Menikahi Gadis Polos

Menikahi Gadis Polos
Bab 19. Permintaan Zefa


__ADS_3

Angel yang sudah selesai menyiapkan makanan, mulai membawa makanan itu ke meja makan yang mana disana Nayaka sudah duduk menunggu.


Terlihat Nayaka masih serius memikirkan bagaimana caranya agar Angel tidak curiga jika ia pergi keluar menemui Zefa.


"Kak, ini sarapannya. Kita makan dulu yuk kak!" ucap Angel dengan lembut.


"Eh sayang, makasih ya udah masakin makanan buat aku! Aku yakin banget ini pasti enak nih, kamu kan perempuan paling sempurna yang pernah aku temuin di dunia ini!" puji Nayaka.


"Ah kak Nayaka mah suka gitu, jangan berekspektasi tinggi dulu sama makanan aku! Nanti kalau gak enak gimana?" ucap Angel.


"Gapapa sayang, aku yakin pasti enak kok!" ucap Nayaka sambil tersenyum.


Angel membalasnya dengan senyuman dan ikut duduk di sebelah sang suami, ia juga menuangkan nasi ke piring dan menyerahkan pada Nayaka.


"Ini mas, selamat makan!" ucap Angel.


"Terimakasih istriku yang cantik!" ucap Nayaka.


Nayaka pun mulai memakan makanan itu sesuap demi sesuap, sedangkan Angel hanya diam menantikan respon suaminya.


"Gimana mas? Enak gak?" tanya Angel.


"Mmhhh bener kan yang tadi aku bilang, ini enak banget sayang gak ada duanya!" jawab Nayaka.


"Masa sih? Kamu gak bohong kan?" tanya Angel.


"Enggak dong, kalo gak percaya kamu cobain aja sendiri makanan kamu!" jawab Nayaka.


"Iya deh," singkat Angel.


Angel ikut mencicipi makanannya dan ternyata memang benar yang dikatakan Nayaka, ia sendiri takjub dan tak percaya makanannya bisa seenak itu.


"Enak kan? Kamu gak percaya sih sama suami kamu sendiri," ucap Nayaka.


"Ahaha, iya mas iya. Aku heran deh, kok bisa ya makanan aku enak gini?" ujar Angel.


"Itu karena kamu berbakat sayang, kamu kan pintar!" ucap Nayaka memuji sang istri.


"Lebay kamu ah! Jangan muji aku terus dong, aku jadi malu tau!" ucap Angel tersipu.


"Buat apa malu? Harusnya kamu bangga sama diri kamu sendiri sayang, karena kamu itu istimewa dan jago segalanya!" ucap Nayaka.


"Iya iya, terserah kamu aja deh!" cibir Angel.


Nayaka tersenyum singkat sebelum pikirannya kembali terarah pada permintaan Zefa untuk mengajaknya bertemu.

__ADS_1


"Eee sayang, aku boleh bicara sebentar gak sama kamu?" ucap Nayaka.


"Apa sih kamu kak? Daritadi juga udah bicara kan, kenapa pake minta izin lagi?" heran Angel.


"Ahaha, kali ini beda sayang. Boleh kan aku bicara sama kamu?" ucap Nayaka.


"Pasti boleh lah kak, emang kakak mau bicara apa sih?" ucap Angel penasaran.


"Abis ini aku ada urusan sebentar di luar, boleh kan?" ucap Nayaka.


"Urusan apa kak? Bukannya katanya kakak udah ajuin cuti selama sebulan ya dari kantor?" tanya Angel.


"Eee bukan urusan kantor sayang, ini urusan lain yang gak bisa aku tunda. Sebentar aja kok, boleh kan sayang?" jawab Nayaka.


"Boleh aja, tapi jangan lama-lama ya kak! Aku gak bisa ditinggal lama sama suami aku," ucap Angel.


"Tenang aja cantik! Mana mungkin juga aku tega ninggalin kamu lama-lama?" ucap Nayaka.


"Okay! Awas ya kalau lama, aku bakal ngambek nanti sama kamu!" ancam Angel.


"Gak bakal, aku paling cuma pergi sejam atau dua jam. Selama aku pergi, kamu nonton tv aja atau main handphone," ucap Nayaka.


