang? Emang pernah aku bohong sama kamu? Aku ini lagi pengen manjain kamu, sebagai hadiah karena kamu udah jadi istri yang baik buat aku," ucap Nayaka meyakinkan istrinya.


"Ah bisa aja kamu! Makasih ya kak!" ucap Angel.


"Jangan makasih sekarang dong sayang! Kamu pilih dulu mau emas yang mana, abis itu baru deh kamu boleh bilang makasih," ucap Nayaka.


"Hahaha, iya kak iya.."

__ADS_1


Mereka pun mendekat ke toko emas tersebut, pelayan wanita yang bertugas disana langsung menghampiri mereka untuk membantu.


"Selamat datang pak, Bu! Ada yang bisa kami bantu?" ucap pelayan itu.


"Ya mbak, saya mau beliin istri saya perhiasan disini. Bisa dibantu milih-milih?" ucap Nayaka.


"Tentu bisa pak, silahkan aja dipilih mau jenis perhiasan apa dan yang mana!" ucap pelayan itu.


"Tuh sayang, kamu pilih gih yang kamu suka! Gausah ragu apalagi sungkan, kalau kamu suka tunjuk aja!" ucap Nayaka.


"Iya kak," singkat Angel.


Nayaka membalas dengan senyuman, sedangkan Angel beralih menatap perhiasan di dalam kotak kaca tersebut untuk memilih yang mana yang ingin ia miliki.


"Eee kayaknya aku kepengen pake gelang deh kak, cakep-cakep juga nih gelangnya," ucap Angel.


"Boleh sayang, kamu pilih aja mana yang kamu mau!" ucap Nayaka.


Angel mengangguk semangat, lalu menunjuk salah satu gelang yang ia sukai disana. Sedangkan Nayaka masih tersenyum memandanginya.


"Mbak, aku mau lihat yang ini dong!" ucap Angel.


"Baik Bu!" pekerja itu langsung mengambilkan gelang yang ditunjuk Angel dan memberikannya.


"Kak, ini bagus kan?" tanya Angel pada Nayaka.


"Ya bagus, cocok juga kayaknya kalo dipakai di lengan kamu. Coba aja kamu pake dulu biar bisa dilihat langsung!" jawab Nayaka.


"Iya kak," Angel mengangguk dan memasang gelang tersebut di lengannya sambil tersenyum.


"Nah betul kan yang aku bilang, cocok banget itu di lengan kamu!" ucap Nayaka.


"Bener kamu kak, tapi kayaknya aku mau lihat gelang yang itu juga deh. Soalnya menarik juga dilihat-lihat," ucap Angel.


"Mbak, tolong ambilin yang itu juga ya!" ucap Nayaka.


"Siap pak! Ini dia!" ucap pelayan itu sembari menyerahkan gelang yang lain kepada Angel.


"Coba kamu pake yang ini!" ucap Nayaka.


Angel kembali mengangguk dan memakai gelang tersebut setelah melepas gelang yang tadi.


"Gimana kak?" tanya Angel.


"Bagus juga, jadi bingung deh aku," kekeh Nayaka.


"Ahaha.."


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2