"Itu sih gampang kak, aku bisa ngapain aja. Yaudah, dihabisin aja dulu makanannya kak!" ucap Angel.


Mereka pun lanjut memakan sarapan sampai habis, Nayaka merasa lega karena berhasil mendapat izin dari sang istri.




Singkat cerita, Nayaka telah sampai di lokasi tempat ia janjian bertemu dengan Zefa. Ia langsung celingak-celinguk mencari wanita itu.


Terlihat Zefa juga sudah duduk santai sembari menikmati minuman pesanannya, ia masih belum menyadari kehadiran Nayaka disana.


"Hey Zefa!" panggil Nayaka.


"Eh mas?" Zefa terkejut dan spontan bangkit mendekati Nayaka sambil tersenyum.


"Kamu apa kabar mas? Baik-baik kan sama istri kamu?" tanya Zefa seraya menyelipkan tangannya di sela-sela lengan Nayaka.


"Gausah basa-basi ya Zefa, cepat katakan apa mau kamu! Dan satu lagi, jangan pernah kamu sentuh aku kayak gitu!" tegur Nayaka.


"Kenapa sih mas? Kayaknya semua yang aku lakuin itu salah terus di mata kamu, terus menurut kamu yang benar kayak gimana?" ujar Zefa.


"Gak ada yang benar, pertemuan kita aja ini udah salah. Cepat bilang kamu mau apa!" sentak Nayaka.

__ADS_1


"Duduk dulu dong mas! Kamu mau minum apa? Biar aku traktir kali ini," ucap Zefa.


"Gausah, aku gak haus!" tolak Nayaka.


Nayaka langsung menyingkirkan tangan Zefa darinya, lalu duduk di kursi berhadapan dengan wanita itu.


"Kamu yakin gak mau pesan minum? Aku lihat-lihat kamu keringetan tuh, pasti haus," ujar Zefa.


"Aku gak ada waktu buat ladenin omong kosong kamu Zefa, cepat bilang apa mau kamu supaya aku bisa pergi dari sini!" kesal Nayaka.


"Santai dulu mas! Kamu kenapa sih selalu buru-buru kayak gitu? Waktu itu juga kamu pengen cepat-cepat tidur sama aku," ujar Zefa.


"Cukup ya, jangan bahas itu lagi!" ucap Nayaka.


"Okay, aku gak akan bahas itu kok! Asalkan kamu mau turutin permintaan aku," ucap Zefa.


"Apa yang kamu mau mau?" tanya Nayaka.


"Aku pengen kita bisa kayak gini terus setiap hari, soalnya aku gak bisa jauh-jauh dari kamu mas. Kamu mau kan?" jawab Zefa.


Perkataan Zefa sontak membuat Nayaka makin geram, ia mengepalkan tangannya dan menggebrak meja cukup keras sampai membuat pengunjung disana ikut terkejut.


Braakkk


"Kamu jangan ngada-ngada ya Zefa! Aku gak mungkin bisa lakuin itu," bentak Nayaka.


"Oh, pasti karena istri kamu kan? Ayolah mas, aku bisa lebih baik daripada dia kok!" ucap Zefa.


"Jaga bicara kamu ya! Jangan sampai aku emosi dan laporin kamu ke polisi!" kesal Nayaka.


"Hah? Kamu mau laporin aku atas tuduhan apa mas? Justru aku yang bakal laporin kamu, karena kamu waktu itu udah tidurin aku dan gak mau tanggung jawab. Bayangin deh gimana perasaan istri kamu kalau tau itu!" ucap Zefa.


"Kamu benar-benar licik ya Zefa! Aku nyesel pernah kenal sama kamu, andai aja aku tahu sikap kamu dari awal, pasti aku akan tolak projek itu!" ujar Nayaka.


"Semuanya sudah terlambat mas, kamu turutin aja kemauan aku kalau gak mau istri kamu sakit hati dan kecewa. Kamu sayang kan sama dia mas?" ucap Zefa.


"Aku gak bisa lakuin itu Zefa, lambat laun Angel pasti juga bakal curiga," ucap Nayaka.


"Kamu lebih milih dia tahu sekarang apa nanti? Aku bisa loh kasih tahu ke istri kamu saat ini juga," ancam Zefa.


Nayaka semakin dibuat pusing oleh Zefa, wanita itu benar-benar licik dan sulit diberitahu.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2